Thursday, 17 September 2015

Teknologi Mengirim Pahala dan Doa

Beberapa waktu yang lalu ada coletan seorang ustad televisi yang mengatakan bahwa orang yang meninggal tidak bisa menerima pahala fatehah. Ustad tersebut mengatakan hal tersebut karena tidak adanya dasar hadist dari rosulallah.


Disini tidak akan dibahas tentang dasar-dasar sebuah hadist namun akan menganalogikan hal tersebut terhadap perkembangan teknologi. Kalau dahulu pernah di bahas bagaimana malaikat seperti CCTV dan sebagainya maka sekarang mari kita pahami bagaimana pahala dalam dunia teknologi.

Dahulu ketika seseorang ingin berkirim surat maka harus datang ke kantor pos untuk berkirim surat atau bisa mengirimkan via teman dan sebagainya. Namun dengan adanya teknologi hal seperti itu tidak lagi menjadi trend karena hanya bermodalkan handphone seseorang dapat mengirimkan pesan bisa melalui email, BBM, WA (whatsapp), sms dan sebagainya. 

Demikian halnya dengan doa ataupun pahala. Ketika seseorang mengirimkan hadiah pahala fatehah, tahlil ataupun doa ini sama halnya seperti halnya mengirimkan pesan BBM, email seperti dijelaskan di atas. Anggap saja doa atau pun pahala yang dikirim tersebut tersemat sebuah file yang mana dapat di print out menjadi sebuah pahala yang dapat dinikmati di alam kubur. Begitu hebatnya teknologi sehingga seseorang tidak harus berada di tempat yang sama namun bisa saling berkomunikasi, bahkan saling melihat dan berbicara, seperti video call facebook ataupun skype. Dapat mengirimkan 'sesuatu' yang tidak berbentuk menjadi berbentuk. Contohnya saja ketika mengirimkan sebuah data file Microsoft Office dan ketika file diterima dan di cetak akhirnya munculnya berupa benda yang dapat di sentuh.

2 komentar

logika manusia berbeda dengan logikanya tuhan (Allah) . jangan anggap sama apa yang dilakukan manusia dengan apa yang dilakukan tuhan .

Tidak berniat menyamakan logika
Hanya menjelaskan dengan yang ada di zaman sekarang, supaya lebih di pahami :)


EmoticonEmoticon