Wednesday, 13 July 2016

Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK

Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK - Selama bekerja di perusahaan orang terasa aneh dan kurang sreg, itulah yang di rasakan Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK. Gojek merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan jasa layanan ojek berbasis online. Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita tentang adanya ojek online ini.

Sebelum mendirikan GOJEK Nadiem Makarim ini bekerja disebuah perusahaan di Jakarta dalam bidang konsultan bisnis. Kemudian berpindah ke Zalora sebagai Managing Director dan dia adalah salah satu CO Foundernya. 

Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK


Nadiem Makarim merupakan seorang lulusan Harvard University dengan gelar MBA namun sebelumnya ia mengambil D1 di Foreign Exchange di London School Of Economics. Perlu diketahui bahwa Nadiem Makarim merupakan pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984 putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadrie. Ayah Nadiem sendiri merupakan seorang pengacara yang tinggal di singapura namun aslingan berasal dari Pekalongan dan Ibunya berasal dari Pasuruan Jawa Timur.

Walaupun kelahiran Singapura, Nadiem tetap berkebangasaan Indonesia. Dia sekolah SD dan SMP di Jakarta kemudian memilih melanjutkan SMA di singapura.

Setelah beberapa tahun bekerja "ngikut" orang akhirnya dia mendirikan Gojek yakni sebuah aplikasi yang dapat membantu para tukang ojek agar dapat dengan mudah mendapatkan penumpang karena berbasiskan sistem aplikasi online.

Gojek didirikan tidak untuk menyaingi ojek tradisional, malah sebaliknya. Para tukang ojek tradisional bisa bergabung dengan Layanan GOJEK dengan komisi pembagian 80:20. 80% untuk tukang ojek dan 20% untuk perusahaan ojek. Untuk bergabung dengan gojek ini cukup mudah yakni memiliki motor dan surat yang lengkap dan juga memiliki smartphone. Namun jika tidak memiliki smartphone maka akan perusahaan gojek akan membelikan smartphone untuk tukang ojek dengan membayar secara kredit namun dengan harga ringan.

Begitulah kisah Nadiem Makari, Pendiri Gojek.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon