Thursday, 14 December 2017

Doa Ngupati, Usia Kandungan Empat Bulan

Doa Ngupati, Usia Kandungan Empat Bulan - Dalam tradisi umat Islam Indonesia, ada ritual seputar kehamilan yang dilakukan pada saat masa kandungan memasuki usia 4 bulan. Di Jawa, ritual ini biasa disebut sebagai ngupati, karena makanan yang disajikan sebagai sedekah biasanya adalah berupa kupat (ketupat). Dalam literatur Islam klasik, sebenarnya ritual semacam ini pun ada keterangannya, hanya saja dengan bahasa yang lain, yakni walimatul haml.

Doa Ngupati, Usia Kandungan Empat Bulan
 
Dalil tradisi walimah al-haml ini bisa kita lihat dalam hadits riwayat Muhammad Ismail al-Bukhari dalam Sahih al-Bukhari (Beirut: Dar al-Fikr, 1422), juz IV, hal. 111, hadits nomor 3208:

قَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ: اكْتُبْ عَمَلَهُ، وَرِزْقَهُ، وَأَجَلَهُ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ،…

 
“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …”

Dari hadits di atas bisa kita pahami bahwa proses kejadian manusia terdiri dari fase sebagai berikut:

• 40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental,
• 40 hari kedua menjadi ‘alaqah atau segumpal darah,
• 40 hari ketiga menjadi mudhghah atau segumpal daging.

Proses di atas apabila dihitung berdasarkan bulan sama dengan 4 bulan atau 120 hari. Dan pada bulan ke-4 seperti itu Allah subhanahu wata‘ala mengutus malaikat guna meniupkan ruh ke dalam janin yang terdapat di rahim ibunya. Momen inilah yang lazim diperingati oleh umat Indonesia dengan mengadakan syukuran sambil bersedekah, dengan harapan janin tersebut terbebas dari marabahaya dan diselamatkan oleh Allah SWT.

Adapun doa apa yang dipanjatkan dalam walimatul haml, bisa kita kutip dari karya Lajnah Ta’lif Pustaka Gerbang Lama, Pondok Pesantren Lirboyo) dalam buku Menembus Gerbang Langit; Kumpulan Doa Salafus Shalih (Kediri: Pustaka Gerbang Lama, 2010), hal. 119:
  
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللهُ وَلَا يُفَوِّتُهُ هَارِبٌ مِنَ اللهِ وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ, نُعِيْذُ هَذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللهِ اللَّطِيْفِ الْحَفِيْظِ الَّذِى لَآ إِلَهَ  إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ وَبِأَسْمَآئِكَ الْعَظِيْمَةِ وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ وَحُرُوْفِهَا أَلْمُبَارَكَةِ مِنْ شَرِّ الْإِنْسِ وَالْجَآنِّ وَمِنْ مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْآوَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ الْفِتَنِ وَالْبَلَايَا وَالْعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ أَللهم اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا أَللهم زَيِّنْهُ بِزِيْنَةِ الْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ وَالصُّوْرَةِ الْجَمِيْلَةِ ذِي الْهَيْبَةِ وَالْهَيْئَةِ الْمَلِيْحَةِ وَالرُّوْحِ عَلَى الْفِطْرَةِ الْجَزِيْلَةِ اللهم اكْتُبْهُ فِي زُمْرَةِ الْعُلَمَآءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ الْقُرْآنِ الْعَامِلِيْنَ وَارْزُقْهُ عَمَلاً يُقَرِّبُهُ إِلَى الْجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ يَآ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ وُأُمَّهُ فِي طَاعَتِكَ الْمَقْبُوْلَةِ وَذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ الْمُرْضِيَّةِ وَاحْفَظْهُ مِنَ السَّقْطِ وَالنَّقْصِ وَالْعِلَّةِ وَالْكَسَلِ وَالْخِلْقَةِ الْمَذْمُوْمَةِ حَتَّى وَضَعَتْهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسُهُوْلَةٍ وَيُسْرَةٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

A’ûdzu billâhi minasysyaithânir rajîmi. Bismillâhirrahmânirrahîm. Wa minaLlâhi wa ilaLlâhi wa lâ ghâliba illaLlâhu wa lâ yufawwituhu hâribun minaLlâhi wa huwal Hayyul Qayyûmu, nu’îdzu hadzal hamla al-bâlighi arba’ata asyhui biLlâhil Lathîfil Hâfidzil Ladzî lâ ilâha illa Huwa ‘Âlimul ghaibi wasysyahâdati Huwa ar-Rahmânu ar-Rahîmu wa nu’îdzuhu bikalimatiLlâhi at-Tâmmati wa bi asmâika al-‘adzîmati wa âyâtihi al-karîmati wa hurûfihâ al-mubârakati min syarril insi wal jânni wamin makril laili wan nahâri wal awâni wamin jamî’il fitani wal balâ`I wal ‘ishyâni wa min syarrin naffâtsâti fil ‘uqudi wamin syarri hâsidin idzâ hasad. Allahumma ij’alhu waladan shâlihankarîman kâmilan ‘âqilan ‘alîman nâfi’an mubârakan halîman. Allahumma zayyinhu bizînatil akhlâqi al-karîmati washshûrati al-jamîlati dzil-haibati wa- haiati al-malîhati warrûhi ‘alal fithrati al-jazîlati. Allahumma uktubhu fî zumratil ulamâ`ish shâlihîn wa hamalatil qur`ânil ‘âmilîna warzuqhu ‘amalan yuqarribuhu ilal jannati ma’an nabiyyîna yâ Akramal akramîn wa yâ Khairar Râziqîn. Allahummarzuqhu wa ummuhu fî thâ’atika almaqbûlata wa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibâdatika al-mardliyyati wahfadzhu minassaqti wannaqshi wal ‘illati walkasali walkhilqati al-madzmûmati hatta wadla’athu ummuhu ‘ala shihhatin wa ‘âfiyatin wa suhûlatin wa yusratin min ghari maradlin wa ta’abin wa ‘usratin bi syafâ’ati sayyidinâ Muhammadin shallaLlâhu ‘alaihi wa sallam.

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Dari Allah, kepada Allah, tidak ada yang menang kecuali Allah, tiada yang bisa berlari dari Allah, Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Kami memohon perlindungan bagi janin yang berumur 4 bulan ini pada Allah Yang Maha Lembut, Yang Maha Menjaga, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib dan terlihat. Dia Maha Pengasih lagi Penyayang.  Kami memohon perlindungan bagi janin ini pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, asma-asma-Nya yang agung, ayat-ayat-Nya yang mulia, huruf-huruf-Nya yang diberkati dari kejelekan manusia dan jin, dari godaan malam, siang, dan waktu, dan dari segala fitnah, bala dan maksiat, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki saat mereka mendengki. Ya Allah jadikanlah dia (janin) ini sebagai anak yang saleh, mulia, sempurna, berakal, alim, bermanfaat, terberkati, dan bijaksana. Ya Allah, hiasi dia dengan hiasan akhlak yang mulia dan rupa dan indah, memiliki wibawa dan tingkah yang manis, dan ruh yang suci lagi agung. Ya Allah, tulis takdirnya sebagai bagian dari para ulama yang saleh, penghafal dan pengamal Al-Qur’an yang bisa mendekatkannya pada surga beserta para Nabi, wahai Dzat paling mulia diantara mereka yang mulia dan Dzat Pemberi rizqi Terbaik. Ya Allah berikan rizqi pada dia dan ibunya untuk taat yang diterima, untuk mengingat Engkau, bersyukur pada-Mu, dan beribadah yang baik pada-Mu. Jaga dia dari keguguran, kekurangan, cacat, malas, dan bentuk yang tercela hingga ibunya melahirkannya dalam kondisi sehat wal afiat, secara mudah, gampang, tanpa sakit, susah, dan penat. Dengan syafaat Nabi Muhammad SAW.”

Demikian, semoga bermanfaat dan semoga kita bisa mendapatkan anugerah anak yang saleh. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)
 
Via Nu.or.Id

Wednesday, 13 December 2017

Perbedaan Syarat Wajib dan Syarat Sah dalam Shalat

Perbedaan Syarat Wajib dan Syarat Sah dalam Shalat - Setiap ibadah menuntut beberapa persyaratan. Demikian juga dengan shalat. Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib (Surabaya: Kharisma, tt), hal. 9 menjelaskan pengertian syarat sebagai berikut:

Perbedaan Syarat Wajib dan Syarat Sah dalam Shalat


 ما تتوقف صحة الصلاة عليه وليس جزأ منها. وخرج بهذا القيد الركن، فإنه جزء من الصلاة.

“(Syarat dalam bab shalat ialah) hal-hal yang menjadi penentu keabsahan shalat, namun bukan bagian dari shalat. Berbeda dengan rukun yang merupakan bagian shalat.”

Lebih lanjut, Imam Abu Suja’ sebagai pengarang kitab dasar Taqrib yang disarahi kitab Fathul Qarib di atas, membagi syarat shalat menjadi dua kategori, yakni syarat wajib shalat dan syarat sah shalat. Syarat wajib shalat ini sama seperti syarat-syarat wajib ibadah lainnya, yakni:

فصل - وشرائط وجوب الصلاة ثلاثة أشياء الإسلام والبلوغ والعقل وهو حد التكليف

“Pasal, Syarat wajib shalat ada 3: Islam, baligh, dan berakal. Demikian ini adalah batasan taklif (ketertuntutan syariat).”

 Sedangkan untuk syarat sah shalat yang perlu diperhatikan sebelum memulai shalat, disebutkan oleh beliau ada 5 hal, yakni:

فصل - وشرائط الصلاة قبل الدخول فيها خمسة أشياء طهارة الأعضاء من الحدث والنجس وسترالعورة بلباس طاهر والوقوف على مكان طاهر والعلم بدخول الوقت واستقبال القبلة

“Syarat sah shalat sebelum masuk ke dalam shalat ada lima: sucinya badan dari hadats dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, berada di tempat yang suci, tahu pasti akan masuknya waktu shalat, dan menghadap kiblat.”

Dari berbagai ta’bir diatas, bisa kita simpulkan bahwa syarat wajib shalat ada 3:
  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
Sedangkan syarat sah shalat ada 5, yakni:

  1. Suci badan dari hadats dan najis
  2. Menutup aurat dengan pakaian yang suci
  3. Tahu pasti akan masuknya waktu shalat
  4. Menghadap kiblat.

Demikian pemaparan kali ini, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab. (Muhammad Ibnu Sahroji)

via NU.Or.Id

Tuesday, 12 December 2017

Tata Cara Ruku’ dan I’tidal dalam Shalat

Tata Cara Ruku’ dan I’tidal dalam Shalat - Sebagaimana diketahui bahwa ruku’ dan i’tidal merupakan rukun fi’li (rukun yang berupa perbuatan) di dalam shalat. Sebagai rukun shalat maka ruku’ dan i’tidal tidak bisa ditinggalkan. Keduanya mesti dikerjakan dengan baik dan benar sesuai aturan yang ada.

Tata Cara Ruku’ dan I’tidal dalam Shalat


Ruku’ Dalam Sholat


Dr. Musthafa Al-Khin di dalam kitabnya Al-Fiqhul Manhajî mendefisinikan ruku’ sebagai merunduknya badan orang yang shalat dengan ukuran sekiranya kedua telapak tangan sampai pada kedua lututnya. Ini adalah posisi minimal orang melakukan ruku’ sebagai rukun shalat. Adapun posisi ruku’ yang sempurna adalah merunduk di mana posisi punggung dan leher sejajar, datar, lurus dan tidak melengkung, kedua betis berdiri tegak dengan kedua lutut dipegang oleh kedua telapak tangan dengan jari-jari terbuka serta diam tenang seraya tiga kali mengucapkan doa:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Subhâna Rabbiyal ‘Adhîmi

Para ulama menetapkan ruku’ sebagai rukun shalat dengan berdasarkan kepada sabda Rasulullah SAW kepada orang yang beliau ajari shalat:

ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا

Artinya: “Kemudian ruku’lah sampai engkau tenang (tuma’ninah) dalam keadaan ruku’.” (HR. Imam Bukhari)

Sebagai rukun di dalam tata cara melakukannya tentu ruku’ memiliki syarat-syarat tertentu yang mesti dipenuhi oleh orang yang sedang shalat. Tidak terpenuhinya salah satu syarat dapat menjadikan ruku’nya tidak sah yang juga berdampak pada tidak sahnya shalat yang sedang dilakukan.

Kitab Al-Fiqhul Manhajî menyebutkan ada 3 (tiga) syarat yang harus dipenuhi ketika ruku’. Ketiga syarat tersebut adalah:


Pertama, merundukkan tubuh sebagaimana disebut di atas di mana kedua telapak tangan bisa mencapai kedua lutut.

Berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari yang menceritakan sifat shalatnya Rasulullah SAW:

وَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ

Artinya: “Ketika Rasulullah ruku’ beliau menempatkan kedua (telapak) tangannya pada kedua lututnya. “

Kedua, merunduknya bukan dimaksudkan untuk sesuatu selain ruku’. Sebagai contoh, ketika seorang yang sedang shalat dalam posisi berdiri dan sudah membaca surat Al-Fatihah ia merasa ada yang sakit di kaki bagian bawah lututnya sehingga ia mersa perlu untuk memegangnya. Maka ia merundukkan badan dengan maksud untuk memegang bagian yang sakit tersebut. Bila dalam posisi demikian lalu ia bermaksud untuk sekalian ruku’ maka ruku’ yang seperti ini tidak sah karena ketika ia merunduk niatnya bukan untuk ruku’ tapi untuk tujuan lain. Karena ruku’ tersebut tidak sah maka ia wajib kembali pada posisi berdiri kemudian merundukkan badan untuk ruku’. Bila tidak demikian maka ruku’nya tidak sah yang juga menjadikan shalatnya juga tidak sah.

Ketiga, tuma’ninah. Orang yang melakukan ruku’ harus disertai dengan tuma’ninah yang berarti tubuhnya yang merunduk itu harus tenang terdiam minimal selama bacaan kalimat tasbih subhânallâh. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam hadis Rasulullah di atas.

I’tidal Dalam Sholat


I’tidal adalah berdiri yang memisahkan antara ruku’ dan sujud. Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Kâsyifatus Sajâ mendefinisikan i’tidal sebagai kembalinya orang yang shalat pada posisi sebelum ia melakukan ruku’, baik kembali pada posisi berdiri (bagi orang yang shalatnya dengan berdiri) ataupun pada posisi duduk (bagi orang yang shalatnya dengan duduk).

Sebagaimana ruku’ i’tidal juga memiliki 3 (tiga) syarat dalam pelaksanaannya. Ketiga syarat tersebut adalah:

Pertama, bangunnya dari ruku’ tidak dimaksudkan untuk tujuan lain selain i’tidal itu sendiri. Penjelasan tentang hal ini dalam contoh kasus sebagaimana dalam hal ruku’.

Kedua, tuma’ninah. Pada saat melakukan i’tidal harus dibarengi dengan tuma’ninah posisi tubuh tegak berdiri dalam keadaan diam dan tenang minimal selama bacaan kalimat tasbih subhânallâh.

Ketiga, i’tidal tidak dilakukan dengan berdiri dalam waktu yang lama melebihi lamanya berdiri pada saat membaca surat Al-Fatihah. Karena i’tidal merupakan rukun yang pendek maka tidak boleh memanjangkannya. 

Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)  via NU.Or.Id

Monday, 11 December 2017

Doa untuk Meredakan Tangisan Anak

Doa untuk Meredakan Tangisan Anak - Anak merupakan anugerah terbesar bagi kedua orang tua. Anak adalah amanah yang wajib dijaga, dirawat, dididik, dan dibimbing hingga kelak ia menjadi anak yang saleh dan salehah. Dalam perjalanan merawatnya, begitu banyak halangan dan rintangan serta ujian yang harus dihadapi orang tua. Salah satunya adalah ketika anak rewel, menangis tiada henti.

Doa untuk Meredakan Tangisan Anak
 
Salah satu cara menenangkan anak yang tengah rewel dan sering menangis adalah melalui doa. Sebaiknya doa ini terus anda bacakan saat anak menangis. Setiap kali selesai, tiupkanlah pada ubun-ubun si anak.


Doa ini kami kutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalaami Sayyid al-Abrar, (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 302:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

 
Bismillâhirrahmânirrahîm. Bismillâhilladzî lâ yadlurru ma’a ismihi syaiun fil ardli wa lâ fis samâ`i wa huwas sami’ul ‘alim (dibaca tiga kali)
 
“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan menyebut asma Allah, Dzat yang dengan asma-Nya, tidak akan bisa membahayakan apapun yang ada di bumi dan langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
 
 
Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.(Muhammad Ibnu Sahroji)
 
via nu.or.id

Sunday, 10 December 2017

Hukum Ejakulasi di Luar Rahim karena Takut Hamil

Hukum Ejakulasi di Luar Rahim karena Takut Hamil


Assalamu ‘alaikum wr. wb. 
Redaksi Bahtsul Masail NU Online, sejumlah cara dilakukan banyak pasangan suami-istri untuk menghindarkan diri dari kehamilan mengingat konsekuensinya bila anak bertambah. Untuk itu banyak orang mengikuti program KB dengan konsumsi pil, vasektomi atau tubektomi, penggunaan kondom, hubungan dengan sistem kalender. Tetapi ada juga pasangan suami-istri yang mencegah kehamilan dengan melakukan ejakulasi di luar rahim. Mohon penjelasan agama perihal ini. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Sunardi/Surabaya). 


Hukum Ejakulasi di Luar Rahim karena Takut Hamil


Jawaban 
Assalamu ‘alaikum wr. wb. 
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Pada hakikatnya penciptaan manusia atau makhluk hidup secara umum bergantung pada kehendak Ilahi. Sementara hubungan suami-istri hanyalah sebab dari penciptaan manusia.

Meskipun sekadar sebab, hubungan suami-istri merupakan sebab yang cukup kuat dalam penciptaan manusia mengingat ketinggian frekuensi sebab-akibat antara hubungan suami-sitri dan kehamilan. Hanya sedikit sekali kasus penciptaan yang terjadi pada Nabi Adam AS, Siti Hawa, dan Nabi Isa AS.

Untuk menghindari kehamilan, manusia menemukan sejumlah cara, salah satunya adalah ejakulasi di luar rahim. Sebagian kalangan menyebutnya sebagai "senggama terputus" atau coitus interuptus.

Aktivitas ejakulasi di luar rahim saat berhubungan suami istri dalam istilah agama disebut “al-‘azlu.” Al-azlu atau azal dipahami sebagai aktivitas menarik kelamin suami dari dalam farji saat berhubungan suami-istri dengan tujuan untuk menumpahkan sperma di luar rahim.

Adalah benar bahwa pada hakikatnya penciptaan manusia itu bergantung pada kehendak Ilahi. Tetapi manusia juga dapat mengupayakan perencanaan kehamilan melalui sejumlah cara-cara sebagai di atas, antara lain ejakulasi di luar rahim

Perihal ini, para ulama berbeda pandangan. Sebagian ulama, yaitu kalangan Syafi’iyah dan Hanbaliyah memutuskan makruh untuk perbuatan azal ini. Tetapi bila ada pertimbangan khusus yang sekiranya dapat melahirkan “problem” karena kehamilan itu, Imam Al-Ghazali menyarankan agar kehamilan sebaiknya direncanakan.

إلا أن الشافعية والحنابلة وقوماً من الصحابة قالوا بكراهة العزل؛ لأن الرسول صلّى الله عليه وسلم في حديث مسلم عن عائشة سماه الوأد الخفي، فحمل النهي على كراهة التنزيه. وأجاز الغزالي العزل لأسباب منها كثرة الحرج بسبب كثرة الأولاد. وبناء عليه يجوز استعمال موانع الحمل الحديثة كالحبوب وغيرها لفترة مؤقتة، دون أن يترتب عليه استئصال إمكان الحمل، وصلاحية الإنجاب

 
Artinya, “Hanya ulama dari kalangan madzhab Syafi’I, Hanbali, dan sejumlah sahabat menyatakan kemakruhan azal karena Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim dari Siti Aisyah menyebut azal sebagai pembunuhan samar-samar. Larangan dalam riwayat ini dipahami sebagai makruh tanzih yang sebaiknya tidak dilakukan. Tetapi Imam Al-Ghazali membolehkan azal karena sejumlah sebab, salah satunya kemunculan banyak ‘problem’ yang dipicu oleh kebanyakan anak. Atas dasar pandangan Al-Ghazali ini, penggunaan alat kekinian perencanaan jumlah anak seperti pil KB atau media KB lainnya untuk jangka waktu tertentu yang tidak berdampak pada penutupan sama sekali kemungkinan kehamilan atau  tidak merusak benih janin normal, diperbolehkan,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3, halaman 554-555).

“Problem” dalam padangan Imam Al-Ghazali di sini perlu digarisbawahi. Ledakan jumlah penduduk tanpa kontrol bisa jadi menimbulkan masalah yaitu problem kesejahteraan, kependudukan, dampak pada pendidikan, ledakan penduduk, peningkatan beban pemerintah baik pusat maupun daerah. Bisa jadi problem medis seperti penyakit "berat" yang akan diderita anak.

Di samping itu ledakan penduduk berkaitan erat dengan penyediaan kebutuhan dasar yaitu pangan, keamanan, lapangan kerja, urbanisasi, pendidikan, transportasi, energi, kesehatan, perumahan, tatakota, dan problem sosial lainnya.


Hanya saja problem ledakan penduduk ini harus didasarkan pada rilis resmi lembaga pemerintah terkait seperti Badan Pusat Statistik, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), atau instansi pemerintah lainnya.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
 Wassalamu ’alaikum wr. wb. 
(Alhafiz Kurniawan)

Source : nu.or.id

Friday, 8 December 2017

Meluruskan Sunah Rasul Malam Jumat

Meluruskan Sunah Rasul Malam Jumat - Beberapa tahun belakangan setiap hari Kamis tiba sebagian masyarakat bercanda satu sama lain dengan ucapan, “Sudah hari Kamis lagi, sunah rasul,” “Jangan ganggu, malam ini sunah rasul,” “Malam Jumatan, sunah rasul,” atau sedikit rasial “Ayo membunuh Yahudi,” dan banyak istilah lain dengan makna serupa.

Semua istilah itu kerap diartikan sebagai aktivitas hubungan suami-istri. Canda atau guyon semacam ini menjadi sangat lazim didengar seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang mempercepat peredaran pesan.

Meluruskan Sunah Rasul Malam Jumat


Canda atau guyon sebenarnya tidak masalah dalam agama. Hanya saja kalau mau tahu kedudukan hukum agama sebenarnya, kita perlu mendapat penjelasan ahli hukum Islam terkait hubungan sunah rasul, malam Jumat, dan hubungan intim suami-istri.

وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة.


 
Artinya, “Di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat. Tetapi ada segelintir ulama menyatakan anjuran hubungan seksual di malam Jumat,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3 halaman 556).

Keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhayli ini dengan terang menyebutkan bahwa sunah Rasulullah tidak menganjurkan hubungan suami-istri secara khusus di malam Jumat. Kalau pun ada anjuran, itu datang dari segelintir ulama yang didasarkan pada hadits Rasulullah SAW dengan redaksi, "Siapa saja yang mandi di hari Jumat, maka..." Dari sini kemudian sebagian ulama itu menafsirkan kesunahan hubungan badan suami-istri malam Jumat. Tetapi sekali lagi kesunahan itu didasarkan pada tafsiran/interpretasi, bukan ini anjuran Rasulullah secara verbal. Meski demikian, Syekh Wahbah sendiri tidak menyangkal bahwa hubungan intim suami-istri mengandung pahala. Hanya saja tidak ada kesunahan melakukannya secara prioritas di malam Jumat. Artinya, hubungan intim itu boleh dilakukan di hari apa saja tanpa mengistimewakan hari atau waktu-waktu tertentu.

Penjelasan kedudukan hukum ini menjadi penting agar tidak ada reduksi pada sunah rasul yang begitu luas itu. Karena banyak anjuran lain yang baiknya dikerjakan di malam Jumat seperti memperbanyak shalawat nabi, membaca surat Yasin, Al-Jumuah, Al-Kahfi, Al-Waqiah, istighfar, dan mendoakan orang-orang beriman yang telah wafat. Sementara guyonan dengan istilah semacam ini tidak masalah. Kalaupun sekadar guyon, baiknya istilah-istilah ini cukup terbatas di kalangan orang dewasa saja. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Sumber : https://www.nu.or.id

Wednesday, 6 December 2017

Panduan Sholat Tahajud: Niat dan Bacaan Sholat Tahajud

Panduan Sholat Tahajud: Niat dan Bacaan Sholat Tahajud - Tahajud termasuk shalat yang paling disunnahkan. Shalat sunnah ini selalu dikerjakan oleh Rasulullah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Shalat paling utama (afdhal) ialah shalat malam (shalah al-lail) setelah shalat fardhu” (HR: Muslim). Shalat lail yang dimaksud dalam hadis di sini adalah shalat tahajud.

Panduan Sholat Tahajud: Niat dan Bacaan Sholat Tahajud

Tata cara mengerjakan shalat tahajud adalah sebagai berikut: 

Niat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى


 Usholli Sunnatan Tahajudi Rok’ataaini Mustaqbilal Qiblati Lillaahi Taa’ala
Artinya:
Aku salat sunah tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’aala

Waktu Tahajud

Kalau waktu malam dibagi dua, waktu yang paling utama mengerjakan tahajud ialah separuh akhir malam. Shalat tahajud boleh dikerjakan dengan syarat sudah tidur sebelumnya dan telah shalat isya.

Jumlah Raka’at

Minimal raka’at tahajud adalah dua raka’at dan jumlah maksimalnya tidak dibatasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Keutamaan

Ada banyak ayat dan hadis yang menjelaskan keutamaan shalat tahajud, di antaranya hadis riwayat al-Tirmidzi dan al-Thabarani. Dalam riwayat al-Tirmidzi dan al-Thabarani disebutkan, “Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam sebab sholat malam merupakan kebiasaan orang-orang soleh sebelum kalian, pendekatan diri kepada Allah, penebus dosa, dan mengusir penyakit dari tubuh” (HR: al-Tirmidzi dan al-Thabarani).

Tuesday, 5 December 2017

Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi

Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi - Perusahaan yang sekarang banyak dikenal masyarakat tidaklah semuanya langsung besar. Membuat perusahaan tidaklah seperti sulap bim salabim langsung jadi dan sukses.

Waktu demi waktu terus berjalan. Perusahaan yang awalnya dari kecil akhirnya mampu menguasai pasar, bahkan menguasai dunia. Seperti yang akan kami share ini yang mana perusahaan terkenal ini berawal dari garasi sebagai kantornya.

Amazon 

Amazon merupakan salah satu perusahaan toko online terbesar di dunia seperti halnya alibaba com yang dimiliki oleh Jack Ma. Amazaon memiliki kantor pusat di Washington Amerika Serikat. Pemilik perusahaan ini beberapa waktu yang lalu menjadi salah satu orang yang terkaya di dunia, bahkan kalau tidak salah menjadi orang terkaya di dunia. 

Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi


Amazon didirikan oleh Jeff Bozes dan kenalkan ke publik pada tahun 1995. Walaupun perusahaan ini sekarang menjadi besar dan terkenal awalnya hanya memiliki kantor di garasi. Waktu itu karena keterbatasan biaya akhirnya dipilihan garasi rumah sebagai kantor perusahaan

Dell

Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi

Jika mendengar kata Dell mungkin kita akan ingat dengan laptop yang bermerk DELL. Dell merupakan perusahaan yang didikan oleh Michael Dell. Michael Dell memilih keluar dari Universitas Texas dan mendirikan perusahaan perakitan komputer. Dengan modal $1.0000 dia memulai bisnisnya di garasi miliknya.

Google

Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi
Tidak asing nama perusahaan ini, sang penguasa teknologi. Apalagi kalau bukan Google Inc. Perusahaan yang didirikan 2 sahabat Larry Page dan Sergey Brin ini awal mulanya hanya bertempat di sebuah garasi. Larry Page dan Sergey Brin pernah menawarkan mesin mencari mereka kepada Yahoo yang saat itu sudah terkenal. Namun akhirnya ditolak. Akhirnya mereka berdua bekerja keras untuk mengembangkan teknologi yang pada akhirnya bisa kita nikmati sekarang ini.

Apple


Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi
Berlambangkan buah apel yang sebagian sudah tergigit adalah logo dari perusahaan ini. Perusahaan yang beberapa waktu lalu sempat heboh yang mana harga produknya sangat mahal yakni sekitar 25 juta. Perusahaan Apple didirikan oleh Steve Jobs. Perusahaan Apple tidak serta merta langsung besar. Awalnya Steve Jobs merakit perangkat komputernya di garasi pribadinya. Dan dengan keuletan yang ia miliki akhirnya ia mampu mendirikan perusahaan yang sebesar sekarang ini. 

Hewlett – Packard (HP)

Perusahaan Yang Berawal Dari Garasi
Salah satu perusahaan IT yang juga awalnya dijalankan disebuah gatasi yakni HP. HP merupakan kepanjangan dari Hewlett – Packard. Perusahaan ini didirikan oleh 2 orang yakni Bill Hewlett dan Dave Packard

Microsoft 


Perusahaan software yang didirikan oieh Bill Gates ini juga awalnya didirikan sebuah garasi. Tak disangka-sangka perusahaan yang didirikan oleh mahasiswa yang drop out dari Harvard University ini akhirnya berjalan sukses. Sekarang sistem operasi Windows yang mana merupakan salah satu produk muicrosoft mampu menguasai pasar software dunia.

Monday, 4 December 2017

Transportasi Berbasis Online Solusi ataukah Masalah ?

Transportasi Berbasis Online Solusi ataukah Masalah ? Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan lainnya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya transpostasi berbasis online.

Transportasi online merupakan transportasi yang mana menggunakan teknologi internet sebagai jembatan penghubung antara driver dan pemesan. Dengan menggunakan aplikasi yang terinstal di Android dan iPhone pengguna bisa memesan ojek online.

Transportasi Berbasis Online Solusi ataukah Masalah ?
Transportasi yang ditawarkan tidak hanya kendaraan yang beroda 2 atau motor namun juga beroda 4 yakni mobil. Soal tarif perusahaan yang menyediakan jasa transpotasi online ini memiliki standart tersendiri. Dan juga sudah mengikuti peraturan dari pemerintah.

GO-Jek, Grab, Uber dan lainhya adalah perusahaan yang menjembatani atau perusahaan yang menyediakan layanan Ojek Online atau transportasi online. Perusahaan ini sudah hadir di banyak kota di Indonesia. Dengan adanya Transportasi yang memanfaat teknologi ini ada yang menyambutnya dengan senang dan adapula yang tidak suka.


Di surabaya beberapa waktu yang lalu ada demo yang mana menolak adanya transportasi Online. Yang menolak adalah mereka para sopir konvensional. Mereka mengganggap bahwa adanya transportasi Online menghambat jatah mereka. Apakah benar seperti itu ?


Sebenarnya transportasi online ini memudahkan bukan malah merepotkan. Kebanyakan masyarakat pun senang dengan transportasi online ini. Alasanya adalah lebih mudah, cepat dan juga murah.
Kalau dibandingkan dengan angkutan umum yang malah menyebabkan macet tentunya masyarakat lebih mendukung Ojek Online. Kenapa menyebabkan macet ? Coba saja kita lihat kenyataannya, angkutan umum kalau berhenti tanpa menghiraukan sekelilingnya karena berebut penumpang dengan angkutan lainnya.

Harusnya pemerintah mencari solusi agar para sopir angkutan umum mau menerima adanya angkutan yang berbasis online. Atau bahkan kalau bisa mengatur bagaimana angkutan-angkutan tersebut bisa mengalahkan sistem online. Seperti halnya di Jepang. Di jepang transportasi online malah kalah dengan sistem tranportasi "konvensional jepang". Entah seperti apa sistem yang dibuat pemerintah jepang sehingga para penyedia layanan transportasi online dibuat kalang kabut dan mau tidak mau harus bekerja sama dengan pemerintah jepang disana. Atau paling tidak seharusnya pemerintah memberikan sosialisasi kepada para sopir angkutan umum yang konvesional bahwa sistem online itu memudahkan bukan malah menyusahkan. Perkembangan teknologi yang maju juga harus didukung SDM yang maju pula.

Thursday, 23 November 2017

Ustadz Mualaf Itu dan Kelucuannya

Ustadz Mualaf Itu dan Kelucuannya - Saya lupa kapan persisnya, yang jelas saat itu saya masih mondok di Jawa Tengah, ada sebuah pengajian akbar di lapangan desa sebelah. Penceramahnya seorang mualaf. Saya tidak hadir di pengajian itu, tetapi pamfletnya cukup bisa menggambarkan acaranya: kisah mualaf yang menemukan jalan hidayah dan membongkar kesalahan agama sebelumnya. Belakangan saya menemukan banyak video di YouTube si penceramah itu yang isinya lebih pada hujatan agama yang dianutnya sebelum Islam.

Ustadz Mualaf Itu dan Kelucuannya


Ketika saya di Jogja, fenomena seperti ini kembali muncul. Seorang ustad yang menemukan hidayah di usia muda menjadi idola para pemuda pemudi. Pengajiannya sangat ramai dipadati ikhwan dan akhwat di masjid kampus. Saat itu saya belum mengenal adanya aliran-aliran dalam Islam. Praktis saya mengagumi adanya seorang mualaf yang berdakwah. Dan saya follow akun twitternya.

Berbeda dengan penceramah dahulu, ustad yang followersnya sudah tidak bisa ditampung Monas ini tidak terlalu sering mengolok-olok agamanya yang dahulu. Ia sesekali mengritik orang yang mengucapkan selamat natal, tapi ya cuma itu. Tidak sampai tega menghabisi seperti penceramah sebelumnya yang materinya Zakir Naik banget (padahal Zakir Naik belum ngehits).

Rasa ilfeel saya pada si ustad bermula menjelang pemilu 2014 lalu. Ia yang brilian dalam mengemas agama secara kekini-kinian, komentar banyak soal politik. Ia mendadak menjadi ahli fatwa soal agama. Dan fatwanya yang membuat saya langsung memutus kekaguman adalah dengan mengatakan bahwa sistem demokrasi adalah sistem kufur.

Tentu saja saya nganu. Lha wong para kiai sepuh yang saya hormati, yang karyanya jadi rujukan banyak lembaga di dalam dan luar negeri, yang ahli ushul fikih saja tidak pernah bikin fatwa seperti itu. Lha ini ada ustad, mualaf, karya kitabnya belum terdeteksi, lha kok berani-beraninya berkata demikian. Dari mana istinbath hukumnya?

Perlahan-lahan saya mengenal ada lembaga bernama Hizbut Tahrir yang mengampanyekan sistem khilafah. Beberapa teman saya juga ternyata bergabung dengannya. Pada muktamar khilafah 2015 lalu, saya turut hadir di tengah-tengah belasan ribu manusia yang ternyata banyak yang awalnya diajak pengajian, malah diajak kampanye politik. Dan si ustad dengan terang-terangan menyatakan sebagai bagian dari partai ini.

Yang bikin saya KZL, si ustad memosisikan dirinya seolah apa yang dikatakan sebagai sebuah kebenaran tunggal. Apa yang dikatakan disebutnya sebagai ajaran Islam. Lha saya 7 tahun mondok saja tidak pernah mendengar hal-hal semacam itu. Padahal ya pondok pesantren diakui oleh banyak kalangan sebagai salah satu model pendidikan khas Islam, khususnya di bumi Nusantara.

Saya pun mafhum. Namanya partai politik, apapun bisa dijual, termasuk agama. Untuk menarik perhatian masyarakat awam, apa yang lebih menarik dibandingkan agama? Terbukti, teman-teman saya yang terjaring di situ kebanyakan ya belajar agamanya belum kokoh. Alumni pesantren akan sangat sulit terpengaruh dengan iming-iming agama seperti itu. Lha wong sudah makanannya sehari-hari.

Setelah HTI dibubarkan, sang ustad merapat ke beberapa tokoh Islam.
Ia masih mengisi berbagai forum walau bahasan tentang khilafah tidak begitu dikemukakan. Namun yang membuat banyak kalangan gemas adalah peristiwa belakangan di mana ia mencitrakan dirinya seolah-olah dizalimi saat ingin mengisi pengajian di Pasuruan.

Ceritanya saat itu kalangan Nahdliyin meminta panitia untuk membuat pernyataan bahwa si ustad sudah steril dari aktivitas HTI karena merupakan organisasi terlarang secara hukum. Nahdliyin juga menuntut agar si ustad mengakui NKRI, negara yang ditempatinya. Belum sempat berdialog dengan para penuntut, si ustad sudah kabur. Woalah…

Membicarakan ustad mualaf, hal tersebut bukanlah hal baru. Dulu sekali di zaman Londo, pernah hidup seorang yang sangat fasih berbahasa Arab. Namanya Snouck Hurgronje, seorang orientalis asal Belanda. Dia sangat brilian. Dialah orientalis pertama yang bisa memasuki kota suci Makkah. Jika sudah bisa masuk Makkah, pasti Islam, kan?

Di sana dia belajar ilmu-ilmu keislaman melalui kitab dan para ahli agama. Walau pun konon belajarnya ustad Snouck ini hanya untuk memelajari agama Islam, lalu memecah belah Islam dari dalam. Uniknya, di beberapa kalangan, nama Snouck masih disebut-sebut dalam doa tawasul. Hal ini menandakan totalitas sang Snouck dalam membranding dirinya Islam.

Tapi entah mengapa saya kok lebih respek kepada ustad Snouck. Karena senakal-nakalnya Snouck, dia tidak pernah mengampanyekan khilafah. Wong Nabi saja tidak kenal model khilafahnya HTI.
Gitu kok ngaku paling Islam.

Sumber : Islami.Co

Wednesday, 22 November 2017

Nasehat Bagi Wanita Yang Terlambat Nikah

Nasehat Bagi Wanita Yang Terlambat Nikah

Oleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Nasehat Bagi Wanita Yang Terlambat Nikah

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Saya ingin meminta saran kepada syaikh bahwa saya dan teman-teman senasib telah ditakdirkan untuk tidak merasakan nikmatnya nikah, sementara umur hampir menginjak masa putus harapan untuk menikah. Padahal Alhamdulillah saya dan teman-teman senasib memiliki akhlak yang cukup dan berpendidikan sarjana dan inilah nasib kita Alhamdulillah. Yang membuat kaum lelaki tidak mau melamar kita disebabkan kondisi ekonomi yang kurang mendukung karena pernikahan di daerah kami dibiayai oleh kedua mempelai. Saya memohon nasehat syaikh untuk kami ?”

Jawaban.
Nasehat saya untuk yang terlambat menikah hendaknya selalu berdo’a kepada Allah dengan penuh harapan dan keikhlasan, dan mempersiapkan diri untuk siap menerima lelaki yang shalih. Apabila seseorang jujur dan sungguh-sungguh dalam do’anya, disertai dengan adab do’a dan meninggalkan semua penghalang do’a, maka do’a tersebut akan terkabulkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu” [Al-Baqarah/2 : 186]

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya Kuperkenankan bagimu” [Al-Mukmin/40 : 60]

Dalam ayat tersebut Allah menggantugkan terkabulnya do’a hambaNya setelah dia memenuhi panggilan dan perintahNya. Saya melihat, tidak ada sesuatu yang lebih baik kecuali berdoa dan memohon kepada Allah serta menunggu pertolongan dariNya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكُرَبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Ketahuilah sesungguhnya pertolongan diperoleh bersama kesabaran dan kemudahan selalu disertai kesulitan dan bersama kesulitan ada kemudahan”

Saya memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk kalian dan yang lainnya agar dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam seluruh urusannya dan semoga segera mempertemukan kalian dengan laki-laki yang shalih yang hanya menikah untuk kebaikan dunia dan akhirat.

(Fatawa Mar’ah, hal. 58)

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]


Sumber: https://almanhaj.or.id/7820-nasehat-bagi-wanita-yang-terlambat-nikah.html