Wednesday, 28 September 2016

Siapa sebenarnya si BOY itu ?

Siapa sebenarnya si BOY itu ? Terlahir dari keluarga kaya raya, memiliki bentuk tubuh sempurna, ganteng atau cantik, hidup mewah dan serba kecukupan, tidak mengenal namanya kata sedih, hidupnya selalu bahagia, siapa yang tidak ingin seperti itu ? Namun itu semuanya adalah cerita fiktif belaka, ya hanya cerita fiktif karena hidup di dunia bukan seperti itu. Surga kebahagian seperti itu berada di akhirat kelak, bukan sekarang.

Siapa sebenarnya si BOY itu


Baca juga :
1. Naik Bis Haram
2. Profil Pondok Pesantren As Salafy Terpadu Ar Risalah Lirboyo Kediri
3. Review NET TV


 Jika kita sering menonton televisi mungkin kita akan menemukan tokoh dalam sinetron yang hidupnya demikian. Terlahir dari keluarga kaya, ganteng atau tampan, intinya sempurna. Biasanya tokoh ini bernama BOY. Kenapa "biasanya" ? Karena tidak hanya dalam satu film seorang yang bernama BOY ini seperti itu. Ada beberapa sinetron dan film dengan nama BOY yang kehidupannya seperti itu : terlahir kaya raya, ganteng serba kecukupan, perfect lah hidupnya.

Entah kenapa semua diberi nama BOY, bukankah ada banyak nama di dunia ini. Mungkin bisa diberi nama Ahmad, Wibowo, Paejo dan lain-lain. Ada salah satu stasiun televisi nasional yang mencerita sosok BOY yang hidupnya bersama Genk motornya. Mungkin anda lebih paham stasiun televisi mana yang dimaksut. Dan sekarang muncul pula tokoh BOY yang lain yang ikut muncul namun di stasiun televisi lain yang pernah saya review, televisi nasional baru. Kalau saya amati tokoh BOY yang baru muncul ini kisahnya lebih masuk akal dari pada cerita si BOY yang sudah muncul dengan genk motor. Tidak penting membahas hal itu.

Zaman sekarang banyak masyarakat oleh tontonan televisi yang hanya mengejar uang dari pada tontonan berkaulitas yang benar-benar mendidik. Masyarakat yang dibodohi oleh tontonan. Pada saat sebuah sinetron populer dan banyak ditonton saat itulah orang yang membuat sinetron tersebut mendapatkan banyak uang dari iklan sinetron tersebut. Apalagi pada saat jam 18.00-22.00, pada jam inilah iklan televisi lebih mahal daripada jam lain.

Semoga masyarakat lebih paham mana tontonan yang mendidik dan tidak. Dan semoga pula tidak berkhayal dan meniru kehidupan di sinetron. Kalau meniru kehidupan seperti di sinetron maka hidup akan serba kurang, bagaimana tidak, di sinetron hidupnya serba mewah, serba cukup mau apapun tinggal minta. Berbeda dengan kehidupan nyata. Mungkin anda lebih paham seperti apa hidup itu.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon