Sunday, 11 December 2016

Di Balik Man Jadda Wa Jadda

Di Balik Man Jadda Wa Jadda - Ada seorang ustad yang membawa golok karatan dan juga membawa kayu seukuran bahu orang dewasa. Kemudian ustad tersebut masuk ke dalam kelas yang mana merupakan para santri di sebuah pesantren. Kebetulan hari itu merupakan hari pertama masuk sekolah di pesantren.
Di Balik Man Jadda Wa Jadda


Setelah masuk dan mengucapkan salam ustad tersebut membacokkan pedang karatan ke kayu yang di bawahnya tadi. Tidak mudah untuk memotong kayu tersebut. Butuh perjuangan, sampai-sampai ustad tersebut berkeringan untuk memotong kayu tersebut. Karena memang pedang atau golok yang digunakan tidaklah tajam, malah terlihat tumpul dan berkarat.

Namun setelah beberapa saat kayu tersebut putus. Kisah ini merupakan kisah cuplikan dari film 5 menara. Mungkin para pembaca sudah mengetahuinya.

Seperti yang dijelaskan ustad tersebut setelah berhasil memotong kayu tersebut dengan bersusah payah. Man Jadda Wa Jadda. Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah tidak hanya kuat yang berhasil, tidak hanya yang tajam yang dapat memotong, tidak hanya yang cerdas yang berhasil. Namun yang berusahalah juga akan berhasil.

Begitulah kehidupan, mungkin terkadang seseorang kalah cerdas dengan orang lain. Tapi janganlah berkecil hati, tetap berusahalah sampai berhasil. Bukankah sudah dijelaskan Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang berusaha itulah yang berhasil. Walaupun sekarang belum bisa, namun tetaplah berharap kelak kita akan bisa seperti mereka yang telah sukses.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon