Friday, 24 March 2017

8 Macam Rezeki Yang Harus Dipahami

8 Macam Rezeki Yang Harus Dipahami - Islam merupakan agama yang tidak hanya mengajarkan ibadah saja namun juga mengurusi urusan dunia. Islam merupakan agama yang lengkap, termasuk mengurus urusan rezeki. 

Di bawah ini ada 8 macam rezeki yang harus diketahui agar kita sebagai manusia paham betul tentang masalah rezeki.



1. Rezeki Yang Telah Dijamin
“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (Q.S. 11: 6)

2. Rezeki Karena Usaha
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (Q.S. 53: 39)

3. Rezeki Karena Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Q.S. 14: 7)

4. Rezeki Karena Bertakwa
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq: 2)

5. Rezeki Karena Istighfar
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta” (QS. 71: 10-11)

6. Rezeki Karena Menikah
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”(QS. An-Nur: 32)

7. Rezeki Karena Anak
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”(QS. Al-Isra: 31)

8. Rezeki Karena Sedekah
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak” (QS. Al-Baqarah: 245)

Wednesday, 22 March 2017

Larangan Mendoakan Orang Mati


Larangan Mendoakan Orang Mati - Kiai Durrahman yang baru saja pulang dari kuburan kedatangan seorang pemuda lulusan sebuah kampus di Madinah yang hendak mengajak berdebat. 

Dengan gaya mengetes, si pemuda bertanya, “Pak Kiai, apa hukum mendoakan orang mati?”
“Haram!”

Si pemuda kaget. Jawaban Kiai Durrahman di luar dugaan. “Alasannya, Kiai?”

“Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk.”

Si pemuda pun lekas pamit pulang. (Khoiron -  nu or id )

Nasihat Imam al-Ghazali untuk Penguasa

Nasihat Imam al-Ghazali untuk Penguasa - Banyak sudah para pemikir klasik yang memberi nasihat kepada penguasa. Kita mengenal Nicolo Machiavelli (1469-1527) yang menulis buku The Prince berisikan saran-saran bagaimana mendapat dan mempertahankan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara: berbohong, memfitnah, bahkan menghabisi lawan politiknya. Terjadi pro-kontra mengenai karya Machiavelli ini. Yang jelas karya ini membuka kedok betapa menggiurkannya kekuasaan itu bagi yang mencari atau hendak mempertahankannya.



Sekitar 3 abad sebelum Machiavelli, Imam al-Ghazali telah lebih dulu menuliskan nasihatnya untuk penguasa. Berbeda dari Machiavelli yang menyarankan untuk menghalalkan segala cara dan menafikan moralitas dalam kekuasaan, Imam al-Ghazali menekankan pesan keadilan kepada para penguasa. Yang menakjubkan beliau lebih dahulu mengkritik para ulama sebagai biang kerusakan rakyat dan penguasa. Paling tidak dua kali beliau menyebutkannya dalam kitab Ihya’ Ulumid Din.

Pertama, Ihya’ Juz 2 halaman 238:

ما فسدت الرعية إلا بفساد الملوك وما فسدت الملوك إلا بفساد العلماء


"Tidaklah terjadi kerusakan rakyat itu kecuali dengan kerusakan penguasa, dan tidaklah rusak para penguasa kecuali dengan kerusakan para ulama."

Kedua, Ihya’ Juz 2 halaman 357:

‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال


"Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Sesiapa yang terpedaya akan kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil, bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal."

Imam al-Ghazali melakukan introspeksi kepada dirinya dan para sejawatnya: sudahkah para ulama menjalankan fungsi dengan benar sehingga tidak rusak penguasa dan rakyat?

Dalam kitab al-Tibrul Masbuk fi Nashihatil Muluk, terhadap penguasa Imam Ghazali menasihati dengan mengutip riwayat Nabi: "Keadilan penguasa meski hanya satu hari lebih aku senangi ketimbang beribadah selama 70 tahun". Imam al-Ghazali mengutip sejumlah hadits Nabi soal keadilan penguasa hingga tibalah beliau menulis sesuatu yang sangat mengejutkan (halaman 44):

‎والسلطان العادل من عدل بين العباد، وحذر من الجور والفساد، والسلطان الظالم شؤم لا يبقى ملكه ولا يدوم، لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول: (الملك يبقى مع الكفر ولا يبقى مع الظلم) . وفي التواريخ أن المجوس ملكوا العالم أربعة آلاف سنة وكانت المملكة فيهم وإنما دامت المملكة بعدلهم في الرعية، وحفظهم بالسوية، وإنهم ما كانوا يرون الظلم والجور في دينهم وملتهم جائز وعمروا بعدلهم البلاد، وأنصفوا العباد. وقد جاء في الخبر أن الله جلّ ذكره أوحى إلى داود عليه السلام أن آنْهِ قومك عن سب ملوك العجم فإنهم عمروا الدنيا وأوطنوها عبادي. فينبغي أن تعلم أن عمارة الدنيا وخرابها من الملوك فإذا كان السلطان عادلاً عمرت الدنيا وأمنت الرعايا كما كانت عليه في عهد أزدشير وأفريدون وبهرام كور وكسرى أنو شروان. وإذا كان السلطان جائراً خربت الدنيا كما كانت في عهد الضحاك وافراسيان وبرزدكنها الخاطىء وأمثال هؤلاء، وهكذا إلى أن استولى أهل الإسلام وغلبوا العجم وأزاحوهم عن بلادهم وعن الملك وقويت دولة دين الإسلام، ببركة نبينا محمد عليه الصلاة والسلام، وذلك في عهد خلافة عمر بن الخطاب رضي الله عنه.


"Penguasa adil itu yang memberikan keadilan dan kepada sesama hamba dan tidak melakukan hal sebaliknya, karena penguasa zalim tidak akan bertahan lama berdasarkan Hadits Nabi: "kekuasaan itu bertahan bersama kekufuran tapi tidak bersama kezaliman".

"Dalam sejarah tercatat bahwa Majusi bertahan selama 4 ribu tahun menguasai dunia. Ini karena mereka mempertahankan keadilan bersama rakyatnya. Sistem keagamaan mereka tidak membolehkan kezaliman dan melalui keadilan mereka mengembangkan peradaban dan kesejahteraannya."

"Dalam satu riwayat Allah berfirman kepada Nabi Daud: ‘Wahai Daud, beritahu bangsamu untuk tidak bicara hal-hal negatif tentang Persia. Merekalah yang membangun peradaban dunia hingga hambaKu bisa hidup di dalamnya’."

"Anda mesti paham bahwa maju atau mundurnya itu tergantung penguasa; kalau penguasa adil maka semuanya nyaman dan aman seperti yang terjadi pada masa Raja Azdasyir, Afridun, Bahram Kur, Kisra dan Raja lainnya yang seperti mereka. Namun di tangan penguasa zalim yang terjadi kebalikannya seperti bisa kita lihat pada masa Dahhak dan Afrasiyan. Maka kekuasaan negeri Islam kemudian menaklukkan Persia dengan barakah Nabi Muhammad, pada masa Khalifah Umar bin Khattab."

Saya ingin akhiri dengan kutipan kisah menarik ini yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali dalam Al-Tibrul Masbuk fi Nashihatil Muluk halaman 20:

حضر بعض الزهاد بين يدي خليفة، فقال له: عظني فقال: يا أمير المؤمنين إني سافرت الصين وكان ملك الصين قد أصابه الصمم وذهب سمعه فسمعته يقول يوماً وهو يبكي: والله ما أبكي لزوال سمعي وإنما أبكي لمظلوم يقف ببابي يستغيث فلا أسمع استغاثته، ولكن الشكر لله إذ بصري سالم. وأمر منادياً ينادي ألا كل من كانت له ظلامة فليلبس ثوباً أحمر. فكان يركب الفيل فكل من رأى عليه ثوباً أحمر دعاه واستمع شكواه وأنصفه من خصمائه. فانظر يا أمير المؤمنين إلى شفقة ذلك الكافر على عباد الله وأنت مؤمن من أهل بيت النبوة فأنظر كيف تريد أن تكون شفقتك على رعيتك.


"Sejumlah orang zuhud datang ke Khalifah yang meminta saran dari mereka. Salah seorang berkata: "Wahai Amirul Mu'minin, saya pernah mengunjungi negeri Cina. Raja mereka menjadi tuli pendengarannya dan Raja sangat bersedih. Namun Raja Cina ini berkata bahwa "aku bersedih bukan karena hilangnya pendengaranku, tapi boleh jadi ada pencari keadilan yang dizalami yang berhenti di depan pintu istanaku tapi aku tidak bisa mendengarnya. Tapi syukurlah mataku masih bisa melihat."

"Kemudian Raja memberi perintah siapa yang hendak protes atas kezaliman yang menimpanya harus memakai baju merah (agar diketahui oleh Raja). Raja kemudian blusukan menemui rakyatnya dengan mengendarai gajah, dan menemui mereka yang berbaju merah."

"Orang zuhud yang bercerita kisah ini kepada Khalifah kemudian berkata: "Wahai Amirul Mu'minin, ini tindakan bijak penguasa kafir kepada rakyatnya, bagaimana dengan anda yang orang beriman dan keturunan Nabi Muhammad? Sudahkan anda memperhatikan rakyat anda?"

Maaf, anda jangan marah sama saya kenapa Imam al-Ghazali justru menjadikan contoh penguasa adil itu dari golongan orang kafir baik di Persia maupun di Cina. Saya hanya mengutip apa adanya. Mari sama-sama kita ambil pelajaran saja. Ngaji itu lebih enak daripada ngomongin politik sambil ngomel gak karuan.

Jadi, pertanyaannya kita mau mengikuti nasihat Machiavelli yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan, atau mau mengikuti al-Ghazali yang menekankan prinsip keadilan dalam kekuasaan?


Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

sumber : nu.or.id

Saturday, 18 March 2017

Profil Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur

PROFIL PESANTREN FATHUL ‘ULUM

Kwagean Krenceng Kepung Kediri Jawa Timur

Profil Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur

 

Nama Dan Alamat : Pesantren Fathul ‘Ulum, Kwagean Krenceng Kepung Pare Kediri Jawa Timur (0354) 395103
Asas : Pancasila
Aqidah : Islam faham Ahlusunah wal Jama’ah
Tujuan : Membentuk insan berilmu, beramal, berakhlaq mulia dan masyarakat islami
Nama Pendiri : KH. Abdul Hannan Ma’shum
Nama Pengasuh : KH. Abdul Hannan Ma’shum
Nomor Statistik : 512350611074
Tahun Berdiri : 1981 M
Nama dan Alamat Yayasan : Yayasan Fathul ‘Ulum Kwagean Krenceng Kepung Pare Kediri Jawa Timur (0354) 395103
Nomor Akta Yayasan : C-3825.HT.01.02.TH 2007
Nomor NPWP Yayasan : 02.665.801.0-622.000
Jumlah Lembaga : 9 (Sembilan)
Jumlah   Santri Th. 2014 : Muqim : 1458 - Nduduk : 26
Jumlah Pengurus harian : Putra : 44 - Putri : 19
Jumlah Tenaga Pendidik : Putra : 120 - Putri : 30


Pesantren Fathul ‘Ulum merupakan lembaga pendidikan beraqidah Islam menurut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan menyelenggarakan program-program pendidikan madrasah formal dan non formal, pengajian, kursus-kursus, dan pelatihan serta kegiatan-kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.

Profil Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur

LEMBAGA-LEMBAGA DI PESANTREN FATHUL ‘ULUM

Pesantren Fathul ‘Ulum dalam usahanya mengelola 9 lembaga utama yaitu :
  • Pondok Putra Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Pondok Putri Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Pondok An-Nur Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Pondok Al Anwar Pesantren Fathul ‘Ulum.
  • Madrasah Diniyah Futuhiyyah.
  • Madrasah Qur’aniyyah Futuhiyyah.
  • Madrasah Ibtida`iyyah Futuhiyyah.
  • TK Kusuma Mulia.
  • Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP).

 

PROFIL LEMBAGA-LEMBAGA


Pesantren Fathul ‘Ulum dalam mendidik santri untuk menjadi generasi muslim yang berilmu dan berakhlaq mulia serta berguna bagi masyarakat ini secara garis besar memiliki peserta didik yang terbagi menjadi tiga macam, yaitu santri tarbiyah, santri kilatan, santri formal dan siswa/i formal. Dalam pengertiannya dapat kami bedakan sebagai berikut :
  • Santri kilatan adalah santri yang mengikuti pengajian bandongan tanpa mengikuti sekolah di madrasah diniyah.
  • Santri tarbiyah adalah santri yang mengikuti kegiatan pembelajaraan di bangku madrasah diniyah (dalam hal ini adalah Madin Futuhiyyah).
  • Santri formal adalah santri yang mengikuti kegiatan pembelajaran di pondok dan mengikuti kegiatan sekolah umum/formal.
  • Siswa/i formal adalah siswa/i yang mengikuti kegiatan sekolah umum/formal dalam hal ini TK dan MI Futuhiyyah.

Penyelenggaraan pendidikan di Pesantren Fathul ‘Ulum terbagi sesuai konsentrasi masing-masing bidang keilmuan di lembaga-lembaga yang berada di bawahnya, dengan uraian pembagian wilayah tugas kerja sebagai berikut:

1. Pondok putra Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putra tarbiyah dan kilatan dibidang sarana-prasarana, pendidikan santri kilatan dan santri tarbiyyah (selain waktu sekolah, musyawaroh dan sorogan).

2. Pondok putri Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putri tarbiyah dan kilatan di bidang sarana-prasarana, serta pendidikan santri kilatan dan santri tarbiyyah (selain waktu sekolah, musyawaroh dan sorogan).

3. Pondok Annur Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putra yang sedang mengikuti pendidikan sekolah formal.

4. Madrasah diniyyah Futuhiyyah Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan Diniyyah semua santri tarbiyah, putra ataupun putri.

5. Madrasah Qur’aniyyah Futuhiyyah Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan semua santri putra, yang sedang belajar Al-Qur an.

6. Madrasah Ibtidaiyyah Futuhiyyah Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan semua siswa-siswi, yang sedang menempuh pendidikan formal tingkat dasar.

7. Taman kanak-kanak Kusuma Mulia.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi pendidikan semua siswa-siswi, yang sedang menempuh pendidikan formal usia dini.

8. Badan usaha milik pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas menjadi sumberdana yang idealnya nanti akan dapat menopang biaya operasional seluruh aktifitas PFU.

9. Pondok Al Anwar Pesantren Fathul ‘Ulum.
Lembaga yang memiliki tugas untuk mengurusi semua santri putri yang sedang mengikuti pendidikan sekolah formal.


Selain Program Pendidikan kelembagaan, Pesantren Fathul ‘Ulum juga mengadakan kegiatan pendidikan Non Kelembagaan. Dengan tujuan sebagai akses ilmu tambahan dan pengembangan pemahaman keilmuan santri yang di kemas dalam forum-forum pendidikan dibawah naunganan Ketua Bidang Pendidikan Pesantren Fathul ‘Ulum. Dan Program Pendidikan Non Kelembagaan itu adalah :

A. Perpustakaan

Perpustakaan adalah sarana yang sangat penting bagi kelangsungan pendidikan di suatu lembaga. Keberadaannya di suatu lembaga pendidikan bagaikan keberadaan buku bagi seorang pelajar. Semakin ia banyak menggunakan buku-bukunya maka semakin bertambahlah wawasan yang ia punya. Perpustakaan di Pesantren Fathul ‘Ulum terbagi dua, yaitu :

Perpustakaan Fathul Afkar Putra
Perpustakaan ini menyediakan fasilitas bagi pengguna perpustakaan dari kalangan santri putra. Perpustakaan ini menyajikan berbagai layanan yang diantaranya adalah layanan baca, layanan pinjaman, layanan informasi, dan layanan informasi elektronik. Materi macam literatur yang disediakan bermacam ragam dari ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum dan dari bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.

Perpustakaan Fathul Afkar Putri
Perpustakaan di putri tidak jauh berbeda dengan perpustakaan putra. Pelayanan yang di sajikan sama dengan di perpustakaan putra dengan ditambah dengan penerbitan mading Fatiha Buhuril ‘Ilmi (Mading FBI).

Selain itu, dalam lingkup tanggungjawab staf perpustakaan juga adalah mengontrol dan meningkatkan Tim KAIFA, yaitu organisasi yang bertugas untuk menghasilkan karya-karya ilmiah ilmu salaf dengan mengadakan kegiatan menerjemah kitab-kitab, menuqil, kegiatan bimbingan karya tulis, mengumpulkan karya-karya santri maupun guru untuk diterbitkan. Kaderisasi juga menjadi salah satu programnya. Tim Kaifa ini juga sebagai salah satu wadah pengembangan minat dan bakat santri yang berpotensi dibidang tulis menulis.


B. Tim Kajian


Tim Kajian Bahtsul Masa’il (Tim KBM)
Tim KBM adalah organisasi yang bertugas mendalami ilmu fiqh dengan mengadakan halaqoh ilmu fiqh, pengiriman delegasi dan kaderisasi para ahli bahtsul masa’il. Tim KBM ini disediakan sebagai wahana diskusi dan pendalaman ilmu fiqh.

Tim Kajian Falakiyah (Tim KAFA)
Tim Kafa bertugas mendalami ilmu kajian Hisab dan Falak dan melaksanakan program pengajaran dan kaderisasi. Tim Kafa ini juga disediakan juga sebagai wahana diskusi dan pendalaman ilmu hisab dan Falak tersebut.

Tim Kajian Ilmu Hikmah (Tim Kilmah)
Tim Kilmah adalah organisasi yang bertugas mendalami ilmu hikmah dengan mengadakan pengajaran dan pelatihan dan penurunan ilmu hikmah. Kaderisasi juga menjadi salah satu programnya. Diantara materi yang disajikan adalah ilmu bela diri fisik dan non fisik, ilmu rajah dan aufaq, pengasmaan, penurunan ilmu tenaga dalam, dan penurunan ilmu ketabiban.

 

C. Program WAJAR DIKDAS 9 tahun

Adalah program pendidikan formal dengan mata pelajaran umum sebagaimana pendidikan formal lainnya sebagai penyetaraan dengan sekolah yang sederajat. Program yang diselenggarakan adalah tingkat Wustha (setara SMP).

Program ini bertujuan memberikan legalitas kepada peserta didik yang belum pernah mengikuti pendidikan di tingkat SLTP sebagai modal untuk melanjutkan ke jenjang SLTA agar lebih mudah mendapat legitimasi untuk berjuang di masyarakat.

KEGIATAN UMUM TAHUNAN PESANTREN FATHUL ‘ULUM


1. Ijazah Kubro
Acara ijazahan kitab dan aurad yang dibuka untuk umum pada setiap malam jum’at kedua bulan shofar dan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

2. Asma’ Arto
Acara Asma’ Arto dan barang-barang azimat setiap malam 12 Rabi’ul Awal yang dibuka untuk umum dan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan luar Jawa.

3. Khataman Ihya’ Ulumuddin
Acara khataman Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin yang diadakan setiap lima tahun sekali, yang dihadiri oleh para Kyai se-Kawedanan Pare, Aparat Pemerintah, dan warga setempat serta para santri. Dihadiri sekitar 1.500 orang.

4. Manasik Haji
Acara pelatihan manasik haji setiap bulan jumadil akhir dengan diikuti para santri dan warga sekitar. Diikuti sekitar 1.250 orang.

5. Lailatul Wada’ Madin Putra dan Putri
Acara yang diikuti oleh para siswa putra Madrasah Diniyah dan wali santri khotimin dari berbagai daerah, dihadiri sekitar 1.200 orang.

6. Khotaman dan Wisuda Maqin
Acara yang diikuti oleh para siswa Madrasah Qur’aniyah dan wali santri khotimin dan wisudawan. Dihadiri sekitar 350 orang.

7. Haflah Akhirissanah
Acara penutupan akhir semua kegiatan di Pesantren Fathul ‘Ulum yang di selenggarakan untuk umum dan dihadiri oleh sekitar 2.000 orang dari kalangan alumni, santri, ulama’, umara dan masyarakat sekitar.

Frekuensi Tamu Pendatang di Pesantren Fathul ‘Ulum untuk tiap bulan berkisar kurang lebih 400 s/d 600 orang dan akan berlipat ketika hari raya dan musim ziarah.

LOKASI PESANTREN

Area Pesantren Fathul ‘Ulum yang semakin hari semakin menambah. pengembangan dan perluasan wilayah, kini telah menempati lahan seluas total ± 16.940 m2 yang meliputi :

Pondok Induk : ±   5.000 m2
Pondok Wetan : ±   1.000 m2
Pondok Kulon : ±     540 m2
Pondok Selatan : ±     400 m2
Lahan Pesantren : ± 10.000 m2

GEDUNG DAN BANGUNAN

Gedung dan bangunan yang menjadi fasilitas pendukung dan penunjang kegiatan pendidikan meliputi fasilitas primer dan sekunder yang dapat kami gambarkan secara umum sebagai berikut :

Masjid : 1 lokal
Musholla : 6 lokal
Kamar santri putra : 83 kamar
Kamar santri putri : 31 kamar
Angkring/gubug : ± 71 angkring
Kantor pengurus : 12 lokal
Gedung Madrasah Diniyyah :

Sebuah gedung berlantai tiga terdiri dari 11 ruang, 7 lokal gedung Masjid lantai tiga dan gedung Madin Putri dalam tahap pembangunan. (kekurangan kelas sementara dicukupi dengan memakai fasilitas gedung MI, serambi kantor MADIN dan musholla)

Madrasah Ibtidaiyyah : 2 gedung 6 Lokal
Taman Kanak-Kanak : 1 gedung 2 lokal
Perpustakaan : 3 lokal
Poskestren : 1 gedung
Koperasi kitab : 1 gedung berlantai 3
Toko photo copy : 2 gedung
Kantin : 10 lokal
Toko serba ada Al-Amin : 1 gedung
Toko Pakaian : 1 lokal
Percetakan & Out set : 2 Gedung
Ruang tamu : 3 gedung 6 kamar
Gudang : 2 lokal
Kamar Mandi dan WC : 20 gedung 123 lokal
Dapur : 4 gedung
Tempat parkir : 2 lokal
Tandon air : 7 lokal
 
sumber : https://www.kwagean.net/

Friday, 17 March 2017

Doa Mensyukuri Nikmat

Doa Mensyukuri Nikmat - Segala kenikmatan yang diberikan Allah kepada hambanya merupakan yang terbaik yang mana harus di syukuri. Dengan begitu Allah akan menambah kenikmatan kepada para hambanya yang senantiasa bersyukur kepada Allah. Salah satu doa bersyukur yang ada di dalam Al Quran adalah sebagai  berikut. Jangan lupa di baca agar kenikmatan kita bertambah



رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ

وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, semoga Engkau berkenan memberiku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang tuaku, mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (QS. An-Naml: 19)

Wednesday, 15 March 2017

Kisah Imam Ghozali dan Lalat

Kisah Imam Ghozali dan Lalat - Andai bisa dihitung, berapa banyak pahala Imam Al Ghazali? Torehan karya tinta emasnya mulai beliau mengarang kitab hingga sekarang yang sudah berjalan seribu tahun lebih. Bila setiap detik orang yang mempelajari kitab Ihya’ Ulumiddin yang beliau susun merupakan pahala, lalu berapa pahala yang mengalir kepada beliau?

Imam Ghozali dan Lalat


Secara matematik, di atas kertas, pahala inilah yang akan mengantarkan Imam Al Ghazali masuk sorga. Namun, berbeda kenyataan dengan kisah berikut.

Setelah Imam Al Ghazali wafat, ada salah seorang yang bermimpi bertemu beliau, kamudian menanyakan bagaimana keadaanya di alam barzakh sana?

Dijawab oleh Al Ghazali, beliau mengaku bahwa ia mendapat kenikmatan bukan karena amaliyahnya di dunia yang berupa karangan kitab atau sebagainya, namun karena lalat.

Dikisahkan, dahulu dunia literasi belum semodern sekarang, jika orang ingin menulis harus menggunakan pena sedang pena tersebut tidak berisi tinta di dalamnya. Cara menuliskan pena itu dengan cara dicelupkan dalam wadah tinta, setelah digoreskan beberapa saat, tinta habis kembali.

Suatu ketika, saat Al Ghazali menulis, tiba-tiba ada lalat yang hinggap, masuk ke wadah tinta dengan maksud ingin minum tinta tersebut. Dengan dorongan belas kasih, Imam Al Ghazali membiarkan lalat itu minum hingga kembali terbang pergi kembali.
 
Sebab belas kasihan itulah yang justru membuat Al Ghazali dimasukkan sorga oleh Allah SWT.

Friday, 10 March 2017

Cerita Kambing Kiai Idris Kamali yang Keramat

Cerita Kambing Kiai Idris Kamali yang Keramat - Alkisah, seorang warga tak dikenal telah mencuri seekor kambing. Kambingnya gemuk dan ia bernafsu mencurinya. Setelah berhasil mencuri, kambing tersebut dimasak. Namun anehnya, setelah direbus berjam-jam, daging kambing tersebut tak kunjung matang. Warna merah dan darah di daging masih terlihat jelas. Bahkan sampai air dalam panci hampir habis tetap tidak matang.

Cerita Kambing Kiai Idris Kamali yang Keramat


Akhirnya ia mencari tahu apa sebabnya. Kemudian ada orang yang bercerita bahwa kambing itu milik Kiai Idris Kamali. Sontak, si pencuri gelagapan, lalu ia sowan ke beliau di Tebuireng dan meminta maaf.
Tak jarang pula, kambing-kambing Kiai Idris membuat sebuah gerombolan lalu jalan-jalan. Bukan hanya keluar desa tapi lintas kota. Para alumni pondok kerap menjumpai kambing Kiai Idris di Pare dan Kediri. Setelah ditelusuri, ternyata kawanan biri-biri itu naik kereta yang terkadang memang berhenti di depan pondok. Kalau sudah sampai luar kota, para alumni biasanya mengembakikan kambing itu kepada Kiai Idris.

“Kiai, kambingnya main-main sampai luar kota ini,” seloroh seseorang yang mengantarkan.
“Biarin saja, mungkin kambing-kambing saya itu sedang mencari pasangannya untuk dikawin,” jawab Kiai Idris santai.

Tak hanya itu, jamak didengar pula kisah tentang kekeramatan kambing Kiai Idris Kamali lainnya. Di antaranya, dialami oleh para penjual sayur-mayur di Pasar Cukir. Suatu ketika, seperti biasa kambing besar-besar itu dilepas begitu saja dan main ke pasar. Sesampainya di pasar, kambing-kambing itu memakan sayuran yang dijual dengan semaunya sendiri.

Seorang pedagang tidak terima, ia marah dan mencaci maki kambing tersebut. Sedangkan ada pedangan lain yang membiarkan sayur-mayurnya dimakan kambing Kiai Idris. Ajaibnya, pedagang yang tak terima itu seharian penuh dagangannya tidak laku terjual. Utuh seperti yang ia bawa dari sawah.

Sedangkan pedangan satunya yang memberi makan kambing Kiai Idrsi dengan sayur-mayur yang didagangnya mengalami keuntungan berlipat ganda. Dagangannya banyak dibeli orang dan habis. Setelah kejadian ini, para penjual di Pasar Cukir senantiasa mempersilakan kambing-kambing Kiai Idris makan dagangannya karena dipercaya membawa berkah.

Untuk merawat kambing-kambingnya, beberapa santri diamanati membeli makanan khusus dan disimpan di tempat khusus pula. Menjelang sore, santri-santri junior sangat senang jika memandikan kambing-kambing tersebut di kali depan pondok. Melihat banyak santri yang memandikan, Kiai Idris senantiasa menyediakan kue dan jajanan bagi mereka. Beliau juga menyiapkan rokok (terbuat dari daun kawung) bagi yang sudah berumur sebagai imbalan terima kasih beliau.

KH Mustofa Mukhtar Brebes adalah salah satu santri yang ditugaskan merawat kambing Kiai Idris Kamali. Beliau bercerita bahwa suatu ketika setelah dhuhur, kambing betina milik Kiai Idris beranak. Bukan hanya satu ekor, namun anaknya tiga ekor sekaligus. Dengan senang, ia lapor ke Kiai Idris.

“Kiai, kambingnya lahiran tiga ekor!”

“Kok cuma tiga, empat gitu!” timpal Kiai Idris spontan.

Si santri heran, lahiran tiga sekaligus saja sudah ajaib, eh Kiai Idris malah minta empat ekor. Dan subhanallah, selepas Salat Ashar, kambing tersebut melahirkan lagi satu ekor. Jadi jumlahnya empat, persis apa yang dikehendaki gurunya itu.

Meski banyak memelihara kambing, Kiai Idris tidak pernah pelit kepada santrinya. Jika ada kitab yang khatam dikaji, beliau memerintahkan untuk menyembelih kambingnya. Atau jika ada kambing beliau yang tertabrak di jalan raya dan hampir mati maka dengan segera beliau memerintahkan untuk menyembelihnya. Dagingnya disantap bersama-sama para santri. Jika sudah begini, para santri sangat senang, mereka menyebutnya dengan istilah ‘mayoran’.

Dalam sejarahnya, Kiai Idris Kamali lahir di Makkah pada 1887 dan wafat di Kempek Cirebon pada 1987. Ayahnya Kiai Kamali adalah putra Kiai Abdul Jalil Kedongdong Cirebon. Beliau hanya memiliki seorang putra dari pernikahannya dengan Nyai Azzah Hasyim, Gus Abdul Haq.

Dari dedikasi keilmuan dan keikhlasan spiritual inilah banyak murid-murid Menantu Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari ini yang menjadi ulama besar dan para tokoh nasional. Di antara tokoh yang pernah ngaji sorogan ke beliau adalah Prof Dr KH Thalhah Hasan, (alm) Prof Dr KH Ali Mustofa Yaqub, KH Ma’ruf Amin, Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Prof Dr Djamaluddin Miri, KH Abdul Hayyie M Naim, dan sebagainya.

Pada 2010, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) memberi amanah kepada penulis untuk menyusun biografi Kiai Idris Kamali dengan menemui murid-murid beliau (buku tersebut diterbitkan Pustaka Tebuireng dengan judul “Tokoh Besar di Balik Layar”). Rata-rata para murid Kiai Idris menuturkan hal yang sama, tentang kealiman Kiai Idris dan “keramat” kambingnya itu. Jika kambingnya saja memiliki keramat, lalu bagaimana dengan pemiliknya? Wallahu a’lam.

Fathurrahman Karyadi, alumnus Ma’had Aly Tebuireng, dan penulis buku ‘Kisah dari Bilik Pesantren

Thursday, 9 March 2017

Kesaksian Prof Quraish Shihab Tentang Gus Dur

Kesaksian Prof Quraish Shihab Tentang Gus Dur - Dinasihatkan oleh Rasulullah SAW, kita berkumpul di suatu majlis yg oleh agama dinamai majelis dzikir. Tidak kurang dari 200 kali, kata-kata dzikir terulang di dalam Al-Quran. Objeknya bermacam-macam, salah satu di antaranya adalah berdzikir, merenung, mengingat, menyebut-nyebut tokoh-tokoh, lebih lebih yang memiliki jasa di dalam masyarakat.



Rasulullah SAW pun memerintahkan kita dengan sabdanya: Udzkuru mahasina mautakum.. (Renung renungkanlah, ingat-ingatlah, sebut-sebutlah jasa-jasa, kebaikan-kebaikan orang-orang mati kamu).

Karena itu kita perlu garis bawahi, acara kita ini, acara haul ini, adalah salah satu dari ajaran penting dalam agama Islam yang ditekankan oleh Al-Quran dan Sunnah.

Kalau kita berbicara tentang Gus Dur, tidak mudah membicarakan tokoh ini, karena tidak mudah menemukan kunci kepribadian Almarhum. Bahkan bisa terkesan bahwa ada semacam kontradiksi dari sikap-sikap beliau. Beliau itu serius, tetapi suka bercanda. Dalam hal-hal serius, seringkali kita dengar Gus Dur berucap “Begiitu aja kok repot”. Serius dan bercanda bertolak belakang, tetapi tidak harus dipertentangkan.

Gus Dur seorang yang sangat rasional, tetapi dalam saat yg sama, beliau percaya supra rasional, yang terkadang bagi orang-orang yang tidak mengerti, dinamai irrasional. Bertolak belakang. Gus Dur almarhum seorang demokrat, senang bermusyawarah, tetapi dalam saat yang sama, bisa terkesan, karena kuatnya kepribadian beliau dan kuatnya cara-cara beliau untuk mempertahankan pendapatnya, terksean bahwa dia otoriter.

Gus Dur–Allahu yarham— seorang yg berpijak di bumi indonesia, melihat jauh ke depan, tetapi dalam saat yang sama tidak pernah tidak menoleh ke belakang.

Gus Dur bukan saja mengumandangkan dan mempraktekkan ungkapan yang dikenal oleh agamawan , dengan al muhafadzhotu alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, tetapi Gus Dur lebih dari itu. Bukan hanya sekedar “memelihara yg baik dari masa lalu serta mengambil yg lebih baik dari masa kini,” beliau bukan sekadar mengambil tetapi mempersembahkan sesuatu yang orisinil baru dari Gus Dur.

Karena, dalam dua tanda petik, pertentangan-pertentangan ini, maka sikap masyarakat terhadap Gus Dur juga berbeda. Ada yang sangat mengagumi Gus Dur, tapi ada juga yang tidak faham tentang Gus Dur itu mempersalahkan Gus Dur.
 
Dalam pandangan agamawan dan ilmuwan, kalau anda menemukan satu orang yang sikap masyarakat kontradiktif terhadapnya, maka ketahuilah bahwa yang bersangkutan adalah seorang yang genius.

Dan karena itu, agama mengingatkan agar yang terlalu senang jangan melampaui batas dalam kesenangannya, dalam cintanya. Dan yang tidak senang jangan melampaui batas dalam kebenciannya.

Rasul SAW bersabda, menyangkut Sayyidina Ali Karramallohu Wajhahu, ada yang sangat-sangat mengagungkan beliau, melebihi kedudukan beliau. Dan ada juga yg membenci beliau.
 
Rasul SAW bersabda, ya Aliy, yahliku fika alrajulan. Ada dua kelompok manusia yang binasa menyangkut sikapnya terhadap engkau. Yang pertama terlalu cinta kepadamu, dia binasa karena terlalu cinta melebihi batas, dan yang kedua terlalu benci kepadamu..

Kita ingin menempatkan Gusdur pada tempatnya yang sebaik-baiknya. Kita tidak ingin terjadi kecintaan kita mengantar kita kepada syirik. Tapi dalam saat yang sama kita tidak ingin ketika kita tidak sependapat dengan beliau menuduh beliau dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar.

Memang, kata para pakar, bisa jadi…bisa jadi..Kalau menurut ukuran akal, itu mustahil, tetapi bila kita menggunakan hati, maka itu tidak mustahil.

Seorang yang mencapai kedudukan akal yang sehat, tidak mungkin baginya memadukan dua hal yang bertolak belakang. Tetapi seorang yang mencapai puncak akal dan puncak kesucian jiwa, dia dapat mencapai dan menggabung dua hal yang bertolak belakang.

Itu sebabnya, sejak dulu ada filosof-filosof yang berkata: sebenarnya bisa jadi ada orang yang berjalan di sungai, tapi dalam saat yg sama dia berhenti..

Al quran menyatakan: Wama romaita idz romaita walakinnalloha roma..”bukan engkau yg melempar pada saat engkau melempar, tapi Allah yg melempar. ” Dua hal yg bertolak belakang.

Karena itu ketika kita menemukan dalam ide-ide dalam pemikiran-pemikiran Gus Dur, faham pluralisme sebenarnya itu lahir dari pandangan akal yang digabung dengan pandangan hati yang suci.
Itu sebabnya sufi-sufi besar, yang sebahagian mereka disalahpahami pendapat-pendapatnya itu berdendang, ada yg berkata: “Sekali engkau melihat saya beribadah kepada Tuhan di masjid, dan di kali lain engkau melihat saya di gereja. Sekali engkau saya puja, dan di kali lain, engkau memuja saya. Sekali aku menyembah kepadamu, dan di kali lain engkau menyembahku.” itu kata Ibnu Al ‘Arabi.
Hal yang bertentangan, tetapi sebenarnya bagi yang faham itu tidak harus dipertentangkan.

Gus Dur dengan faham pluralismenya ada yang salah faham. Padahal kalau kita merujuk pada Al-Quran, kita merujuk pada Sunnah Nabi saw kita menemukan itu sangat sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi.

Kalau kita baca surat perjanjian Nabi kepada kelompok Kristen Najran, boleh jadi ada orang yang tidak percaya itu. Saudara tahu, antara lain dikatakan disana, ” bahwa umat Islam harus membantu umat Kristen kapan dan dimanapun, sehingga jika mereka membutuhkan dana untuk membangun gereja-gereja mereka, hendaklah dia dibantu bukan sebagai hutang, tetapi sebagai bantuan yg tulus.”

Itu perjanjian Nabi. Yang semacam itu yang difahami oleh Gus Dur. Bagi orang yang tidak faham sejarah, dia katakan, oh ini melanggar.

Karena itu sangat wajar jika kita kembali kepada fikiran-fikiran Gus Dur. Sangat wajar apabila kita teruskan fikiran-fikiran beliau, apalagi dewasa ini.

Gus Dur berpijak masa kini, tetapi menoleh ke belakang. Sekaligus memandang jauh ke depan. Terkadang pikiran-fikiran beliau melampaui masanya, sehingga nanti setelah beliau pergi, masa berubah, baru orang sadar, oh itu dulu Gus Dur benar ketika itu.

Disitulah Gus Dur bagaikan mendendangkan syair yang menyatakan :
Sayadzkuruni qaumi idza jadda jidduhum wafil lailati dzulma’i yuftaqadul badru (umatku/kaumku akan mengingat-ingat saya pada saat krisis mereka, dan memang purnama dicari-cari waktu gelapnya malam).

Allah yarham Gus Dur. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yg sebaik-baiknya ”
Wassalaamu ’alaikum warahmatulloh wabarakatuh

Post Scriptum: Pidato ini disampaikan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab saat 1000 Hari Wafatnya Gus Dur tahun 2012 di Ciganjur. 

Wednesday, 8 March 2017

Kumpulan Kata Mutiara KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )

Kumpulan Kata Mutiara KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )

Kumpulan Kata Mutiara KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah kita sering melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Aku teringat apa yang kubaca tentang tablig Rasulullah SAW yang santun dan lembut. Benar-benar mengajak. Tak pernah Rasulullah tunjuk hidung. Jangan-jangan dalam bertablig panutan mubalig-mubalig itu bukan Rasulullah, pikirku. Lalu siapa? - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Kecantikan batiniahmu dapat memperelok lahiriahmu dan tidak sebaliknya. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Amal makruf dan nahi munkar seharusnya disampaikan dengan cara yang makruf juga. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Berbahagialah mereka yang tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan dan diam. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Berikhtiarlah sambil berdoa kepada Allah. Karena hasil ikhtiarmu tidak di tanganmu. Tapi di tangan Nya. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Geram pada malam tak hilangkan kelam, murka pada siang tak sirnakan bayang. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Jangan berlebihan membenci. Nanti engkau akan menghalalkan segala cara untuk mendiskreditkan orang yang engkau benci. Dan engkau sendiri yg rugi. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )


Perbedaan adalah hal yang fitri. Maka upaya penyeragaman merupakan upaya sia-sia. - KH. Musthofa Bisri (Gus - Mus )

Sunday, 5 March 2017

Tips dan Doa Agar Cepat Hamil

Tips dan Doa Agar Cepat Hamil - Bagi Anda ingin cepat hamil, yang masih mengandung, yang divonis dokter tidak bisa memiliki keturunan karena mandul, silahkan membaca doa cepat memiliki keturunana di bawah ini, sebagaimana diriwayatkan ijazahnya dari Ummi Salim, istri dari Guru Mulia, Sayyid Alwalid Habib Umar bin Hafidz.


  1. Bacalah istighfar 10.000 kali setiap hari, selama 1 minggu. Boleh dicicil, dengan syarat menghadap kiblat dan dalam keadaan berwudhu'.
  2. Bacalah surat Al-Fatihah 41 kali setelah sholat sunnah fajar (sebelum sholat subuh) selama 40 hari. Agar genap 40 hari, perempuan dianjurkan mengkonsumsi obat penunda haid.

Untuk menguatkan kehamilan dan tak gugur, ada ijazah dari Guru Mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz untuk membaca "Yaa Hasiib" 7 kali setelah melaksanakan shalat wajib (sambil mengelus perut).


Tips dan Doa Agar Cepat Hamil


Adab Bagi Wanita Hamil

Para salafus sholeh mendidik anak-anak mereka semenjak dari kandungan dengan cara mengajak istrinya di waktu hamil untuk selalu melakukan amalan-amalan baik, misalnya membaca Al-Qur'an hingga hatam berkali-kali, bersholawat, dberzikir dan selalu mendo'akan anak yang dikandung dengan harapan supaya menjadi anak yang sholeh, qurrotul 'ain Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam, berbakti kepada orang tuanya, mengikuti jejak para salafus sholeh, menjadi orang yang bermanfaat dalam agama, untuk dirinya dan umat Islam.

Doa Wanita Hamil

Do'a buat wanita hamil, diantarannya adalah sebagai berikut:

 بسم الله الرّحمن الرّحيم

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد، اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعَ أُمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ، أَنْتَ شَافٍ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَيُغَادِرُ سَقَمًا، اللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً، وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَ بِرَسُوْلِكَ، اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَ سَلِيْمًا فِيْ الدُّنْيا و الآخرة، و تقبل دعاءنا كما تقبلت دعاء نبيك و رسولك سيدنا محمد صلى الله عليه و آله و سلم، اللهم احفظ الولد الذي أَخْرَجَكَ مِنْ عَالَمِ الظَّلاَمِ إِلَى عَالَمِ النُّوْرِ وَ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا وَ مُبَارَكًا و َعَالِمًا وَ حَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ اْلمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ، اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَ صَحِّحْ جَسَدَهُ وَأَفْصِحْهُ لِقِرَاءَةِ اْلقُرْآنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ اْلمَرَضِ وَ اْلأَسْقَامِ وَالْعَطَشِ بِبَرْكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَ سَلَّمَ وَ جَمِيْعِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.آمين



Do'a di atas dibawaca sehabis shalat lima waktu, setiap hari. Ini ijazah dari Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf.

Untuk menghindari keguguran, ada doa yang bisa diamalkan, sebagaimana diriwayatkan ijazahnya dari Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athos dalam kitab Tadzkirun Nas. Bacalah Ya Hasib (يا حسيب) hingga 7 kali  sembari meletakkan tangan Anda (calon ibu) di atas perut yang sedang hamil besar itu. Bacanya tiap-tiap selesai melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu,

Adapun do'a untuk memudahkan proses kelahiran, sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Adzkar dari hadist Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam dan diamalkan salafus sholeh adalah membaca Ayat Kursi, ini:

اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ و َلاَ نَوْمُُ، لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَ مَا فِي اْلأَرْضِ، مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَ مَاخَلْفَهُمْ و َلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ، و َلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا و َهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم.


Lalu bacalah ayat di bawah ini hingga 3 kali:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ و الأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش. يغشي الليل و النهار يطلبه حثيثا و الشمس و القمر و النجوم مسخرات بأمره. الا له الخلق و الأمر. تبارك الله رب العالمين x٣


Kemudian bacalah surat Al-Ikhlas, mu'awwidzatain dan Al-Fatihah:

بسم الله الرحمن الرحيم

قل هو الله أحد، الله الصمد، لم يلد و لم يولد، و لم يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.


بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، و َمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، و َمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، و َمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد.


بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الذي يوسوس في صدور الناس، من الجنة و الناس.


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين، إياك نعبد و إياك نستعين، اهدنا الصراط المستقيم، صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضآلين. آمين


Kemudian perbanyaklah do'a al-karb di bawah ini:

لا إله إلا الله اْلعَظَيم الحليمِْ، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ الأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ.


Bagi suami dianjurkan memperbanyak bacaan do'a di bawah ini ketika muncul tanda-tanda akan melahirkan dari istrinya tersebut, silakan:

حنا ولدت مريم، مريم ولدت عيسى أخرج أيها المولود بإذن الملك المعبود.


Apabila bayi lahir, maka lakukanlah apa yang pernah dilaksanakan Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, yaitu adzan di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri, kemudian dilanjut membaca surat Al Ikhlas:

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.

قُل ْهُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.


Di antara amalan salafunas shaleh adalah membacakan Surat Al-Qadr sebanyak 3 kali sambil tangan Bapak atau ibunya diletakkan di atas kepala anak atau bayi yang baru lahir itu, kemudin dilanjut membaca
Alam Nasyroh dalam posisi tangan terletak di dada bayinya. Ini bunyi Alam Nasyroh:

بسم الله الرحمن الرحيم

ألم نشرح لك صدرك، و وضعنا عنك وزرك، الذي أنقض ظهرك، و رفعنا لك ذكرك، فإن مع العسر يسرا، إن مع العسر يسرا، فإذا فرغت فانصب، و إلى ربك فارغب.


Demikian doa-doa agar cepat hamil serta tips hamil untuk mendoakan agar ketika melahirkan diberikan kemudahan oleh Allah dan mendapatkan keberkahan anak sholeh. Insyaallah semoga bermanfaat.

Friday, 3 March 2017

Tidak Pernah Menolak Poligami

Tidak Pernah Menolak Poligami


Tidak Pernah Menolak Poligami - Suatu hari seorang ustadzah memberi pengajian rutinan di sebuah mushola. Kebetulan saat itu yang di bahas masalah poligami dalam agama Islam.


Ustadzah : "Saya tidak pernah menolak hukum poligami."

Jamaah : "Wah, ustadzah hebat!"
 
Ustadzah : "Saya tidak pernah melarang para suami untuk menikah lagi."
 
Jamaah : "Wah, ustadzah benar-benar berkelas."
 
Ustadzah : "Yang penting..."
 
Jemaah : "Yang penting adil kan ustadzah?"
 
Ustadzah : "Bukan!!! Yang penting... bukan suami saya..."
 
Jemaah : "#$#%^!#*@"

Artikel Menarik