Monday, 3 October 2016

Perbedaan Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier

Perbedaan Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier - Peremajaan pesawat bagi maskapai di Indonesia menjadi hal yang rutin dilakukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan mencegah terjadinya kerusakan yang dapat memunculkan biaya tinggi dan demi alasan efisiensi bahan bakar. Semakin berkembangnya zaman, teknologi di dunia penerbangan sekarang sudah mulai canggih. Banyak pesawat komersial yang muncul di pasaran dengan keunggulan teknologinya masing-masing, seperti Foker dengan pesawat F-28 dan F-100. Dan Bombardier dari Canada dengan tipe CRJ100, CRJ440, CRJ500. Hanya dari sekian banyak pesawat komersial, yang terkenal di Indonesia adalah buatan Airbus dan Boeing. Berikut perbedaan dari masing-masing tipe pesawat.


Baca juga :
1. Naik Bis Haram
2. Profil Pondok Pesantren As Salafy Terpadu Ar Risalah Lirboyo Kediri
3. Review NET TV

AirBus

Perbedaan Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier

 

Airbus adalah pesawat komersial yang masuk kategori Medium Range Aircraft yang mampu menempuh jarak antara 4.000 hingga 10.400 km. Berpusat di Perancis, jenis pesawat AirBus memiliki beberapa tipe, yaitu A318, A319, A320, A321, dan A330. Maskapai penerbangan di Indonesia yang menggunakan tipe AirBus ini adalah Citilink (Airbus A320-200), Air Asia (Airbus A320-200 dan Airbus A320Neo), dan Garuda Indonesia (Airbus A330-200 dan Airbus A330-300) yang memiliki karakteristik badan pesawat yang sempit (narrow body) dan memiliki kapasitas 150 hingga 180 kursi pesawat.

Airbus A320 mampu menempuh jarak hingga 5.920 km dengan menghabiskan bahan bakar 24.210 liter yang lebih efisien dari Boeing 737. Airbus A330 merupakan sebuah pesawat terbang jet sipil komersial bermain jarak menengah hingga jarak jauh serta berkapasitas besar dan berbadan lebar. Diperkirakan pesawat ini akan digantikan oleh seri terbaru Airbus A350.

Boeing

Perbedaan Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier

 

Boeing merupakan jenis pesawat yang paling dikenal di seluruh dunia. Berbasis di Chicago, Amerika Serikat, perusahaan pembuat pesawat terbang ini didirikan oleh William Edward Boeing seorang pebisnis dan penebangan kayu yang sukses. Boeing memiliki dua divisi, yaitu Boeing Integrated Defense System (IDS) yang bertanggung jawab untuk produk militer dan angkasa, dan Boeing Commercial Airlines (BCA) untuk pesawat sipil.

Produk Boeing yang paling laku adalah tipe Boeing 737 yang pertama kali dibuat tahun 1967. Dengan penjualan sebanyak 7000 buah, Boeing berfungsi untuk melakukan penerbangan jarak dekat dan sederhana. Saingan terbesar Boeing 737 yang banyak digunakan untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia adalah Airbus A320 yang juga dilengkapi teknologi tinggi sejak tahun kemunculannya di tahun 1990. Boeing menciptakan seri 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dan menampung penumpang lebih banyak dari tipe 707 untuk melengkapi kebutuhan komersial dan tren peningkatan penggunaan pesawat terbang sebagai alternatif transportasi.

Di Indonesia, Boeing 737 merupakan standar armada bagi maskapai di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan Indonesia menggunakan Boeing 737 dalam operasional penerbangan. Perbedaan antara Airbus dan Boeing yaitu Airbus dibentuk oleh konsorsium Eropa, sementara Boeing dimiliki oleh Amerika Serikat. Kedua perusahaan swasta penghasil pesawat komersial ini sejak dekade tahun 1990an untuk pasar global untuk pesawat jet komersial berukuran besar, mulai dari pesawat berbadan sempit, lebar, hingga jet berukuran jumbo.

Garuda Indonesia juga akan mengoperasikan Boeing 777, sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar untuk perjalanan jarak jauh dengan kapasitas 305 hingga 550 penumpang dengan jangkauan 5.600 hingga 16.400 km. Selain itu, Boeing 777 untuk menggantikan Boeing 747 dan tentunya lebih efisien. Di kelas Long Range Aircraft yang mampu terbang minimal 10.400 km non stop, pesawat Boeing dan Airbus bersaing sangat ketat.

ATR

 
Perbedaan Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier

ATR yang berpusat di Perancis adalah salah satu perusahaan fokus pada pengembangan bisnis pesawat komersial dengan tipe ATR42 dan ATR72 sejak tahun 1981. Perbedaan antara keduanya yakni terletak dari jumlah kursi yang ada di masing-masing tipe pesawat. ATR42 berasal dari jumlah kapasitas kursi yang berjumlah 40 hingga 50. Pesawat ini kemudian dikembangkan menjadi ATR72. Pesawat ATR72-600 telah digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia dalam operasionalnya sehari-hari, terutama untuk rute-rute di Kalimantan (Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, dan Putusibau) sehingga transportasi di Kalimantan lebih cepat dan efisien seiring meningkatnya perdagangan dan perekonomian antar kota-kota tersebut.

Ramainya peminat yang menggunakan transportasi di rute-rute di area yang masih sulit transportasi membuat Garuda Indonesia mengembangkan penggunaan ATR72-600 hingga ke daerah-daerah Timur Indonesia, seperti Bali, Bima, Mataram, dan Labuan Bajo. Pejabat tinggi Garuda Indonesia menyatakan bahwa pesawat inilah yang paling canggih dan nyaman di kelasnya untuk melayani rute penerbangan jarak pendek di berbagai pulau dan kota. Keunggulan lain dari pesawat komersial ATR72-600 adalah :
  1. Bbisa menjangkau bandara kecil dengan landasan pacu kurang dari 1600 meter dan jarak tempuh kurang dari 900 NM
  2. Walaupun berkapasitas 70 penumpang dengan jarak kursi hanya 30 inci, interior kabin tetap terasa aman dan nyaman bagi penumpang karena di desain khusus oleh ahli modifikasi interior mobil sport, Giorgetto Giugaro dari Italia,
  3. ATR72-600 juga diklaim hemat bahan bakar sekitar 50 persen ketimbang pesawat lain yang sejenis dan memiliki jarak tempuh yang sama, sehingga biaya operasionalnya lebih rendah,
  4. Kantor pelayanan ATR di Singapura akan menjamin ketersediaan suku cadang utama, seperti baling-baling dan nosel bahan bakar.

Bombardier

Perbedaan Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier

Pesawat komersial dengan tipe Bombardier ini dibuat oleh Bombardier Aerospace yang merupakan bagian dari Bombardier Inc, sebuah perusahaan pesawat terbesar keempat di dunia dalam hal pengiriman tahunan pesawat komersial secara keseluruhan. Bermarkas di Montreal, Quebec, Canada, Bombardier bekerjasama dengan perusahaan Aerospace ExelTech untuk pemeliharaan, masalah perbaikan, dan overhaul (MRO). Bombardier melengkapi produksi pesawat terbang mereka mulai dari pesawat jet bisnis, jet komersial, hingga turboprop. Di Indonesia sendiri, walaupun rata-rata menggunakan Boeing dan Airbus untuk mengangkut banyak penumpang sekaligus, tetapi untuk penerbangan di Timur Indonesia pada umumnya menggunakan pesawat yang lebih kecil. Garuda Indonesia memilih Bombardier CRJ700 untuk rute-rute penerbangan ke Indonesia bagian timur yang masih memiliki akses transportasi yang minim. Semua pesawat CRJ700 dibuat di Bandar Udara Internasional Montreal Mirabel di Kanada yang merupakan perpanjangan dari jumlah kursi pesawat yang terdiri dari 66 hingga 78 kursi. Dilengkapi dengan sayap baru, CJR700 dilengkapi dengan sudut flat yang tinggi dan perpanjangan serta sedikit pelebaran lambung dengan lantai yang lebih rendah.

Nah, sudah tahu kan perbedaan pesawat terbang Airbus, Boeing, ATR dan Bombardier? Jangan khawatir soal keamanannya, didukung dengan pilot yang berpengalaman serta teknisi yang selalu sigap mengecek mesin agar siap terbang tanpa masalah, akan membawa Anda terbang menikmati birunya langit dengan perasaan aman dan nyaman.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon