Monday, 1 August 2016

Menjadi Santri Itu Luar Biasa

Menjadi Santri Itu Luar Biasa- Seorang santri yang belajar di pesantren tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja namun juga belajar banyak hal lain yang nantinya dapat berguna di masyarakat. Bagi seorang perempuan mondok merupakan hal kiranya penting sekali karena di pondok pesantren akan diajarkan berbagai hal untuk bekal bermasyarakat dan berumah tangga.

Di Pondok Pesantren dilatih untuk rajin Ibadah

 
Menjadi Santri Itu Luar Biasa


Sebagai seorang muslim sudah sewajarnya untuk melakukan ibadah baik itu ibadah sunah maupun wajib. Jika pernah mondok di pondok pesantren maka seseorang akan terbiasa untuk melakukan ibadah. Karena di pondok pesantren jika tidak melaksanakan ibadah bisa-bisa mendapatkan takziran atau hukuman. Hal ini dilakukan agar terbiasa dan melatih para santri agar terbiasa melakukan ibadah.

Santri Terlatih Hidup Sederhana

 
Menjadi Santri Itu Luar Biasa


Hidup terbatas di pesantren, itu yang di rasakan para santri. Makan seadanya, kalau waktu dikunjungi orang tua mungkin bisa merasakan makanan dari rumah dan itu nikmat luar biasa. Hehehe. Dan tentunya makanan itu tidaklah dimakan sendirian. Seluruh anggota kamar akan kecipratan rasanya makanan dari rumah.

Santri Itu Jago memasak

 
Menjadi Santri Itu Luar Biasa


Ada pondok pesantren yang mengizinkan para santrinya untuk memasak sendiri namun adapula yang dilarang karena dikhawatirkan menyebabkan kebakaran atau hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau diizinkan memasak sendiri itu asyik sekali karena kita dapat belajar memasak walaupun pada akhirnya masakannya rasanya tidak jelas. Hehehe

Santri itu Pintar mengatur waktu dan uang

 
Menjadi Santri Itu Luar Biasa

Baca juga :
Kisah Hidup Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK
Air Minum Santri Produksi PP Sidogiri Pasuruan
Bisnis Cuci Kendaraan Kinclong


Menjadi Santri Itu Luar Biasa


Kalau tidak dapat membagi waktu maka seorang santri bisa-bisa bingung sendiri. Karena di pesantren diajarkan untuk disiplin agar semua aktifitas dapat terlaksana dengan baik. Misalnya saja jika waktu mengaji ya mengaji, kalau tidak begitu seorang santri akan ketinggalan suatu ilmu dan menyebabkan pada pelajaran berikutnya tidak faham.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon