Wednesday, 15 June 2016

Berdakwah Dengan Cerita Dongeng

Berdakwah Dengan Dongeng - Berdakwah menyebarkan agama Allah adalah hal yang sangat baik. Metode dakwah bermacam-macam, ada yang berdakwah dengan musik diselingi dengan ceramah, ada yang berdakwah dengan mengadakan pengajian-pengjian rutinan, ada yang mendirikan pondok pesantren dan madrasah atau yang lainnya. Semuanya saling melengkapi satu sama lainnya.

Berdakwah dengan berceramah adalah salah satu dakwah yang terbilang sangat positif. Apalagi jika audiens sudah banyak, misalnya saja sudah menjadi mubaligh di televisi nasional, tentunya audiens dapat mencapai seluruh Indonesia. Dalam berdakwah menggunakan cara berceramah ada yang menggunakan banyak dalil-dalil baik itu dari Al Quran dan hadist maupun dawuh para ulama'.
Berdakwah Dengan Cerita Dongeng

Memang bagus menggunakan dalil-dalil sebagai bahan pembicara ketika berdakwah, kalau terlalu berlebihan malah audiens tidak akan paham, karena tidak semuanya menyukai hal itu. Misalnya saja, menerangkan dalil sampai ke sanad-sanadnya, tentunya masyarakat awam akan geleng-geleng kepala bukan karena paham, tapi sebaliknya tidak mudeng sama sekali.

Menurut beberapa dai yang sudah berpengalaman seperti Ustad Wijayanto yang sering berdakwah di televisi Nasional beliau pernah mengatakan berdakwah dengan ceramah yang isinya dengan dongeng lebih efektif. Hal ini karena dongeng kesannya tidak menggurui. Dan seseorang yang mendengarkan dongeng akan dapat dengan mudah mengambil kesimpulan dari dongeng tersebut, mengambil kesimpulan atau dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut. Dengan begitu hikmah dari cerita tersebut akan mudah merasuk ke dalam jiwa seseorang.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon