Sunday, 20 March 2016

Teknologi Para Nabi Sebelum Nabi Muhammad Yang Fenomenal

Teknologi Para Nabi Sebelum Nabi Muhammad Yang Fenomenal - Teknologi zaman sekarang sudah dikenal manfaatnya, memudahkan manusia. Dahulu ketika ingin mengetahui kabar seseorang harus berkirim surat, namun sekarang cukup dengan HP yang harganya murah dapat di gunakan untuk mengetahui kabar orang lain. Teknologi pun dapat digunakan untuk berdakwah, misalnya dengan share artikel islami di internet dan lain sebagainya. 



Berbicara teknologi Para Nabi pun menggunakan teknologi untuk berdakwah. Teknologi yang sampai sekarang belum ada yang bisa menemukan kembali. Siapakah sajakah para nabi yang menggunakan teknologi Allah Yang Maha Dasyat :

1. Nabi Daud Sang Iron Man

Biasanya seseorang ketika melihat film Iron Man yang hebat akan kagum dengan kostum baju besi dan dapat terbang. Tetapi jangan kagum dulu dengan Iron Man, karena ada Nabi yang tidak kalah hebat dari Iron Man adalah Nabi Daud AS. Beliau merupakan seseorang yang sangat hebat. Sebuah besi yang di pegang beliau dapat lunak seperti halnya manusia biasa memegang tanah liat.  Nabi dari Daud merupakan ayah dari Nabi Sulaiman AS, nabi yang terkenal karena kekayaannya. Nabi daud menurut sejarah merupakan orang yang pertama kali menciptkan baju besi. Dengan kelebihan yang di berikan Allah kepada beliau Nabi Daud dapat dengan mudah membuat baju perang dengan besi karena besi ketika beliau pegang seperti tanah liat.  Jadi duluan mana antara Daud dengan Iron Man ? Mungkin saja pengarang film komik dan film iron man mengambil ide cerita dari Nabi Daud ini. Hehehe

2. Jin Nabi Sulaiman

Untuk memindah barang yang sangat besar maka di zaman sekarang kita membutuhkan sebuah alat berat khusus. Karena untuk memindahkan barang besar perlu perhitungan yang matang, tidak sembarangan. Zaman Nabi Sulaiman sudah ada teknologi canggih yang dapat memindahkan barang besar. Dalam Al Quran di kisahkan bahwa ada seorang Jin Ifrit yang dapat memindahkan sebuah kerajaan dalam waktu sekejap, yang sekarang mungkin di anggap mustahil.

Di zaman sekarang yang kata canggih ini seseorang tidak dapat memindahkan barang besar dengan cepat, bahkan harus memotongnya menjadi beberapa bagian dan kemudian di sambungkan lagi agar mudah di bawah. Namun Jin Nabi Sulaiman tidak demikian, tidak perlu alat, tidak perlu di potong-potong, langsung dalam sekejap dapat memindahkan benda besar yang berupa kerajaan. Andai saja saya punya sepuluh jin mungkin akan membuka jasa ekpedisi barang, kan para jin nya dapat di manfaatkan untuk mengirim barang dengan cepat, keren kan ? :D hehehe

3. Teknologi Tongkat Nabi Musa

Terusan Panama dan Terusan Zues merupakan sebuah jalan pintas yang dulunya adalah sebuah lautan dan kemudian di jadikan sebuah jalan kapal-kapal agar cepat sampai. Pengerjaan terusan yang membela daratan dan lautan agar dapat di lewati ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Teknologi membela daratan atau pun lautan sudah ada di zaman Nabi Musa. Yang pernah belajar sejarang mungkin akan ingat bahwa suatu ketika Nabi Musa di kerja Raja Firaun dan tentaranya dan Nabi Musa di hadapkan dengan lautan kala itu. Nabi Musa yang bingung akhirnya mendapatkan petunjukan dari Allah untuk memukulkan tongkatnya ke  lautan kemudian hal itu di lakukan, dan terbelahkan lautan tersebut dan dapat di jadikan jalan untuk Nabi Musa dan umatnya.

Dengan mudah nya Nabi Musa dapat membela lautan untuk di jadikan jalan. Tetapi sekarang butuh waktu, pemikiran, dan lainya agar laut dapat di jadikan jalan. Coba saja lihat berapa lama jembatan suramadu (surabaya madura) di buat. Bahkan pernah ada suatu mengatakan bahwa untuk membangun bagian tengah dari jembatan suramadu ini harus mendatangkan alat dari negara tirai bambu, tiongkok. Namun di zaman Nabi Musa cukup pakai tongkat saja lautan dapat di jadikan jalan untuk menyebrangi dari suatu daerah ke daerah lain.


Itu beberapa nabi yang sudah mempunyai 'teknologi' dari Allah yang dapat digunakan untuk berdakwah. Semoga cerita di atas dapat memberi manfaat kepada kita semua. Amin...

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon