Thursday, 8 June 2017

Makna Janur Kuning Dalam Acara Pernikahan

Makna Janur Kuning Dalam Acara Pernikahan - Dalam acara pernikahan di pulau jawa tentunya sudah tidak asing lagi dengan janur kuning. Mengapa harus ada janur kuning dalam acara pernikahan ? Mengapa demikian ? Dan juga mengapa ada pisang, tarub, dan lain sebagainya. Adakah makna di dalam setiap benda tersebut ?
Makna Janur Kuning Dalam Acara Pernikahan - Makna setiap elemen dalam acara pernikah mulai dari tarub, janur kuning, pohon pisang, cengkir gading, tebu dan lainnya


Ternyata dalam adat jawa setiap benda dalam acara pernikahan itu bermakna. Termasuk dalam acara pernikahan di jawa. Berikut jawabannya. 

Janur Kuning

Janur bisa bermakan Ja'a Nur yang mana merupakan bahasa arab yang apabila dimaknai menjadi Datangnya Cahaya. Dengan harapan acara pernikahnya tersebut di ridhoi Allah SWT. Dan juga makna warna kuning merupakan makna dari cahaya hati yang bersih. Secara keseluruhan bisa bermakna bahwa acara tersebut sukses dan mendapat ridho Allah dengan hati yang bersih dan tulus.

Janur kuning juga biasanya dipasang pada hiasan pintu masuk. Dipakai untuk membuat Kembar mayang dan sebagai bahan dalam membuat pajangan Mayang Sari yang dipasang di sisi kanan dan kiri sasana sewaka (pelaminan).

Tarub

Tarub merupakan tenda besar yang digunakan untuk acara pernikahan. Inipun memiliki makna tersendiri yakni tarub berasal dari kata ditata karep ben murup (ditata agar lebih hidup), kegiatan ini berupa penataan ruang dan pemasangan tenda di sekitar rumah yang punya hajat untuk dijadikan sebagai tambahan ruang bagi para tamu maupun para rewang yang membantu jalannya acara pernikahan.

Pohon Pisang

Kenapa ada pisang beserta pohonnya dalam acara pernikahan ? Kenapa tidak buahnya saja ya ? Dan juga kenapa harus pisang Raja ? Ternyata ini juga memiliki makna loh. Pohon pisang ini bermakna rasa cinta sejati. Maknanya demikian karena buah pisang seumur hidup hanya berbuah sekali. Ini merupakan harapan bahwa manusia dalam membangun keluarga cukup sekali saja sebagai pasangan yang setia sehidup-semati.

Namun ada pendapat lain yang bermakna lain yakni adanya pisang raja diharapkan kedua mempelai kelak bisa menajadi Raja dan Ratu yang mampu memimpin sekaligus menjadi suri tauladan bagi anak-cucunya.

Pisang yang di pasang di acara pernikahan pun biasanya suluhan atau matang secara alami. Mengapa demikian ? Pemilihan pisang raja yang matang secara alami (suluhan) biasa diartikan kedua mempelai adalah pribadi yang benar-benar sudah dewasa, bukan produk karbitan.

Ada pula elemen pendukung sandang, pangan dan papan biasanya disimbolkan dengan berbagai dedaunan yang dirangkai disekitar pohon pisang raja. Dahan, daun dan buah kapas melambangkan sandang, padi seuntai melambangkan pangan, dan dahan beringin melambangkan papan yang juga bisa dimaknai sebagai pengayom.

Cengkir Gading

Cengkir kuning/gading (kelapa gading muda). Cengkir dari kata kencengging pikir (teguh pemikirannya/kemauan yang keras), Gading atau warna kuning dari kata kalbu kang wening (hati yang bening/bersih). Dari cengkir gading inilah ada sebuah pesan bahwa kedua mempelai diharapkan dapat memiliki kemauan yang keras dari hati yang suci untuk dapat mencapai tujuan bersama.

Tebu Wulung - Tebu Warna Hitam

Tebu Wulung (tebu warna hitam) biasanya juga melengkapi hiasan pada pisang raja. Secara filosofi Tebu berarti anteb ing kalbu (yakin dalam hati), dan Wulung yang berarti ulung, unggulan, sejati dan murni. Maknanya, dari mempelai diharapkan dalam membangun rumah tangga memiliki keyakinan yang teguh dalam hati, sehingga mampu menciptakan keluarga yang bahagia, sejahtera.

Ternyata makna dari setiap elemen dalam acara pernikahan adalah hal yang baik. Nah sudah tahu kan maknanya elemen-elemen dalam acara pernikahan itu seperti apa ? Semoga bermanfaat dan jangan lupa share.

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon