Thursday, 24 May 2018

Memanfaatkan Yang Gratis Untuk Berdakwah

Memanfaatkan Yang Gratis Untuk Berdakwah - Saat ini teknologi telah mampu merubah yang biasanya rumit menjadi mudah. Misalnya saja dahulu untuk berkirim surat harus melalui Pos, namun sekarang ada email. Ada pula WhatsApp yang mampu mengirim dokument, foto dan lainnya yang mana hal ini sangat membantu kita. 

Dan untuk bisa menikmati kecanggihan teknologi ini tidaklah butuh dana yang banyak. Dengan uang ratusan ribu saja kita bisa memiliki smartphone dengan fitur yang canggih dan bisa membantu kita dalam aktifitas harian. Apalagi perkembangan sosial media saat ini yang mana membuat orang berbondong-bondong memasuki dunia internet yang tanpa batas. 

Memanfaatkan Yang Gratis Untuk Berdakwah


Kecanggihan teknologi saat ini memang memiliki sisi positif. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk hal dakwah. Dakwah menggunakan internet memang efektif. Coba saja kita lihat di sosial media instagram, banyak ustad dan dai yang menjadi terkenal akibat videonya sering di share di sosial media. 

Hal ini harusnya digunakan juga oleh pondok pesantren yang ada di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi kita bisa mengenalkan dunia pesantren seperti apa. Dan juga kita bisa berbagi ilmu di internet. Misalnya saja membuat radio online dan TV online. 

Untuk membuat radio online dan TV Online mudah kok. Coba saja cari di google bagaimana cara membuat radio online. Untuk TV Online malah sangat mudah sekali, tidak usah kita membeli ini itu. Cukup daftar saja kita bisa berdakwah di internet, caranya menggunakan fitur gratis di sosial media yakni YOUTUBE DAN INSTAGRAM. Dengan instagram dan Youtube kita menyiarkan secara langsung bagaimana pengajian itu berlangsung. Kenapa menggunakan Youtube ? Alasannya adalah mudah dan simpel, gratis dan juga mudah ditonton oleh banyak orang. Karena pada umumnya masyarakat sudah mengenal youtube sebagai media yang dapat menampilkan video atau bahkan siaran langsung. 

Coba kita lihat TV Nasional sekelas NET TV dan Kompas saja bisa live di youtube, yang dari Pesantren harusnya mencontoh hal ini sebagai sarana dakwahnya. Apalagi instagram yang  popular di kalangan remaja. Remaja yang banyak follower instagramnya dan menyiarkan pengajian langsung, tentunya bermanfaatkan bukan ?

Dalam hal tulisan pun seharusnya kalangan pesantren bisa memanfaatkan internet sebagai sarana dakwah. Menulis artikel yang bermanfaat, misalnya tentang hukum fiqih, kajian hadist, Al Quran dan lainnya. Untuk menulis artikel bisa dengan sistem layaknya organisasi, cukup satu website saja dan penulisnya bisa banyak. Bagi yang sudah paham dunia website mungkin akan paham ini. Hal ini tujuannya agar website yang berisi ilmu dari pesantren yang menulis tidak hanya satu orang saja. Karena terkadang seseorang ahli dalam hal fiqh namun belum tentu paham ilmu lainnya. 

Semoga saja ke depan ada banyak pesantren yang aktif di dunia internet. Karena saya sendiri setiap hari browsing dan saya perhatikan banyak pesantren kurang paham hal ini. Mungkin di anggap remeh, padahal zaman sekarang zaman teknologi. Pendaftaran di kota bisa menggunakan cara online, kapan pesantren bisa daftar secara online ? Apalagi pesantren yang sudah memiliki lembaga pendidikan dalam teknologi seperti SMK misalnya, harusnya mereka memanfaatkan ilmu yang dipelajari sebagai sarana dakwah. Semoga bermanfaat. 

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)


EmoticonEmoticon