Saturday, 19 November 2016

Kisah Penuh Semangat Seorang Mahasiswi Yang Jadi Pemulung

Kisah Penuh Semangat Seorang Mahasiswi Yang Jadi Pemulung - Jika di sinetron-sinetron dikisahkan mahasiswa yang belajar biasa naik motor bahkan mobil mewah maka lain ceritanya dengan Ming Ming yang mana dia harus berjalan sekitar 10 Km dari tempat tinggalnya menuju kampus. 

Kisah Penuh Semangat Seorang Mahasiswi Yang Jadi Pemulung


Ming ming merupakan mahasiswa Akutansi di Universitas Pamulang. Ia termasuk mahasiswa yang pandai di kelasnya. Ia mengatakan : “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.”

Ia pun aktif di berbagai organisasi kampus. Ia pulang pergi dari kampus ke tempat tinggalnya. Ia sengaja melakukannya karena sambil berjalan ia mendapatkan banyak sampah yang berserahkan di jalan. Sambil membawa karung yang di panggulnya. Tanpa rasa malu walau berstatus mahasiswi ia tetap rajin memulung sampah plastik bekas minuman.

Setelah karung yang di bawahnya sudah penuh dengan kemasan plastik bekas minuman, Ming Ming pulang ke rumah dengan menumpang truk. Ia sudah dikenal baik oleh banyak sopir truk yang ditumpanginya. Ming Ming menumpang truk di bak belakang. Dengan tangkasnya, Ia naik ke bak belakang truk melewati sisi samping truk yang cukup tinggi.

Rumah Ming Ming lumayan jauh dari kampusnya. Lokasinya di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Di rumah sederhana yang merupakan pinjaman dari saudara tersebut Ming Ming tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil.

Kisah Ming Ming ini pernah ditayangkan dalam acara MATAHATI di DAAI TV dan di Trans TV dalam acara KEJAMNYA DUNIA

Ming Ming dan keluarganya adalah pemulung. Seluruh anggota keluarganya memunguti sampah plastik bekas minuman, membawanya pulang untuk di bersihkan lalu dijual kembali. Dengan pekerjaan inilah, Ming Ming dan keluarganya mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga dan juga membiayai kuliahnya.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon