Monday, 2 January 2017

Keutamaan Membaca Surat Ar Rohman

Keutamaan Membaca Surat Ar Rohman - Surat Ar Rohman merupakan salah satu surat Al Quran yang ke 55. Surat merupakan salah satu surat yang banyak di baca orang. Banyak juga yang memfavoritkan surat ini. Ada banyak alasan mengapa banyak orang memfavoritkannya. Adapula yang menghafal dan/atau membaca saat pernikahan, yang mana mungkin dianggap sebagai surat yang romantis. 

Keutamaan Membaca Surat Ar Rohman


Selain itu Surat yang tersusun setelah surat Al Waqiah ini juga memiliki banyak keutamaan. Apa saja keutamaan Surat Ar Rohman : 

Dapat mengingatkan tentang Sifat Allah Ar Rohman atau Maha Pengasih


Dari nama suratnya saja tentunya kita akan paham bahwa artinya Allah Maha Pengasih. Surat Ar Rohman merupakan surat yang mampu mengingatkan kita akan kebesaran-Nya dan kasih sayang-Nya terhadap Semua mahluknya. Ada suatu kitab yang menjelaskan bahwa kasih sayang Allah yang diberikah kepada makhluk-Nya di dunia ini ada beberapa persen saja. Selebihnya akan diberikan Allah kelak di Hari Kiamat. 

Pengingat Agar Tidak Kufur Nikmat


Mari kita perhatikan isi dan kandungan surat Ar-Rahman, maka akan kita temui di dalamnya terdapat sekitar 40% lebih ayat yang sama.

Ayat tersebut merupakan sebuah kepada para makhluknya yang jarang bahkan tidak pernah bersyukur sama sekali atas nikmat-nikmat yang telah diberikan.

Meskipun para makhlukNya bersikap seperti itu, namun karena sifatNya yang maha pengasih, Allah masih saja memberikan nikmat-nikmat tersebut (di dunia) kepada makhlukNya.

Diberikan Syafaat Allah di Hari Kiamat


Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat denganNya daripadanya.

Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” 

(Tsawabul A’mal, hlm 117).

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon