Friday, 28 August 2015

Krisis Acara Pertelevisian Di Indonesia


Krisis Acara Pertelevisian Di Indonesia - Semakin berkembangan teknologi mendorong pula berkembangnya dunia broadcasting televisi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi tersebut bila tidak di imbangi dengan kreativitas maka akan menjadi hal yang biasa.

Sekarang banyak acara televisi yang baru namun isi sama saja atau pun hampir sama dengan acara yang lain, dan bisa dikatakan menjiplak. sadar atau tidak banyak masyarakat telah di bodohi oleh siaran televisi. Misalnya saja sinetron yang tidak jelas yang manusia setengah hewan lah. Ada pula yang sinetron duet indonesia dan india yang alur cerita sama, ada orang jahat yang seakan-akan tidak punya rasa kasih sayang sama sekali. Bahkan seorang novelis terkenal pernah mengatakan bahwa di indonesia masyarakat "teracuni" oleh acara-acara televisi yang mendoktrin banyak yang manusia kejam sehingga terlihat aneh kalau masih banyak masyarakat yang baik dan mempunyai kasih sayang.

Indonesia Yang Kurang Percaya Diri

Kalau kita melihat acara televisi tentunya kita mencari hiburan dan informasi tapi apakah hal tersebut kita dapatkan ? Mungkin para produser Indonesia kurang percaya diri terhadap kemampuan bangsa ini sehingga harus mengimpor sinetron luar negeri. Mungkin orang indonesia di anggap kurang ganteng dan cantik sehingga import dari negera-negara yang memiliki warga negara "ganteng dan cantik". Bahkan yang aneh manusia di anggap tidak ganteng lagi sehingga menyewa para binatang agar tampil di sebuah sinetron.


Acara Music + Talk Show dan Audisi tak Berujung

Boleh saja membuat acara audisi mencari bakat namun juga harus pikirkan setelah menang acara itu di bawah kemana? Apakah hanya mendapatkan hadiah atau sang pemenang acara tersebut dapat mengembangkan bakatnya tersebut ? Harusnya Audisi mencari bakat bukan hanya untuk pamer kemampuan namun untuk mengasah dan mengembangkan bakat dan minat. Dan juga ada acara talk show yang berubah haluan. Pernah lihat acara memasak sambil menyanyi ? atau acara musik + Talk show yang bintang tamu juga itu-itu saja. Acara TV A bintang + presenter si A dan di stasiun TV sebelah bintang tamu juga si A. Seakan-akan tidak ada bintang tamu lain.

Kreativitas

Seperti yang di bahas di atas kreativitas di butuhkan untuk "meracik" acara televisi yang mendidik dan berkualitas. Ada sebuah stasiun televisi yang bisa di bilang kreatif dan mendidik. Stasiun TV tersebut Pernah di review di blogini. Acara televisi tidak sama dengan acara televisi yang lain. Kreatif, misalnya saja acara talk show dengan host yang kocak dan menghadirkan bintang yang tidak hanya dari kalangan artis saja namun juga menampilkan orang-orang yang mempunyai bakat tertentu yang patut di acungi jempol. Berita dalam stasiun ini pun tidak mengada-ada seperti stasiun televisi lain yang berpihak.  Program kerja sama dengan pihak POLRI juga di patut di acungi jempol karena dengan adanya acara itu masyarakat mengerti bagaimana berlalu lintas dan sebagainya.

Di balik Layar

Sukses atau tidak sebuah acara televisi tidak hanya karena orang tampil di layar kaca tersebut. Namun sukses sebuah acara televisi tersebut juga berkat dukungan, kretifitas, kerja sama tim di balik layar. Mereka adalah produser, pengarah acara, tim kreatif, kameramen dan lain-lain. Stasiun Televisi yang di bahas di atas di pimpin oleh orang tepat. Beliau berpengalaman baik di dalam Negeri maupun di luar negeri. Pernah dikatakan oleh beliau bahwa pihak stasiun TV yang di pegang olehnya dapat menjadi inspirasi oleh bangsa indonesia. Tidak hanya menyajikan tontonan namun juga tuntunan.Bangsa Indonesia butuh acara yang bukan sekedar tontotan namun juga tuntutan. Yang dapat mengarahkan, membimbing, mendidik dan memotivasi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.