Monday, 4 July 2016

Mengapa Harus Mudik ?

Mengapa Harus Mudik - Bekerja di perantauan di kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya sudah tidak asing lagi dengan istilah MUDIK. Mudik merupakan moment para perantauan untuk pulang sejenak ke kampung halaman. Mudik ini biasanya dilakukan ketika moment tertentu misalnya hari raya idul fitri atau liburan tahun baru. Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan rutinitas ini, silakan disimak : 

Mengapa Harus Mudik ?

Silaturahmi

Bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman merupakan moment yang sangatlah spesial. Walau hanya beberapa hari namun itulah moment dimana semua keluarga berkumpul berbahagia. Dengan adanya ada kumpul keluarga ini maka kita dapat saling bersilaturahmi. Yang jarang bertemu jadi bisa bertemu. Acara kumpul seperti dapat dijadikan saling berbagi cerita dan pengalaman.

Liburan

Rasa lelah bekerja obatnya adalah liburan. Ya liburan, travelling ke kampung halaman. Walau jalanan penuh dengan kemacetan akan terbayar jika sudah sampai kampung halaman. Entahlah yang dirasakan di kampung halaman. Padahal kehidupan di pedesaaan yang jauh dari kota itu berbeda sekali. Jika di kota bisa mendapatkan sinyal 4G namun di desa mendapatkan sinyal 2G sudah bersyukur sekali.

Di desa juga tidak ada fasilitas seperti perkotaan namun para pemudik tetap senang, bahagia sampai di kampung. Mungkin para pemudik merasakan bahwa kehidupan di pedesaan lebih nyaman dan tentram daripada kehidupan di kota besar. Ataukah mereka sudah bosan hidup di kota ?

Berbagi Kebahagian

Sukses di kota besar rasanya kurang afdhol jika tidak mengajak sanak saudara untuk merasakan kesuksesan tersebut. Dengan adanya mudik maka seseorang yang sudah sukses di kota besar biasanya mengajak sanak saudara untuk diajak bekerja di kota besar agar sukses seperti mereka. Namun ada pula yang merantau ke kota besar belum kunjung sukses. Entah apa penyebabnya. Namun semoga mereka yang merantau bekerja di kota besar dan berbagai tempat di belahan bumi tetap dapat sukses dan mendapat ridho dari Allah SWT. Amin

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon