Monday, 31 August 2015

Biografi Singkat Imam Ghozali

Sabtu sampai hari kamis sekitar pukul 06.45 sampai 08.30 para santri mahasiswa dari semua tingkat berjalan menuju mushola Pondok Pesantren Putri Sunan Drajat Paciran Lamongan. Mereka mengaji kitab yang di ajar langsung oleh Pengasuh PP. Sunan Drajat, KH. Abdul Ghofur. Kitab yang yang dikaji oleh KH. Abdul Ghofur adalah kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Ghozali. Namun sudah tahukan Anda siapakah Imam Ghozali tersebut ?  

Baca juga :
1. Bisnis Aksesoris Yang Laris Manis
2. Sirajut Thalibin Cahaya Keagungan Tasawuf Dari Indonesia
3. Biografi Tri Rismaharini, Walikota Perempuan Perubahan Kota Surabaya
biografi singkat imam ghozali

Kehidupan intelektual Imam Ghozali diisi dengan memberikan kuliah dan menulis kitab. Tak kurang dari seratus kitab yang telah menjadi buah karyann beliau. Beberapa kitab karangan Iimam Ghazali yang terkenal di kalangan masyarakat adalah Ihya’ Ulumuddin, Bidayatul Hidayah, Al-Munqidz Min Al-Dhalalah, Tahafut Al-Falasifah, Maqashid Al-Falasifah, Misykatul Anwar dan lain-lain. 


Nama lengkap dari Imam Ghozali adalah Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali. Beliau lahir pada tahun 1058 Masehi tepat nya di kota Ghazal, Persia. Di kota kelahiran beliau yang menjadi salah satu pusat pengetahuan itu, Imam Ghozali mulai menuntut ilmu dari para ulama ternama yang ada disana. Dengan kepandaian dan kecerdasan yang dimilikinya, dalam usia yang masih sangat muda, Imam Ghozali sudah di kenal alim dalam persoalan agama.

Hal itulah yang kemudian membuat Al-Imam Al-Haramain Al-Juwaini yang pada masa itu menjadi guru besar di Universitas Nizhamiyah, memberikan kepercayaan kepada Imam Ghozali untuk membantunya mengajar disana. Tak lama kemudian, beliau bahkan menggantikan Al-Imam Al-Haramain memimpin perguruan yang banyak menghasilkan ulama-ulama kaliber internaasional pada zamannnya itu.

Kehidupan Intelektual Imam Ghozali

Imam Ghozali  mengkritik tentang filsafat. Kitab Tahafut Al-Falasifah jadi karya monumentalnya yang membuat mati gairah berfilsafat yang ada di dunia Islam timur. Dengan legitimasi nama besar Imam Ghozali, filsafat menjadi barang yang terlarang untuk di pelajari. Perlawanan itu di berikan karena ia melihat filsafat mengandung kerancuan dan justru membawa orang yang mempelajarinya kepada  kesesatan. Ia melihat filsafat yang bersandar ada rasionalitas manusia semata tidak akan pernah bisa membawa kepada kebahagiaan yang hakiki. Karena keterbatasan pikiran manusia tidak akan mampu menyingkap hakikat kebenaran ilahian yang di pancarkan ALLAH SWT.

Sungguhpun demikian, Imam Ghozali tidak menafikan filsafat secara keseluruhan, yang di tentangnya adalah yang di anggapnya rancu, yakni pada bidang metafisika yakni yang membahas persoalan ghaib dan ilmu ketuhanan, dimana para filsuf pada saat itu menyatakan tentang keabadian alam. Inilah satu diantara sejumlah ajaran filsafat tentang oleh al-ghazaliadapn tentang bagian filsafat yang lain seperti logika, matematika dan fisika menurutnya amatlah layak dan dianjurkan untuk dipelajari. Imam Ghozali bahkan tidak pernah menyuruh untuk membakar buku-buku filsafat yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tersebut. Yang banyak terjadi adalah kesalahpahaman seseorang dalam memahami pernyataan Imam Ghozali.

Kekecewaan Imam Ghozali terhadap ilmu kalam dan filsafat inilah yang membuatnya lari kedalam tasawuf. Disini Imam Ghozali menemukan kedamain. Ia merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Lewat ajaran tasawuf inilah ia dapat melihat cahaya kebenaran yang dipancarkan tuhan. Ia juga menganjurkan manusia untuk menempuh jalan itu jika ingin memperolh kebahagiaan. Menurut Imam Ghozali, kebenaran nya hanya bisa dicapai dengan jalan kembali kepada tuhan dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci, tuhan akan memancarkan cahaya kebenaran kedalam batin seseorang. Dari situlah seseorang akan mendapatkan ilmu atau hikmah. Hikmah adalah puncak pengetahuan tertinggi. Ia tak dapat dicapai hanya lewat argumentasi-argumentasi filosofis dan pemmikiran rasional. Dengan kata lain, siapa saja yang ingin mendapatkan hikmah sebagai pengetahuan tertinggi, dia harus dengan jalan yang benar, dan itu mesti di tempuh oleh tasawuf. Sebelum masa Imam Ghozali, tasawuf masih di anggap ajaran yang menyimpang. Orang masih ingat betul bagaimana Al-Hallaj dengan paham hulul-nya mengaku sebagai tuhan. 


Baca juga :
Jasa Pembuatan Website dan Blog
Berdakwah Dengan Dongeng
Biografi Choiirul Tanjung Pemilik Trans Corp


Namun, dengan peranan Imam Ghozali di tambah dengan ke piawaiannya memadukan tasawuf itu dengan unsur sunni, jadilah corak tasawuf yang baru. Jika dulu Al-Hallaj di musuhi karena corak tasawufnya yang falsafi, maka sekarang tasawuf menjadi barang yang banyak di cari orang dengan corak sunninya yang kental. Atas peranannya itu pula muncullahh berbagai aliran tarekat yang berpola sunni yang hidup pascaera Imam Ghozali. Tanpa jasa besarnya, rasanya mustahil tasawuf bisa bertahan dan merebut begitu banyak pengikut hingga akhir-akhir ini. Imam Ghozali pula orang yang punya andil terhadap pembentukan pemikiran ahlus sunnah wal jama’ah secara keseluruhan, baik dari segi teologi, fiqh, tasawuf dan filsafat. Argumentasinya yang bersifat tradisionalis terlihat sangat condong membela al-asy’ari yang bisa kita saksikan dengan jelas dalam ihya’ ulumuddin. Ia pula yang punya andil dalam membakukan madzhab syafi’i sebagai madzhab yang identik dengan ahlus sunnah wal jama’ah. Bahkan, pemikiran Imam Ghozali berpengaruh pada semua cabang atau aspek pada madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.