Friday, 10 February 2017

Equil, Air Mineral Merek Lokal yang Mengglobal

Equil, Air Mineral Merek Lokal yang Mengglobal -Mungkin para pembaca pernah mendengar istilah air minum EQUIL. Air minum jenis ini memang istimewah. Air Minum kelas atas namun banyak orang mengirah bahwa air minum ini adalah minuman keras. Memang dari bentuknya terlihat menggunakkan botol kaca, namun isinya tetap air mineral.

Berikut ini kami sajikan ulasan mengenai Equil, Air Mineral Merek Lokal yang Mengglobal yang dikutip dari intisari Online com


Sempat bingung dengan postingan teman yang membahas soal ada orang yang tidak bisa membedakan botol air mineral dan botol minuman keras, akhirnya menemukan jawaban di lini masa Twitter. Netizen sedang ramai membahas botol air mineral lokal bermerek Equil di media sosial. Berwarna hijau dan berbahan kaca, botol tersebut disangka botol minuman keras.

Dalam memenuhi tugas di Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang, Ratri Mei Rahayu menuliskan sejarah Equil ini. 

Equil mungkin masih asing di telinga kebanyakan masyarakat Indonesia. Namun merk air mineral murni ini sudah cukup dikenal kalangan menengah atas dan ekspatriat. Equil kerap hadir di meja restoran fine dining, hotel bintang lima, hingga meja Istana Negara saat rapat kabinet.

Jika melihat penampilan kemasannnya yang elegan, banyak orang akan mengira Equil adalah minuman impor. Namun Equil merupakan air mineral murni asli Indonesia produksi PT. Equilindo Lestari milik Morgen Sutanto.

Morgen memulai usahanya pada tahun 1997. Ia melihat potensi pasar air mineral murni masih terbuka lebar. Para produsen lokal saat itu hanya bermain dalam produk air minum dalam kemasan (AMDK), sementara air mineral premium masih dikuasai produk impor.

Indonesia yang kaya akan mata air, akan sangat ironis kalau air pun harus mengimpor, pikirnya saat itu. Morgen mengutarakan, masyarakat kebanyakan masih menyebut air minum dalam kemasan dengan “air mineral”.  Padahal dua istilah air minum itu memiliki pengertian dan kriteria yang berbeda.

Terdapat sejumlah standar ketat yang harus dipenuhi untuk bisa memperoleh izin merek air mineral alami (natural mineral water). Di antaranya yaitu berasal dari sumber mata air, tidak dilakukan treatment apa pun, serta dibotolkan langsung di lokasi sumber mata air. 

“Pada air mineral murni, tidak boleh dilakukan treatment apa pun. Karena bisa merubah sifat fisika, kimia, mikrobiologi dan radiologi air,” jelas Morgen.

Standar tersebut mengacu pada Codex  Alimentarius, sebuah badan yang dibentuk Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) untuk standardisasi air layak minum.

Ia juga menceritakan bagaimana perjuangannya meyakinkan BPOM untuk bisa memperoleh izin produksi air mineral alami. 

Untuk menjamin kelayakan konsumsi, air diperiksa setiap satu jam sekali, mulai dari sumber sampai masuk dalam botol kemasan.

“Setelah dikemas, air dikarantina, dikultur selama 5 hari untuk  mendeteksi bakteri,” lanjutnya. Inilah yang membedakan dengan AMDK yang bisanya melalui proses penyaringan atau pemurnian dengan distilasi atau oksidasi.

Equil dikemas dalam botol kaca hijau dengan lekuk elegan. Ia memiliki dua varian produk yaitu natural (tawar) dan sparkling (bersoda). 

Harganya pun relatif lebih mahal, 1 botol Equil 380 ml setara dengan 20 kali harga air minum kemasan biasa. Karena kemurnian dan kandungan mineral anorganik yang dimiliki, produk Equil juga digunakan untuk berbagai terapi kesehatan. Varian Equil Hydra Tera ini yang biasa dikonsumsi untuk terapi.

Hingga saat ini, Equil adalah produsen lokal satu-satunya yang memegang merk air mineral alami. Produk yang berasal dari mata air Gunung Salak ini mantap bersaing dengan merk air mineral impor asal Prancis, seperti Evian dan Perrier.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon