Sunday, 18 September 2016

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA - Ulama Yang Ahli Teknologi

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA - Ulama Yang Ahli Teknologi - Muhammad Nuh terlahir di Surabaya pada 17 Juni 1959. Terlahir dari keluarga pesantren, ayah beliau merupakan adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya yakni H. Muchammad Nabhani.

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA - Ulama Yang Ahli Teknologi


Setelah lulus dari tingkatan SLTA beliau melanjutkan pendidikan di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya kemudian lulus tahun 1983. Setelah lulus beliau menjadi dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Setelah itu beliau mendapat beasiswa S2 di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Setelah itu beliau melanjutkan S3 pada kampus yang sama. 


Baca juga :
1. Test Kemiringan Otak Manusia
2. Radio Persada FM Lamongan - Radio Dakwah
3. Restoran Sunan Drajat Di Malaysia


drg. Layly Rahmawati merupak istri dari Muhammad Nuh. Pernikahan ini dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir di Perancis. Tahun 1997, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.

Pada 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun 2003 juga, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat.

Selain sebagai rektor, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA juga menjabat sebagai Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon