Thursday, 9 June 2016

Shodaqoh Minta Dunia atau Minta Akhirat ?

Shodaqoh Minta Dunia atau Minta Akhirat ? Setiap orang memiliki cara pandang berbeda maka jangan salah bila ada perbedaan pendapat antara satu orang dengan orang lainnya. Dalam hal yang berkaitan di dunia saja banyak perbedaan. Paling enak hidup di kota yang satu bilang paling enak hidup di akhirat. Lalu siapa yang benar ? Keduanya mungkin saja benar karena alasan-alasan tertentu karena orang memiliki pendapat seperti itu tentunya memiliki dasar.
Shodaqoh Minta Dunia atau Minta Akhirat ?

Begitu pula dengan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat. Beberapa waktu yang lalu ada sebuah artikel yang berisi perbedaan pendapat antara satu orang dengan orang lain tentang masalah shodaqoh. Mungkin anda sudah tahu siapa yang saya maksut ini.

Ya begitulah.
Yang pertama bilang shodaqoh jangan mengharapkan balasan yang penting mendapat ridho Allah. Shodaqoh kok mengharapkan imbalan. Tidak ikhlas itu namannya.

Yang kedua bilang Shodaqoh yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah yakni akan dilipat gandakan. Kalau sudah dilipatgandakan kita dapat menshodaqohkan lagi untuk kebaikan.

Kurang lebih kedua pendapatnya seperti itu.

Kedua pendapat di atas terlihat bertentangan, yang satu ikhlas tanpa pamrih namun yang kedua berharap dapat dilipat gandakan apa yang telah dishodaqohkan. Lalu diantara kedua pendapat di atas mana yang benar ? Keduanya dapat dikatakan benar karena memiliki dasar masing-masing yang inti dari tujuan keduanya adalah untuk kebaikan. Sekali lagi keduanya baik jika tujuannya sama-sama baik.

Kenapa mereka pendapatnya berbeda padahal tujuannya sama-sama baik ? Setiap orang mempunyai tingkatan pemikiran berbeda-beda. Ada orang yang tingkatannya sudah hakikat namun ada pula masih pada syariat. Lihat siapa yang mengeluarkan pendapat shodaqoh agar rezeki semakin lancar dan lihat pula siapa yang mengeluarkan pendapat bahwa shodaqoh harus ikhlas tanpa mengharapkan balasan. Mungkin saja kedua berada pada tingkatan berbeda, mungkin yang satu sudah tingkatan hakikat dan yang kedua masih tingkatan syariat.

Wallahu a'lam bi showab

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon