Wednesday, 12 April 2017

Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia

Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia - Hallo, beberapa hari tidak update di blog ini. Karena kesibukan, jadi kemarin-kemarin jarang update. 

Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia


Kali ini akan saya share tentang perusahaan keren yang ada di Indonesia. Di luar negeri tidak ada perusahaan ini. Dan siapa tahu perusahaan ini sedang membutuhkan karyawan. Apa saja perusahaan keren di Indonesia ini ?

1. PT. Bengkel Cinta

Perusahaan ini merupakan perusahaan reparasi hati. Ya, benar sekali, perusahaan ini memperbaiki hati yang sedang patah hati agar bisa segera Move On. Di perusahaan ini sedang butuh banyak Supervisor bidang percintaan. Segera merapat untuk melamar pekerjaan disana ya gaes.

Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia



2. PT Mencari Cinta Sejati

Ini merupakan perusahaan yang sering disebut banyak kaum muda. Perusahaan ini merupakan salah perusahaan keren yang perlu di coba untuk dilamar. Siapa disana membutuhkan karyawan bidang Mantan (Menantu Idaman)
Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia

3. PT. MIBER bin MABUR minal NGAYANG wal KETANGSANG

Perusahaan ini sepertinya perusahan penerbangan nasional. Dari namanya kita bisa lihat perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penerbangan. Entah dimana kantor perusahaan ini. Siapa direkturnya, siapa karyawan-karyawannya. Atau mungkin sobat yang salah satu karyawan di perusahaan ini.
Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia

 

4. PT. Maju Terus Pantang Mundur

Perusahaan ini merupakan perusahaan yang penuh semangat. Benar saja, Maju Terus Pantang Mundur kan, jadi tunggu apa lagi. Kalau mau berkarir di perusahaan ini dipersilahkan. 
Keren, Perusahaan Ini Hanya Ada di Indonesia


Sungguh keren kan perusahaan-perusahaan ini. Segera melamar pekerjaan di sana. Siapa ngerti jadi direktut disana. Hahaha.  Yang merasa facebooknya ada nama perusahaan ini mungkin saja segera menggantinya. Wkwkwk. Just Kidding, Just For Fun ya gaes. Jangan tersingung apabila facebook ada nama perusahaan di atas. Hehehe

Thursday, 6 April 2017

Jadwal Haul Akbar Pondok Pesantren Sunan Drajat ke XXV 2017

Jadwal Haul Akbar Pondok Pesantren Sunan Drajat ke XXV 2017 - Haul Akbar PP Sunan Drajat merupakan hal yang sudah tidak asing lagi bagi para Santri Sunan Drajat dan para alumninya.

Haul Akbar PonPes Sunan Drajat merupakan acara rutin tahunan yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Di dalam acara haul akbar ini biasanya terdapat banyak acara mulai dari pasar malam, kreasi dan kirab santri, istigosah, khotmil quran, reuni akbar, seminar dan lain-lainnya.

Jadwal Haul Akbar Pondok Pesantren Sunan Drajat ke XXV 2017

Untuk acara Haul Akbar PP Sunan Drajat 2017 ini di adakan dari tanggal 13 Mei sampai dengan 25 Mei 2017.

Apa saja rangkaian Haul Akbar PP Sunan Drajat ini XXV 2017 ? Silakan di simak



Waktu
Acara
Sabtu, 13 Mei 2017, 19.30 - Selesai Pembukaan Haul Akbar XXV
Sabtu-Selasa, 13 Mei-25 Mei 2017 (19.30-Selesai) Pasar Malam dan Bazar
Ahad-Kamis, 14 Mei-17 Mei 2017 (19.30-selesai) PORSENI
Ahad, 14 Mei, 08.00-selesai Donor darah
Kamis, 18 Mei 2017, 19.00 - Selesai Pengajian Makam Sunan Drajat
Jumat, 19 Mei 2017, 19.30-Selesai Seni Hadrah Se Jawa Timur
Sabtu, 20 Mei 2017, 08.00-Selesai Pengobatan Massal
Sabtu, 20 Mei 2017, 19.30-Selesai Apresiasi Seni Santri
Ahad, 21 Mei 2017, 08.00 - Selesai
  • Kontes & Festival LOVE BIRD
  • Festival Banjari
Senin, 22 Mei 2017, 08.00 - Selesai Porseni
Senin, 22 Mei 2017, 19.30 - Selesai Sholawat Syeker Mania
Selasa, 23 Mei 2017, 12.00-Selesai Kirab Santri
Selasa, 23 Mei 2017, 19.30 - Selesai Gabungan Silat Pemuda Islam
Rabu, 24 Mei 2017, 05.00 - Selesai Khotmil Quran Bil Ghoib
Kamis, 25 Mei 2017, 07.30 - Selesai Wisuda Purna Siswa YPPSD
Kamis, 25 Mei 2017, 19.30 - Selesai PUNCAK HAUL AKBAR XXV 2017, InsyaAllah akan dihadiri Oleh :
  1. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI)
  2. Susi Pudjiastutik (Menteri Kelautan dan Perikanan RI)
  3. Ignasius Jonan (Menteri ESDM RI)
  4. Dr. H. Soekarwo, M.Hum (Gubernur Jawa Timur)
  5. Dr. KH. Ma'ruf Amin (Rais 'Aam PBNU/Ketua MUI)
 


Silakan share atau bagikan artikel ini agar acara haul akbar PP Sunan Drajat XXV 2017 semakin meriah.

Wednesday, 5 April 2017

Sholat Menghadap Kemana Saja ?

Sholat Menghadap Kemana Saja - Ada seorang dusun yang baru saja pulang dari ibadah haji. Sementara yang satu ini kalau menjalankan shalat aneh sekali. Dia menghadap ke arah seenaknya saja. Padahal sebelum pergi haji, dia kalau shalat selalu menghadap ke barat.

Sholat Menghadap Kemana Saja


Suatu ketika salah seorang anaknya yang duduk di kelas 6 madrasah ibtidaiyah (setingkat SD) mengingatkan dan bertanya, “Pak, apakah bapak lupa?”

“Ada apa?”
“Tadi saya lihat bapak shalat kok menghadap ke timur,” kata anaknya.

“Oh, itu yang Kau tanyakan. Kamu ini memang cerewet. Saya tahu kamu sudah duduk di kelas 6 madrasah ibtidaiyah, tetapi pengalamanmu kurang sekali. Besok kalau kamu sudah pernah naik haji seperti saya ini, kamu akan tahu sendiri,” kata pak haji.

“Apa maksud bapak?” tanya anaknya.

“Begini, dengarlah baik-baik,” kata pak haji mulai menjelaskan, “Orang shalat harus menghadap ke barat itu hanya model di Jawa saja. Kalau di Mekah sana, orang shalat itu bebas menghadap ke mana saja. Sesukanya lah. Bahkan saya pernah shalat berhadapan dengan imamnya. Makanya orang kalau kurang pengalaman itu ya seperti kamu, cerewet!”
Si anak hanya mendelong saja mendengar keterangan ayahnya yang belum bisa dimengertinya. (Red Alhafiz K)

*) Dikutip dari Kasykul, Kumpulan Cerita Lucu, karya KH Bisri Mustafa

Wednesday, 29 March 2017

Andai Imam Mazhab Punya Medsos

Andai Imam Mazhab Punya Medsos - Entah berapa kali hujatan dan cacian ditujukan kepada para ahli agama di media sosial. Sejak awal memiliki facebook dan twitter, saya seringkali menjumpai akun-akun yang mempropagandakan kebencian melalui media sosial ini. Beberapa tokoh yang pernah dihujat antara lain KH Abdurrahman Wahid, Profesor Habib Quraisy Syihab, hingga KH Mustofa Biri. Yang terbaru adalah hujatan dan fitnah yang ditujukan kepada Kiai Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU.


Andai Imam Mazhab Punya Medsos


Propaganda itu semakin menguat belakangan. Banyak akun-akun palsu prematur yang baru dibuat beberapa bulan (bahkan banyak yang tidak berfoto profil) turut menjadi senjata penyebaran kebencian ini. Polanya pun sama: perbedaan pandangan dalam memahami suatu teks agama.

Mirisnya, para penghujat dan penebar kebencian biasanya tidak memahami ilmu agama secara mendalam. Tak jarang, mereka baru mengenal agama Islam dalam beberapa waktu singkat, lalu mengklaim dirinya lebih Islam dibanding tokoh-tokoh yang sudah hafal Al-Quran dan memahami berbagai tafsirnya, ribuan hadis, hingga kitab-kitab klasik.

Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Rasulullah pun mengajarkan kepada umatnya bahwa perbedaan adalah rahmat. Tetapi mengapa saat ini banyak yang tidak siap dengan segala bentuk perbedaan? Apakah mereka sudah melupakan sabda Rasulullah tersebut?

Pasca Rasulullah SAW wafat, perbedaan pandangan dalam Islam adalah suatu keniscayaan. Di era sahabat, saat hendak memushafkan (membukukan) Al-Qur’an, ide ini awalnya ditentang oleh sebagian sahabat karena dianggap bid’ah, tidak ada perintahnya dari Rasulullah SAW. Tapi sahabat Umar ibn Khattab kemudian memberi alasan betapa memushafkan Al-Quran adalah sebuah desakan karena banyaknya para penghafal Al-Quran yang syahid di medan perang. Maka tersusunlah mushaf Al-Quran yang bisa kita baca hingga hari ini di era Usman ibn Affan.

Di era imam mazhab pun, perbedaan pandangan bukan hal yang aneh. Misalnya ketika menyikapi apakah anjing itu najis atau tidak, pendapat antara imam Syafii dan Maliki berbeda. Imam Syafii (Bagdad dan Mesir) menyatakan secara tegas bahwa anjing itu najis, sedangkan imam Maliki (Madinah, Hijaz) berpendapat sebaliknya. Di Mesir, banyak ulama yang memelihara anjing karena menganut mazhab ini.

Bayangkan apabila para imam mazhab hidup di masa ini dan memiliki media sosial. Banyak awam dengan kebodohannya berani menghujat fatwa mereka karena berbeda pendapat. Bukan hanya fatwa, kelompok ini seringkali menyerang pribadinya tanpa mengenal takut berdosa. Menjelek-jelekkan seseorang apabila terbukti benar maka disebut ghibah (menggunjing), sedang jika salah disebut fitnah.

Fatwa bukanlah sesuatu yang mudah dikeluarkan karena harus dipertangungjawabkan di dunia mau pun akhirat. Ada mekanisme untuk berfatwa seperti menguasai tata bahasa Arab, memahami ilmu ushul fikih, hafal Al-Quran beserta sebab turunnya, hafal ribuan hadis serta asbabul wurudnya, dan syarat lainnya. Jika mereka benar, maka dapat dua pahala. Jika salah, masih mendapat satu.

Jika pendapat sudah dikemukakan oleh beberapa ulama, maka awam boleh memilih salah satunya tanpa harus menghujat pendapat yang lain. Inilah ajaran Islam yang sebenarnya; saling menghargai tanpa harus menghakimi. Pilihlah ajaran yang sesuai dengan apa yang diyakini. Wallahua’lam bi as-shawab.

Sarjoko, penulis adalah pegiat di Islami Institute Jogja via islami.com

Tuesday, 28 March 2017

Non-Muslim yang Berjasa kepada Nabi

Non-Muslim yang Berjasa kepada Nabi - Dalam episode kehidupan Nabi Muhammad ada sejumlah orang yang tidak atau (saat itu belum) bergabung dalam barisan umat, namun telah membantu Nabi Muhammad SAW dengan cara mereka masing-masing. Mereka melindungi, memandu, membantu dan berteman setia kepada Nabi Muhammad dan secara tidak langsung membantu perjuangan dakwah Nabi Muhammad.

Non-Muslim yang Berjasa kepada Nabi

Kita mulai dengan Waraqah bin Naufal, sosok yang hanif. Di saat Nabi Muhammad guncang jiwanya dan merasa ragu benarkah telah didatangi malaikat Jibril. Khadijah membawa Nabi Muhammad menemui Waraqah. Setelah menyimak cerita Nabi Muhammad dan lima ayat pertama yang diterimanya, Waraqah berkata: “Ini adalah orang yang sama yang membawa wahyu yang telah dikirim Allah kepada Musa (malaikat Jibril)”.

Pernyataan Waraqah itu menenangkan Nabi Muhammad. Pada saat kritis di awal kenabian, Waraqah telah memberi kesaksian bahwa yang datang kepadanya itu malaikat Jibril, bukan syetan.
Sosok kedua yang membantu Nabi Muhammad adalah pamannya Abu Thalib. Tidak perlu saya tuliskan ulang kisahnya di sini. Semua mafhum akan perlindungan yang diberikan Abu Thalib, kepala suku Quraisy, kepada keponakannya ini. Pada masa itu sistem klan begitu kuat, siapa yang mendapat perlindungan sebuah klan maka hidupnya aman. Siapa yang berani mencelakakannya akan berhadapan dengan klan tersebut. Maka perlindungan Abu Thalib telah membuat Nabi aman. Cuma ada gangguan kecil saja.

Namun bagaimana dengan umat Nabi Muhammad? Suku Quraisy adalah suku terhormat sehingga Nabi Muhammad tidak terancam jiwanya, tapi sahabat-sahabat yang lain mengalami berbagai ancaman yang berat. Maka Nabi memerintahkan para sahabat hijrah ke Habasyah. Ini negeri Kristen. Para sahabat kemudian dilindungi oleh Raja Habasyah. Lihatlah bagaimana para sahabat mencari perlindungan ke negeri berpenduduk Kristen, persis seperti sekarang gelombang pengungsi dari Syiria, Yaman, Libya, Iraq, Afghanistan, Tunisia memasuki Eropa dan berlindung di negara Kristen.

Nabi Muhammad masih aman sampai kemudian Abu Thalib wafat. Maka Abu Lahab yang mengomandani suku Quraisy mengumumkan melepaskan perlindungan kepada Nabi Muhammad. Itu artinya siapapun bisa membunuh beliau dan tidak akan ada suku Quraisy yang membelanya. Nasib pilu membuat Nabi lari dikejar-kejar mereka yang hendak mencelakakannya. Nabi dengan berdarah-darah dilempari penduduk Thaif.

Untunglah ada kepala suku kecil yang bersedia melindungi Nabi Muhammad. Mu’thim bin Adi mengumumkan bahwa Muhammad berada dalam perlindungannya. Amanlah saat itu nyawa Nabi Muhammad. Mu’thim tidak percaya agama Allah tapi dia mau melindungi Muhammad SAW saat itu. Mu’thim melepaskan perlindungan setelah peristiwa isra mi’raj dimana dia menuduh Nabi Muhammad berbohong dan karenanya dia secara terbuka melepaskan jaminan perlindungannya terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dalam kondisi itulah turun perintah hijrah ke Yatsrib. Saat itu nyawa Muhammad SAW benar-benar terancam, hanya hijrah satu-satunya jalan keluar. Abu Bakar dan Nabi Muhammad memutuskan pergi malam-malam ke Yatsrib. Mereka ditolong oleh seorang non-Muslim namanya Abdullah bin Arqat (saat itu belum masuk islam). Abdullah bin Arqat inilah yang memimpin perjalanan Nabi melewati jalan yang tidak biasa guna mengelabui dan menghindari kejaran kafir jahiliyah. Sekali lagi, non-Muslim berjasa di sini.
Terakhir, banyak yang tidak tahu bahwa ada seorang rabbi Yahudi yang sangat sayang kepada Nabi Muhammad. Mukhayriq namanya. Dia seorang kaya raya dan kemudian memutuskan ikut perang Uhud membela Nabi Muhammad. Dia berwasiat bahwa kalau dia terbunuh maka semua kekayaannya diserahkan kepada Nabi Muhammad.

Peperangan terjadi pada hari sabtu, dan sebagai Yahudi seharusnya dia diam di rumah. Namun dia memutuskan tetap pergi membantu Nabi Muhammad. Dalam keadaan terluka parah di perang Uhud, Nabi Muhammad diberitahu bahwa Mukhayriq telah gugur dan memberikan kekayaannya untuk Nabi Muhammad. Nabi berkomentar: “dia yahudi terbaik!”. Mukhayriq tetap wafat dalam keadaan Yahudi.
Sejarah menyisakan cerita manis bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalin hubungan baik dengan non-Muslim. Sekarang membaca kembali sejarah ini, tiba-tiba saya merasa malu sekali: di tangan kita Islam telah berubah dari agama yang menebar rahmat menjadi agama yang gampang melaknat; dari agama yang begitu ramah menjadi agama yang penuh api amarah, dari agama yang penuh kasih sayang menjadi agama yang pemeluknya sedikit-sedikit merasa tersinggung dan berteriak, “ini penistaan agama!”

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia – New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Friday, 24 March 2017

8 Macam Rezeki Yang Harus Dipahami

8 Macam Rezeki Yang Harus Dipahami - Islam merupakan agama yang tidak hanya mengajarkan ibadah saja namun juga mengurusi urusan dunia. Islam merupakan agama yang lengkap, termasuk mengurus urusan rezeki. 

Di bawah ini ada 8 macam rezeki yang harus diketahui agar kita sebagai manusia paham betul tentang masalah rezeki.



1. Rezeki Yang Telah Dijamin
“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (Q.S. 11: 6)

2. Rezeki Karena Usaha
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (Q.S. 53: 39)

3. Rezeki Karena Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Q.S. 14: 7)

4. Rezeki Karena Bertakwa
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq: 2)

5. Rezeki Karena Istighfar
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta” (QS. 71: 10-11)

6. Rezeki Karena Menikah
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”(QS. An-Nur: 32)

7. Rezeki Karena Anak
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”(QS. Al-Isra: 31)

8. Rezeki Karena Sedekah
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak” (QS. Al-Baqarah: 245)

Wednesday, 22 March 2017

Larangan Mendoakan Orang Mati


Larangan Mendoakan Orang Mati - Kiai Durrahman yang baru saja pulang dari kuburan kedatangan seorang pemuda lulusan sebuah kampus di Madinah yang hendak mengajak berdebat. 

Dengan gaya mengetes, si pemuda bertanya, “Pak Kiai, apa hukum mendoakan orang mati?”
“Haram!”

Si pemuda kaget. Jawaban Kiai Durrahman di luar dugaan. “Alasannya, Kiai?”

“Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk.”

Si pemuda pun lekas pamit pulang. (Khoiron -  nu or id )

Nasihat Imam al-Ghazali untuk Penguasa

Nasihat Imam al-Ghazali untuk Penguasa - Banyak sudah para pemikir klasik yang memberi nasihat kepada penguasa. Kita mengenal Nicolo Machiavelli (1469-1527) yang menulis buku The Prince berisikan saran-saran bagaimana mendapat dan mempertahankan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara: berbohong, memfitnah, bahkan menghabisi lawan politiknya. Terjadi pro-kontra mengenai karya Machiavelli ini. Yang jelas karya ini membuka kedok betapa menggiurkannya kekuasaan itu bagi yang mencari atau hendak mempertahankannya.



Sekitar 3 abad sebelum Machiavelli, Imam al-Ghazali telah lebih dulu menuliskan nasihatnya untuk penguasa. Berbeda dari Machiavelli yang menyarankan untuk menghalalkan segala cara dan menafikan moralitas dalam kekuasaan, Imam al-Ghazali menekankan pesan keadilan kepada para penguasa. Yang menakjubkan beliau lebih dahulu mengkritik para ulama sebagai biang kerusakan rakyat dan penguasa. Paling tidak dua kali beliau menyebutkannya dalam kitab Ihya’ Ulumid Din.

Pertama, Ihya’ Juz 2 halaman 238:

ما فسدت الرعية إلا بفساد الملوك وما فسدت الملوك إلا بفساد العلماء


"Tidaklah terjadi kerusakan rakyat itu kecuali dengan kerusakan penguasa, dan tidaklah rusak para penguasa kecuali dengan kerusakan para ulama."

Kedua, Ihya’ Juz 2 halaman 357:

‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال


"Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Sesiapa yang terpedaya akan kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil, bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal."

Imam al-Ghazali melakukan introspeksi kepada dirinya dan para sejawatnya: sudahkah para ulama menjalankan fungsi dengan benar sehingga tidak rusak penguasa dan rakyat?

Dalam kitab al-Tibrul Masbuk fi Nashihatil Muluk, terhadap penguasa Imam Ghazali menasihati dengan mengutip riwayat Nabi: "Keadilan penguasa meski hanya satu hari lebih aku senangi ketimbang beribadah selama 70 tahun". Imam al-Ghazali mengutip sejumlah hadits Nabi soal keadilan penguasa hingga tibalah beliau menulis sesuatu yang sangat mengejutkan (halaman 44):

‎والسلطان العادل من عدل بين العباد، وحذر من الجور والفساد، والسلطان الظالم شؤم لا يبقى ملكه ولا يدوم، لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول: (الملك يبقى مع الكفر ولا يبقى مع الظلم) . وفي التواريخ أن المجوس ملكوا العالم أربعة آلاف سنة وكانت المملكة فيهم وإنما دامت المملكة بعدلهم في الرعية، وحفظهم بالسوية، وإنهم ما كانوا يرون الظلم والجور في دينهم وملتهم جائز وعمروا بعدلهم البلاد، وأنصفوا العباد. وقد جاء في الخبر أن الله جلّ ذكره أوحى إلى داود عليه السلام أن آنْهِ قومك عن سب ملوك العجم فإنهم عمروا الدنيا وأوطنوها عبادي. فينبغي أن تعلم أن عمارة الدنيا وخرابها من الملوك فإذا كان السلطان عادلاً عمرت الدنيا وأمنت الرعايا كما كانت عليه في عهد أزدشير وأفريدون وبهرام كور وكسرى أنو شروان. وإذا كان السلطان جائراً خربت الدنيا كما كانت في عهد الضحاك وافراسيان وبرزدكنها الخاطىء وأمثال هؤلاء، وهكذا إلى أن استولى أهل الإسلام وغلبوا العجم وأزاحوهم عن بلادهم وعن الملك وقويت دولة دين الإسلام، ببركة نبينا محمد عليه الصلاة والسلام، وذلك في عهد خلافة عمر بن الخطاب رضي الله عنه.


"Penguasa adil itu yang memberikan keadilan dan kepada sesama hamba dan tidak melakukan hal sebaliknya, karena penguasa zalim tidak akan bertahan lama berdasarkan Hadits Nabi: "kekuasaan itu bertahan bersama kekufuran tapi tidak bersama kezaliman".

"Dalam sejarah tercatat bahwa Majusi bertahan selama 4 ribu tahun menguasai dunia. Ini karena mereka mempertahankan keadilan bersama rakyatnya. Sistem keagamaan mereka tidak membolehkan kezaliman dan melalui keadilan mereka mengembangkan peradaban dan kesejahteraannya."

"Dalam satu riwayat Allah berfirman kepada Nabi Daud: ‘Wahai Daud, beritahu bangsamu untuk tidak bicara hal-hal negatif tentang Persia. Merekalah yang membangun peradaban dunia hingga hambaKu bisa hidup di dalamnya’."

"Anda mesti paham bahwa maju atau mundurnya itu tergantung penguasa; kalau penguasa adil maka semuanya nyaman dan aman seperti yang terjadi pada masa Raja Azdasyir, Afridun, Bahram Kur, Kisra dan Raja lainnya yang seperti mereka. Namun di tangan penguasa zalim yang terjadi kebalikannya seperti bisa kita lihat pada masa Dahhak dan Afrasiyan. Maka kekuasaan negeri Islam kemudian menaklukkan Persia dengan barakah Nabi Muhammad, pada masa Khalifah Umar bin Khattab."

Saya ingin akhiri dengan kutipan kisah menarik ini yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali dalam Al-Tibrul Masbuk fi Nashihatil Muluk halaman 20:

حضر بعض الزهاد بين يدي خليفة، فقال له: عظني فقال: يا أمير المؤمنين إني سافرت الصين وكان ملك الصين قد أصابه الصمم وذهب سمعه فسمعته يقول يوماً وهو يبكي: والله ما أبكي لزوال سمعي وإنما أبكي لمظلوم يقف ببابي يستغيث فلا أسمع استغاثته، ولكن الشكر لله إذ بصري سالم. وأمر منادياً ينادي ألا كل من كانت له ظلامة فليلبس ثوباً أحمر. فكان يركب الفيل فكل من رأى عليه ثوباً أحمر دعاه واستمع شكواه وأنصفه من خصمائه. فانظر يا أمير المؤمنين إلى شفقة ذلك الكافر على عباد الله وأنت مؤمن من أهل بيت النبوة فأنظر كيف تريد أن تكون شفقتك على رعيتك.


"Sejumlah orang zuhud datang ke Khalifah yang meminta saran dari mereka. Salah seorang berkata: "Wahai Amirul Mu'minin, saya pernah mengunjungi negeri Cina. Raja mereka menjadi tuli pendengarannya dan Raja sangat bersedih. Namun Raja Cina ini berkata bahwa "aku bersedih bukan karena hilangnya pendengaranku, tapi boleh jadi ada pencari keadilan yang dizalami yang berhenti di depan pintu istanaku tapi aku tidak bisa mendengarnya. Tapi syukurlah mataku masih bisa melihat."

"Kemudian Raja memberi perintah siapa yang hendak protes atas kezaliman yang menimpanya harus memakai baju merah (agar diketahui oleh Raja). Raja kemudian blusukan menemui rakyatnya dengan mengendarai gajah, dan menemui mereka yang berbaju merah."

"Orang zuhud yang bercerita kisah ini kepada Khalifah kemudian berkata: "Wahai Amirul Mu'minin, ini tindakan bijak penguasa kafir kepada rakyatnya, bagaimana dengan anda yang orang beriman dan keturunan Nabi Muhammad? Sudahkan anda memperhatikan rakyat anda?"

Maaf, anda jangan marah sama saya kenapa Imam al-Ghazali justru menjadikan contoh penguasa adil itu dari golongan orang kafir baik di Persia maupun di Cina. Saya hanya mengutip apa adanya. Mari sama-sama kita ambil pelajaran saja. Ngaji itu lebih enak daripada ngomongin politik sambil ngomel gak karuan.

Jadi, pertanyaannya kita mau mengikuti nasihat Machiavelli yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan, atau mau mengikuti al-Ghazali yang menekankan prinsip keadilan dalam kekuasaan?


Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

sumber : nu.or.id

Saturday, 18 March 2017

Profil Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur

PROFIL PESANTREN FATHUL ‘ULUM

Kwagean Krenceng Kepung Kediri Jawa Timur

Profil Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur

 

Nama Dan Alamat : Pesantren Fathul ‘Ulum, Kwagean Krenceng Kepung Pare Kediri Jawa Timur (0354) 395103
Asas : Pancasila
Aqidah : Islam faham Ahlusunah wal Jama’ah
Tujuan : Membentuk insan berilmu, beramal, berakhlaq mulia dan masyarakat islami
Nama Pendiri : KH. Abdul Hannan Ma’shum
Nama Pengasuh : KH. Abdul Hannan Ma’shum
Nomor Statistik : 512350611074
Tahun Berdiri : 1981 M
Nama dan Alamat Yayasan : Yayasan Fathul ‘Ulum Kwagean Krenceng Kepung Pare Kediri Jawa Timur (0354) 395103
Nomor Akta Yayasan : C-3825.HT.01.02.TH 2007
Nomor NPWP Yayasan : 02.665.801.0-622.000
Jumlah Lembaga : 9 (Sembilan)
Jumlah   Santri Th. 2014 : Muqim : 1458 - Nduduk : 26
Jumlah Pengurus harian : Putra : 44 - Putri : 19
Jumlah Tenaga Pendidik : Putra : 120 - Putri : 30


Pesantren Fathul ‘Ulum merupakan lembaga pendidikan beraqidah Islam menurut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan menyelenggarakan program-program pendidikan madrasah formal dan non formal, pengajian, kursus-kursus, dan pelatihan serta kegiatan-kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.

Profil Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur

LEMBAGA-LEMBAGA DI PESANTREN FATHUL ‘ULUM

Pesantren Fathul ‘Ulum dalam usahanya mengelola 9 lembaga utama yaitu :
  • Pondok Putra Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Pondok Putri Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Pondok An-Nur Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Pondok Al Anwar Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Madrasah Diniyah Futuhiyyah.
  • Madrasah Qur’aniyyah Futuhiyyah.
  • Madrasah Ibtida`iyyah Futuhiyyah.
  • TK Kusuma Mulia.
  • Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP).

 

PROFIL LEMBAGA-LEMBAGA


Pesantren Fathul ‘Ulum dalam mendidik santri untuk menjadi generasi muslim yang berilmu dan berakhlaq mulia serta berguna bagi masyarakat ini secara garis besar memiliki peserta didik yang terbagi menjadi tiga macam, yaitu santri tarbiyah, santri kilatan, santri formal dan siswa/i formal. Dalam pengertiannya dapat kami bedakan sebagai berikut :
  • Santri kilatan adalah santri yang mengikuti pengajian bandongan tanpa mengikuti sekolah di madrasah diniyah.
  • Santri tarbiyah adalah santri yang mengikuti kegiatan pembelajaraan di bangku madrasah diniyah (dalam hal ini adalah Madin Futuhiyyah).
  • Santri formal adalah santri yang mengikuti kegiatan pembelajaran di pondok dan mengikuti kegiatan sekolah umum/formal.
  • Siswa/i formal adalah siswa/i yang mengikuti kegiatan sekolah umum/formal dalam hal ini TK dan MI Futuhiyyah.

Penyelenggaraan pendidikan di Pesantren Fathul ‘Ulum terbagi sesuai konsentrasi masing-masing bidang keilmuan di lembaga-lembaga yang berada di bawahnya, dengan uraian pembagian wilayah tugas kerja sebagai berikut:

1. Pondok putra Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putra tarbiyah dan kilatan dibidang sarana-prasarana, pendidikan santri kilatan dan santri tarbiyyah (selain waktu sekolah, musyawaroh dan sorogan).

2. Pondok putri Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putri tarbiyah dan kilatan di bidang sarana-prasarana, serta pendidikan santri kilatan dan santri tarbiyyah (selain waktu sekolah, musyawaroh dan sorogan).

3. Pondok Annur Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putra yang sedang mengikuti pendidikan sekolah formal.

4. Madrasah diniyyah Futuhiyyah Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan Diniyyah semua santri tarbiyah, putra ataupun putri.

5. Madrasah Qur’aniyyah Futuhiyyah Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan semua santri putra, yang sedang belajar Al-Qur an.

6. Madrasah Ibtidaiyyah Futuhiyyah Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan semua siswa-siswi, yang sedang menempuh pendidikan formal tingkat dasar.

7. Taman kanak-kanak Kusuma Mulia.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan semua siswa-siswi, yang sedang menempuh pendidikan formal usia dini.

8. Badan usaha milik pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas menjadi sumberdana yang idealnya nanti akan dapat menopang biaya operasional seluruh aktifitas PFU.

9. Pondok Al Anwar Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putri yang sedang mengikuti pendidikan sekolah formal.


Selain Program Pendidikan kelembagaan, Pesantren Fathul ‘Ulum juga mengadakan kegiatan pendidikan Non Kelembagaan. Dengan tujuan sebagai akses ilmu tambahan dan pengembangan pemahaman keilmuan santri yang di kemas dalam forum-forum pendidikan dibawah naunganan Ketua Bidang Pendidikan Pesantren Fathul ‘Ulum. Dan Program Pendidikan Non Kelembagaan itu adalah :

A. Perpustakaan

Perpustakaan adalah sarana yang sangat penting bagi kelangsungan pendidikan di suatu lembaga. Keberadaannya di suatu lembaga pendidikan bagaikan keberadaan buku bagi seorang pelajar. Semakin ia banyak menggunakan buku-bukunya maka semakin bertambahlah wawasan yang ia punya. Perpustakaan di Pesantren Fathul ‘Ulum terbagi dua, yaitu :

Perpustakaan Fathul Afkar Putra
Perpustakaan ini menyediakan fasilitas bagi pengguna perpustakaan dari kalangan santri putra. Perpustakaan ini menyajikan berbagai layanan yang diantaranya adalah layanan baca, layanan pinjaman, layanan informasi, dan layanan informasi elektronik. Materi macam literatur yang disediakan bermacam ragam dari ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum dan dari bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.

Perpustakaan Fathul Afkar Putri
Perpustakaan di putri tidak jauh berbeda dengan perpustakaan putra. Pelayanan yang di sajikan sama dengan di perpustakaan putra dengan ditambah dengan penerbitan mading Fatiha Buhuril ‘Ilmi (Mading FBI).

Selain itu, dalam lingkup tanggungjawab staf perpustakaan juga adalah mengontrol dan meningkatkan Tim KAIFA, yaitu organisasi yang bertugas untuk menghasilkan karya-karya ilmiah ilmu salaf dengan mengadakan kegiatan menerjemah kitab-kitab, menuqil, kegiatan bimbingan karya tulis, mengumpulkan karya-karya santri maupun guru untuk diterbitkan. Kaderisasi juga menjadi salah satu programnya. Tim Kaifa ini juga sebagai salah satu wadah pengembangan minat dan bakat santri yang berpotensi dibidang tulis menulis.


B. Tim Kajian


Tim Kajian Bahtsul Masa’il (Tim KBM)
Tim KBM adalah organisasi yang bertugas mendalami ilmu fiqh dengan mengadakan halaqoh ilmu fiqh, pengiriman delegasi dan kaderisasi para ahli bahtsul masa’il. Tim KBM ini disediakan sebagai wahana diskusi dan pendalaman ilmu fiqh.

Tim Kajian Falakiyah (Tim KAFA)
Tim Kafa bertugas mendalami ilmu kajian Hisab dan Falak dan melaksanakan program pengajaran dan kaderisasi. Tim Kafa ini juga disediakan juga sebagai wahana diskusi dan pendalaman ilmu hisab dan Falak tersebut.

Tim Kajian Ilmu Hikmah (Tim Kilmah)
Tim Kilmah adalah organisasi yang bertugas mendalami ilmu hikmah dengan mengadakan pengajaran dan pelatihan dan penurunan ilmu hikmah. Kaderisasi juga menjadi salah satu programnya. Diantara materi yang disajikan adalah ilmu bela diri fisik dan non fisik, ilmu rajah dan aufaq, pengasmaan, penurunan ilmu tenaga dalam, dan penurunan ilmu ketabiban.

 

C. Program WAJAR DIKDAS 9 tahun

Adalah program pendidikan formal dengan mata pelajaran umum sebagaimana pendidikan formal lainnya sebagai penyetaraan dengan sekolah yang sederajat. Program yang diselenggarakan adalah tingkat Wustha (setara SMP).

Program ini bertujuan memberikan legalitas kepada peserta didik yang belum pernah mengikuti pendidikan di tingkat SLTP sebagai modal untuk melanjutkan ke jenjang SLTA agar lebih mudah mendapat legitimasi untuk berjuang di masyarakat.

KEGIATAN UMUM TAHUNAN PESANTREN FATHUL ‘ULUM


1. Ijazah Kubro
Acara ijazahan kitab dan aurad yang dibuka untuk umum pada setiap malam jum’at kedua bulan shofar dan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

2. Asma’ Arto
Acara Asma’ Arto dan barang-barang azimat setiap malam 12 Rabi’ul Awal yang dibuka untuk umum dan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan luar Jawa.

3. Khataman Ihya’ Ulumuddin
Acara khataman Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin yang diadakan setiap lima tahun sekali, yang dihadiri oleh para Kyai se-Kawedanan Pare, Aparat Pemerintah, dan warga setempat serta para santri. Dihadiri sekitar 1.500 orang.

4. Manasik Haji
Acara pelatihan manasik haji setiap bulan jumadil akhir dengan diikuti para santri dan warga sekitar. Diikuti sekitar 1.250 orang.

5. Lailatul Wada’ Madin Putra dan Putri
Acara yang diikuti oleh para siswa putra Madrasah Diniyah dan wali santri khotimin dari berbagai daerah, dihadiri sekitar 1.200 orang.

6. Khotaman dan Wisuda Maqin
Acara yang diikuti oleh para siswa Madrasah Qur’aniyah dan wali santri khotimin dan wisudawan. Dihadiri sekitar 350 orang.

7. Haflah Akhirissanah
Acara penutupan akhir semua kegiatan di Pesantren Fathul ‘Ulum yang di selenggarakan untuk umum dan dihadiri oleh sekitar 2.000 orang dari kalangan alumni, santri, ulama’, umara dan masyarakat sekitar.

Frekuensi Tamu Pendatang di Pesantren Fathul ‘Ulum untuk tiap bulan berkisar kurang lebih 400 s/d 600 orang dan akan berlipat ketika hari raya dan musim ziarah.

LOKASI PESANTREN

Area Pesantren Fathul ‘Ulum yang semakin hari semakin menambah. pengembangan dan perluasan wilayah, kini telah menempati lahan seluas total ± 16.940 m2 yang meliputi :

Pondok Induk : ±   5.000 m2
Pondok Wetan : ±   1.000 m2
Pondok Kulon : ±     540 m2
Pondok Selatan : ±     400 m2
Lahan Pesantren : ± 10.000 m2

GEDUNG DAN BANGUNAN

Gedung dan bangunan yang menjadi fasilitas pendukung dan penunjang kegiatan pendidikan meliputi fasilitas primer dan sekunder yang dapat kami gambarkan secara umum sebagai berikut :

Masjid : 1 lokal
Musholla : 6 lokal
Kamar santri putra : 83 kamar
Kamar santri putri : 31 kamar
Angkring/gubug : ± 71 angkring
Kantor pengurus : 12 lokal
Gedung Madrasah Diniyyah :

Sebuah gedung berlantai tiga terdiri dari 11 ruang, 7 lokal gedung Masjid lantai tiga dan gedung Madin Putri dalam tahap pembangunan. (kekurangan kelas sementara dicukupi dengan memakai fasilitas gedung MI, serambi kantor MADIN dan musholla)

Madrasah Ibtidaiyyah : 2 gedung 6 Lokal
Taman Kanak-Kanak : 1 gedung 2 lokal
Perpustakaan : 3 lokal
Poskestren : 1 gedung
Koperasi kitab : 1 gedung berlantai 3
Toko photo copy : 2 gedung
Kantin : 10 lokal
Toko serba ada Al-Amin : 1 gedung
Toko Pakaian : 1 lokal
Percetakan & Out set : 2 Gedung
Ruang tamu : 3 gedung 6 kamar
Gudang : 2 lokal
Kamar Mandi dan WC : 20 gedung 123 lokal
Dapur : 4 gedung
Tempat parkir : 2 lokal
Tandon air : 7 lokal
 
sumber : https://www.kwagean.net/

Friday, 17 March 2017

Doa Mensyukuri Nikmat

Doa Mensyukuri Nikmat - Segala kenikmatan yang diberikan Allah kepada hambanya merupakan yang terbaik yang mana harus di syukuri. Dengan begitu Allah akan menambah kenikmatan kepada para hambanya yang senantiasa bersyukur kepada Allah. Salah satu doa bersyukur yang ada di dalam Al Quran adalah sebagai  berikut. Jangan lupa di baca agar kenikmatan kita bertambah



رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ

وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, semoga Engkau berkenan memberiku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang tuaku, mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (QS. An-Naml: 19)

Wednesday, 15 March 2017

Kisah Imam Ghozali dan Lalat

Kisah Imam Ghozali dan Lalat - Andai bisa dihitung, berapa banyak pahala Imam Al Ghazali? Torehan karya tinta emasnya mulai beliau mengarang kitab hingga sekarang yang sudah berjalan seribu tahun lebih. Bila setiap detik orang yang mempelajari kitab Ihya’ Ulumiddin yang beliau susun merupakan pahala, lalu berapa pahala yang mengalir kepada beliau?

Imam Ghozali dan Lalat


Secara matematik, di atas kertas, pahala inilah yang akan mengantarkan Imam Al Ghazali masuk sorga. Namun, berbeda kenyataan dengan kisah berikut.

Setelah Imam Al Ghazali wafat, ada salah seorang yang bermimpi bertemu beliau, kamudian menanyakan bagaimana keadaanya di alam barzakh sana?

Dijawab oleh Al Ghazali, beliau mengaku bahwa ia mendapat kenikmatan bukan karena amaliyahnya di dunia yang berupa karangan kitab atau sebagainya, namun karena lalat.

Dikisahkan, dahulu dunia literasi belum semodern sekarang, jika orang ingin menulis harus menggunakan pena sedang pena tersebut tidak berisi tinta di dalamnya. Cara menuliskan pena itu dengan cara dicelupkan dalam wadah tinta, setelah digoreskan beberapa saat, tinta habis kembali.

Suatu ketika, saat Al Ghazali menulis, tiba-tiba ada lalat yang hinggap, masuk ke wadah tinta dengan maksud ingin minum tinta tersebut. Dengan dorongan belas kasih, Imam Al Ghazali membiarkan lalat itu minum hingga kembali terbang pergi kembali.
 
Sebab belas kasihan itulah yang justru membuat Al Ghazali dimasukkan sorga oleh Allah SWT.