Saturday, 24 September 2016

Profil Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Batang

Profil Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Batang - Mayor Arh. (Purn.) H. Yoyok Riyo Sudibyo terlahir dari pasangan H. Suripto dan Hj. Siti Kodriyah di Batang Jawa Tengah. Menjabat Bupati Kabupaten Batang sejak 13 Februari 2012.

Terlahir dan di besarkan di lingkungan yang agamis membuat seorang Yang H. Yoyok Riyo Sudibyo ini menjadi seorang bupati yang jujur. Semasa di pimpinnya Kabupaten Batang menjadi kabupaten yang bersih, bersih dari lingkungan dan juga  bersih dari korupsi. Bahkan beliau mendapat penghargaan sebagai salah pemimpin
penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015 yang bersih dari korupsi

Profil Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Batang

 

Siapa Yoyok Sebenarnya ?

Setelah sekolah dasar dan tingkat menengah dihabiskan di daerah Bawang selanjutnya seorang Yoyok Riyo Sudibyo melanjutnya pendidikannya di SMAN 1 Batang. Di sekolah dia dikenal sebagai seorang yang cerdas dan pandai bergaul dan bersikap sederhana. Setelah lulus dia mencoba mendaftar AKMIL namun gagal dan akhirnya kuliah di UNDIP selama 2 tahun. Setelah itu mencoba mendaftar kembali masuk AKMIL dan akhirnya diterima pada tahun 1991.

Lulus AKMIL, sosok Yoyok Riyo Sudibyo kemudian merampungkan Pendidikan Dasar Kecabangan Arhanud di Junrejo, Batu Malang tahun 1995. Dengan pangkat Letnan Arhanud Yoyok Riyo Sudibyo memulai karir militer untuk pertama kali di Satuan Batalyon Arhanudse 6 Kodam Jaya.

Karir Militer Yoyok Riyo Sudibyo

  • Kepala Seksi Intelijen Batalyon Arhanudse-6 
  • Perwira Seksi Operasi Detasemen Intelijen Kodam Jaya Jakarta
  • Komandan Badan Koordinasi Intelijen Daerah Jakarta Selatan pada tahun 2002.  
  • Komandan Koramil 03 Tanjung Priok dan merangkap sebagai Perwira Seksi Intelijen Kodim Jakarta Utara pada tahun 2002-2003.  
  • Kepala Sub Direktorat Pengerahan dan Penggalangan Massa Deputi V di Badan Intelijen Negara (BIN).


Pensiun Lebih Dini dan Menjadi Pengusaha

Pernah di tugaskan ke daerah Papua dan pada saat di papua inilah kesehariaannya yang sering berinteraksi dengan pedagang membut jiwa pedagangnya muncul karena memang terlahir dari keluarga pedagang. Akhirnya seorang Yoyok memulai bisnisnya dan keluar dari dunia militer. Keputusan yang mungkin di anggap orang lain sebagai hal yang kurang tepat. Namun bagi seorang Yoyok inilah yang tepat agar tidak dikatakan sebagai seseorang yang memanfaatkan jabatan militer untuk kepentingan bisnisnya dan juga setelah mendapatkan restu dari orang tuanya. Setelah 14 tahun berkarir di dunia militer akhirnya yoyok resmi keluar dan menjadi pengusaha. 

Pebisnis Sukses

PT Smile Papua dan PT Papua Maju Sejahtera adalah dua perusahaan yang didirikan oleh Yoyok yang bergerak dalam bidang garmen atau pakaian. Perusahaan ini didirikan agar masyarakat sekitar tidak menjadi pengangguran. Hasil laba dari perusahaan inipun tidak hanya untuk kepentingan pribadi. Dalam bidang pendidikan dia memberikan beasiswa kepada siswa SMA Berprestasi yang kurang mampu. Dan dalam bidang kerja, dia membuat kerjasama yakni menyediakan lapangan tenaga kerja diperusahaaan yang didirikannya tersebut. Dalam bidang agama, Yoyok pun ikut membantu dalam pemberdayaan beberapa pesantren di Bawang Kabupaten Batang.

Hobi dan cintanya pada bola kaki, juga mendorong Yoyok untuk menghidupkan antusiasme masyarakat di bidang sepak bola. Kepeduliannya ini ia mulai dengan menyalurkan bakat sepak bola anak-anak muda Bawang dengan membidani lahirnya PS Merpati atau Laskar Gunung Prau U-20.

Ditunjuk Menjadi Calon Bupati

Aktivitas Yoyok dipenuhi kesibukan menjadi pengusaha dan tokoh muda yang peduli pada masalah sosial membuat para tokoh masyarakat dan Kyai di daerah tersebut kagum. Tidak dikira itu menjadi perhatian banyak tokoh masyarakat dan para kyai di Bawang. Ceritanya malam itu di Gor Bawang, pukul 20.00 WIB, mereka meminta Yoyok untuk lebih konsentrasi di kabupatennya sendiri. Pada tahun itu Batang, ada momentum perubahan yang menentukan yakni Pilkada, kata seorang tokoh masyarakat kepada Yoyok. "Karena itu kami meminta dengan sangat agar saudara Yoyok bismilah berusaha maju ke pemilukada", lanjutnya. Tentu pilihan yang tak mudah bagi Yoyok dan juga keluarganya untuk menerima aspirasi tersebut menyadari perpolitikan di Batang di bawah dominasi kekuasaan yang kuat dan akan melanggengkannya. Perlu waktu cukup lama dorongan itu dipikirkan masak-masak. Akhirnya Yoyok Riyo Sudibyo maju dalam pemilukada tersebut.

Pemungutan Suara suara pada 11 Desember 2011 yang lalu berhasil mengungguli 2 pasangan lain yakni Dheddy Irawan-Mujarwo (Dhewo) dan Susi Itiani-Lafran Pancaputranto (Bersusila). Dengan memperoleh sebanyak 171.184  suara atau menang di angka 40,42 %. Pasangan ini (YOYOK – SUTADI) akan memimpin Kabupaten Batang untuk masa 2012-2017 dengan visi “Birokrasi Bersih, Ekonomi Bangkit”.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon