Thursday, 10 September 2015

Rindu Sosok Pak Soeharto

Bangsa Indonesia sudah tidak asing lagi dengan sosok Pak Soerharto. Seperti yang kita ketahui bersama beliau adalah presiden ke 2 RI. Beliau juga adalah presiden yang paling lama menjabat sebagai presiden RI. Sekitar 32 tahun beliau menjabat sebagai presiden RI. The Smiling Presiden itulah julukan beliau, Presiden yang murah senyum. Presiden RI ke 2 ini adalah hanya anak seorang petani biasa dan juga hanya lulusan SMP namun beliau ikut pendidikan militer di masanya. Beliau berkarir dari dasar sampai akhirnya terus menerus naik dan sampai akhirnya beliau 'menggantikan' Sang Proklamator RI, bapak Ir. Soekarno.

Bapak Soeharto

  "Pie Kabare? Enak Zamanku To?" itulah slogan yang sering kita lihat di kendaraan ataupun stiker. Apakah benar seperti itu ? Apakah masyakarat benar-benar merasa bahagia di zaman Pak Soeharto ? Mungkin jawabnya berbagai macam, tergantung cara pandang masyarakat tersebut. Namun bagi masyarakat pedesaan masyarakat banyak yang berkomentar bahwa mereka (masyarakat pedesaan) rindu sosok Pak Soerharto. Bagitulah pendapat masyarakat, di era Pak Soerharto barang-barang murah, lapangan pekerjaan mudah, bahan bakar murah dan sebagainya. Dan juga masyarakat yang mempunyai bekerja sebagai petani banyak mengatakan mereka merasa di hargai oleh Presiden kedua ini, buktinya Pak Soerharto sering berkunjung langsung meninjau sawah-sawah para petani di pelosok desa, memberikan bantuan kepada petani dan sebagainya. Bahkan Waduk Gondang yang ada di kabupaten Lamongan 2 kali di kunjungi oleh Presiden RI kedua ini. Adakah sosok pemimpin sekarang yang seperti itu, yang tak segan membantu masyarakat tanpa harus diliput media?

Bagi masyarakat di pedesaan mereka tidak akan tanya berapa nilai tukar rupiah dengan dolar, mereka tidak akan tanya partai politik, mereka tidak akan tanya para pemimpin pergi kemana. Masyarakat ingin hidup mereka sejahtera, aman, swamsembada pangan, bahan bakan murah dan sebagainya.

Mungkin itu sedikit pendapat tentang Sosok Soerharto, yang katanya otoriter, yang membuat bangsa ini banyak hutang, yang di anggap suka KKN dan lain-lain. Namun yang perlu di garis bahawi adalah tidak ada manusia yang sempurna, begitupun dengan sosok Pak Soerharto.