Tuesday, 2 June 2015

Puasa Mutih Dalam Pandangan Islam

Artikel di buat untuk sedikit menjawab atas tuduhan bahwa puasa-puasa yang di anggap "syirik". Puasa merupakan ibadah yang menahan agar tidak makan minum, dan lain sebagainya sebagaimana di rinci dalam kitab fiqh yang berdasar pada al qurán dan hadits menurut kesepakatan para ulama. Loh kok pake kesepakatan ulama'? Ya iya lah. Kita mengerti ilmu agama juga dariu ulama' beliau-beliau yang lebih berpengalaman tentu nya dari pada masyarakat umum.

Puasa-puasa sunah yang di anggap "syirik" oleh mereka-mereka adalah puasa mutih, puasa matih genih dan lain sebagainya. Mereka yang mengatakan bahwa puasa-puasa tersebut musyrik karena dianggap karena melakukan puasa bukan karena Allah tapi karena ingin sakti. Apa benar seperti itu ? 


Flash Back ke Wali Songo
Wali Songo merupakan para wali Allah yang menyiarkan agama Allah di bumi nusantara. Beliau-beliau yang meng - Islam- kan nusantara tanpa adanya perang. Para wali songo berdakwah dengan santun tanpa menghilangkan adat namun tetap pada syariat dan aqidah Islam. Contohnya tradisi tahlilan, selamatan dan sebagainya. "Ah Tahlilan itu bidáh, musyrik, tidak di ajarkan oleh nabi". Yanga bilang seperti tadi silakan baca di artikel ini dan itu.

Kembali puasa. Dalam puasa kita di ajarkan agar meninggal kesenangan-kesenangan duniawai. Meninggalkan makan dan minum walaupun itu halal. Bisa dikatakan puasa merupakan "latihan" dan bukan "tujuan" dan daripada puasa adalah akhlakul karimah yang mana merupakan "tujuan" dari semua ibadah kita. Kok bisa ibadah tujuan ? Kalau Anda belum paham silakan Anda lebih mendalami Islam. Rekomendasi kami silakan Kitab Ihya' Ulumuddin dimana kitab itu diceritakan secara detail sedetailnya agama Islam. 

Kembali ke puasa, puasa tidak makan dan minum. Pada saat berbuka puasa harus makan makanan yang tidak berasa, baik manis, asam, asin atau makanan yang bernyawa. Sudah kami katakan bahwa puasa ini melatih jiwa agar tidak menuruti hawa nafsu. Lah kok ada yang kalau ingin sakti harus puasa mutih ? Kalau ada anak kecil pergi ke sekolah tidak di beri uang saku maka bisa jadi anak tersebut tidak mau berangkat kan? Lah seperti itu pula puasa mutih, dahulu para ulama berdakwah kepada orang awan dengan iming-iming "sakti" misalnya seorang kiai mengatakan kepada orang yang awam agama "Kalau kamu puasa ini kamu bakalan sakti" Dengan alasan ingin sakti maka orang awam menurut yang akhirnya puasa mutih. Lah di waktu puasa itu para kiai menyelipkan dakwah mereka seperti mengaji qurán, mengaji kitab dan lain sebagainya. Tidak terasa mereka orang awan agama telah belajar ilmu qurán dan hadist dan ilmu agama Islam lainnya tentunya. Lah kalau puasa yang lainnya bagaimana ? Semua hampir mirip, kami belum sempat menjelaskan semua. Capek ngetiknya. Hehehe !.

Saling Menghormati
Pemeluk agama Islam bermacam-macam, dari A-Z dan 1-9. Kita tidak usah saling menyalahkan. Lebih kita berbaiki diri kita sendiri. Menilai diri sendiri. Sudah baikkah diri kita? Tidak usah menyalahkan mereka yang tarawih 8 rokaat atau 20 rokaat. Yang rugi yang tidak sholat tarawih. Hehehe! Kalau mau berdakwah silakan ke tempat pelacuran, ke orang-orang yang suka mabuk-mabukan. Jelas maksiatnya kan itu ? Tidak usah saling menyalahkan sesama muslim. Tulisan kami ini untuk memperjelas bukan untuk berdebat. Kami tidak berniat menyinggung pihak manapun. Kalau memang tulisan ini menyinggung Anda para pembaca kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. 

Wallahu A'lam Bi Showab