Friday, 13 May 2016

Biografi KH. Musthofa Bisri (Gus Mus)

Biografi KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) - Gus Mus adalah itu sapaan akrab KH. Musthofa bisri. KH. Musthofa Bisri merupakan ulama yang hebat dalam membuat karya sastra. Banyak puisi dan sajak karya beliau yang terkenal. Kiyai, penyair, novelis, pelukis, budayawan dan cendekiawan muslim, ini telah memberi warna baru pada peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama di nusantara.

KH. Musthofa Bisri Lahir di Rembang Jawa Tengah pada tanggal 10 Agustus 1944. Kakek beliau adalah seorang ulama', begitu pula ayah beliau, merupakan seorang Kiai yang karismatik terkenal. 

Biografi KH. Musthofa Bisri (Gus Mus)
 
Setelah setahun sekolah Madrasah Tsanawiyah, beliau pindah ke Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur selama 2 tahun. Kemudian melanjutkan ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Di Pesantren Krapyak Yogyakarta ini beliau diasuh oleh KH. Ali Maksum hampir tiga tahun. Setelah itu beliau kembali ke rembang beliau mengaji langsung diasuh ayah beliau.

Pada tahun 1964 beliau dikirim ke Kairo Mesir, belajar di Universitas tertua, Universitas Al Azhar dan mengambill jurusan Studi Keislaman dan Bahasa Arab, dan lulus pada tahun 1970, beliau satu angkatan dengan KH. Abdurohman Wahid (Gus Dur)

Sepulang dari Mesir beliau menikah dengan Siti Fatimah. Pasangan ini kemudian dianugerahi tujuh putra-putri.

Diantara karya tulis beliau adalah :

  • Dasar-dasar Islam (terjemahan, Abdillah Putra Kendal, 1401 H);
  • Ensklopedi Ijma’ (terjemahan bersama KH. M.A. Sahal Mahfudh, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987);
  • Nyamuk-Nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak, Gaya Favorit Press Jakarta, 1979);
  • Kimiya-us Sa’aadah (terjemahan bahasa Jawa, Assegaf Surabaya);
  • Syair Asmaul Husna (bahasa Jawa, Penerbit Al-Huda Temanggung);
  • Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994);
  • Tadarus, Antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993);
  • Mutiara-Mutiara Benjol (Lembaga Studi Filsafat Islam Yogya, 1994);
  • Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995);
  • Pahlawan dan Tikus (kumpulan puisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996);
  • Mahakiai Hasyim Asy’ari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996);
  • Metode Tasawuf Al-Ghazali (tejemahan dan komentar, Pelita Dunia Surabaya, 1996);
  • Saleh Ritual Saleh Sosial (Mizan, Bandung, Cetakan II, September 1995);
  • Pesan Islam Sehari-hari (Risalah Gusti, Surabaya, 1997);
  • Al-Muna (Syair Asmaul Husna, Bahasa Jawa, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, 1997);
  • Fikih Keseharian (Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, bersama Penerbit Al-Miftah, Surabaya, Juli 1997)

Beliau sekarang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon