Thursday, 16 June 2016

41 Nasehat Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo

41 Nasehat Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo

41 Nasehat Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo


1. Yang penting NGAJI !!! Walaupun anaknya seorang tukang ngarit tapi mau ngaji, ya akan pinter. Anaknya orang alim tapi tidak mau ngaji, ya tidak akan pinter. YANG PENTING NGAJI SING TENANAN. - KH. Abdul Karim (Pendiri Ponpes Lirboyo)

2. Doakan aku supaya jangan dulu meninggal sebelum bisa puasa selama 9 tahun seperti Mbah Khalil. Dan doakan aku juga supaya diakui santrinya Mbah Khalil. - KH. Abdul Karim (Pendiri Ponpes Lirboyo)

3. Yang dinamakan santri yang manfaat ilmunya adalah santri yang ilmunya bisa menuntun mereka meraih ridho Allah. Masalah keadaan tiap-tiap santri di rumahnya kelak, terserah gusti Allah. - KH. Marzuqi Dahlan (Pengasuh Ponpes Lirboyo)


 

Baca juga :
1. Naik Bis Haram
2. Profil Pondok Pesantren As Salafy Terpadu Ar Risalah Lirboyo Kediri
3. Review NET TV



4. Jangan sekali-kali kalian menyakiti hati orang tua. terlebih-lebih ibu. Karena menyebabkan ilmunya tidak bermanfaat. - KH. Marzuqi Dahlan (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

5. Jika ingin tujuanmu tercapai, jangan makan nasi alias ngerowot. - KH. Marzuqi Dahlan (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

6. Banyak dan sedikitnya ilmu itu sebuah amanat jadi harus disebarkan. - KH. Marzuqi Dahlan (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

7. Ingat kalau kamu jadi pemimpin, tolong hindari 2 masalah. Pertama, jangan sampai mata duitan. Kedua, jangan tergoda perempuan. Kalau bisa bertahan dari dua hal ini Insya Allah selamat. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

8. Ngajarlah ngaji !!! Kalau nanti kamu tidak bisa makan, kethoken kupingku/potong telingaku. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

9. Nabi Sulaiman itu sukses dalam 90 tahun dan Nabi Nuh sukses dalam waktu 900 tahun. Tetapi di dalam Al-Qur’an yang disebut Ulul 'Azmi adalah Nabi Nuh. Ini menunjukkan perjuangan dilihat dari kesulitan, bukan dari jumlah murid-muridnya. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

10. Saya dulu waktu di pondok tidak pernah membayangkan akan jadi kyai, tidak pernah membayangkan akan menjadi orang kaya. Akhirnya menjadi orang mulia seperti ini saya takut. Jangan-jangan bagian saya ini saja, di akhirat tidak dapat bagian apa-apa. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

11. Kalau ingin hidup mulia hormati orangtua, khususnya ibu. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

12. Orang yang mempunyai ilmu sambil di riyadhohi dengan yang tidak di riyadhohi itu hasilnya beda. Riyadhoh yang paling utama adalah istiqomah. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

13. Orang ingin sukses itu kuncinya menghormati istri. - KH. Mahrus Ali (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

14. Barang siapa yang tidak mati karena pedang, maka ia akan mati dengan sebab musabab lain. Sebab musabab kematian itu banyak, namun mati cuma sekali. - KH. Maksum Jauhari (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

15. Banyak orang yang ilmunya sedang-sedang saja Tapi betapa hebat manfaat dan barokahnya karena ditunjangi oleh sifat tawadhu’ dan banyak khidmah tholabul ‘ilmi. - KH. Makshum Jauhari (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

16. Menghormati guru harus juga menghormati apa yang dimiliki guru. - KH. Maksum Jauhari (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

17. Empat perkara untuk menjadi hamba Allah yang haqiqi adalah adab, ilmu, sidqu, dan amanah. - KH. Imam Yahya Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

18. Santri kok pacaran berarti santri gadungan. Pernikahan yang berangkat dari pacaran biasanya tidak bahagia, karena saat pacaran yang diperhatikan hanya kebaikannya saja. Dan yang jelas menurut Islam pacaran itu dilarang. - KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

19. Walaupun di rumah sudah menjadi tokoh masyarakat, bahkan menjadi wali. Kalau belum mengajar, masih kurang disenangi oleh Mbah Abdul Karim. - KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

20. Orang yang ahli baca shalawat, dzurriyah dan anaknya akan mudah menjadi orang ‘alim, shalih akhlaq dan tingkah lakunya. - KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

21. Ketika belajar di Lirboyo jangan pernah putus asa apapun yang terjadi. - KH. Ahmad Idris Marzuqi (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

22) Santri kalau pulang harus bisa menjadi seperti paku yang bisa menyatukan berbagai lapisan masyarakat, MESKIPUN DIRINYA TAK TERLIHAT.- KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

23. Lisan hanya wasilah, dakwah sebenarnya (dengan) hati. -KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

24. Jangan dikira umat Islam benci dengan orang Budha, tapi maksudnya yang dibenci adalah agamanya bukan orangnya. - KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

25. Berbuatlah kebaikan sesuai dengan keahlianmu. - KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

26. Kekuatan manusia terbatas. kewajiban kita adalah ikhlas dan berdoa. jangan cuma, "Saya harus bisa begini" - KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

27. Puncak dari segala kenikmatan adalah meninggal dalam keadaan menetapi iman dan Islam. - KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

28. Birrul walidain itu caranya bukan berarti orangtua digendong ke sana ke sini. Tapi yang terpenting jangan menyakiti hati orangtua. - KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

29. Hidup di dunia ini pasti terkena cobaan, jangan heran. itu sudah menjadi ketentuannya. - KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

30. Amalkanlah ilmu yang kalian peroleh sambil tetap mencari ilmu. Karena mencari ilmu itu tetap diwajibkan sampai akhir hayat. - KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

31. Kita harus benar-bemar ikhlas dalam berjuang. Jangan sampai mengharapkan pamrih dari segala sesuatu yang kita sumbangkan kepada masyarakat dan bangsa. - KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

32. Harganya seseorang adalah ilmu dan pengamalannya. - KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

33. Sebaik-baiknya orang, itu orang diajak pencuri, pencurinya malah sadar. Sejelek-jeleknya orang, itu orang diajak pencuri malah ikut jadi pencuri. Jangan mudah terbawa zaman, sekarang sudah tidak karuan. Jangan ikut-ikutan tidak karuan. - KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

34. Orang sukses dan alim tentu ada hubungan dengan orangtua dan kakeknya. - KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

35. Perjuangan membutuhkan pengorbanan. Kejayaan membutuhkan perjuangan. - KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

36. Setan menggoda dengan cara apapun. Kadang dengan pemikiran. Ini yang berbahaya, maka tafakkur harus didasari ilmu. - KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

37. Yang bertanggung jawab terhadap NU adalah santri, karena NU lahir dari kalangan pesantren. - KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

38. Yang serius belajarnya !!! Mumpung masih muda. Kalau sudah tua pasti nambah repot, karena tidak ada orang tua yang tidak repot. - KH. Habibullah Zaini (Pengasuh Ponpes Lirboyo)



Baca juga :
Cak Lontong, Salam Lemper
Mimpi Terindah - Kisah Abu Nawas
Kasiat Surat Al Waqiah Agar Rezeki Lancar


39. Jangan takut ketika tidak bisa bekerja, tapi takutlah ketika hanya bisa bekerja. Pendidikan di Lirboyo bukan untuk bekerja, tapi untuk dakwah. - KH. Ma'ruf Zainuddin (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

40. Harus punya tanggung jawab, kewajiban orang yang mencari ilmu harus belajar. Kewajiban orang yang mempunyai ilmu harus mengajar. - KH. Ma'ruf Zainuddin (Pengasuh Ponpes Lirboyo)

41. Ilmu itu amanah, harus dipegang teguh dan disampaikan kepada yang berhak. - KH. Rofi'i Ya'kub (Pengasuh Ponpes Lirboyo)


Sumber : Ponpes Lirboyo Kediri

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon