Thursday, 14 September 2017

Kesunahan Mandi Jum’at

Kesunahan Mandi Jum’at - Jum’at termasuk hari yang dimuliakan dalam Islam. Banyak keutamaan dan manfaat pada hari tersebut. Ketika jum’at tiba dianjurkan memperbanyak amal shaleh. Khusus bagi kaum laki-laki, diwajibkan shalat jum’at berjemaah di masjid.

Kesunahan Mandi Jum’at -


Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas dijelaskan bahwa Rasulullah berkata:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ


“Hari ini (jum’at) adalah hari raya yang dijadikan Allah SWT untuk umat Islam. Bagi siapa yang ingin melaksanakan shalat Jum’at, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan  menggosok gigi (siwak)” (HR: Ibnu Majah). 

Ulama menjadikan hadis di atas sebagai dalil anjuran mandi jum’at. Meskipun seluruh ulama sepakat bahwa mandi jum’at disunahkan, namun mereka berbeda pendapat terkait siapa saja yang disunahkan mandi jum’at: apakah seluruh muslim, baik laki-laki dan perempuan, disunahkan mandi jum’at atau dikhususkan bagi orang yang ingin shalat jum’at saja?

Sebagian ulama berpendapat bahwa kesunahan mandi tersebut untuk semua muslim, termasuk anak kecil, perempuan, lelaki merdeka, bahkan budak sekalipun. Ulama yang berpendapat demikian memahami kesunahan mandi tersebut karena berada di hari jum’at, bukan sebatas shalat jum’at.

Sementara mayoritas ulama mengatakan anjuran mandi jum’at dikhsuskan bagi orang yang ingin shalat jum’at saja. Artinya, kesunahan mandi jum’at dikarenakan menyambut shalat jum’at, bukan hari jum’at.

Kedua pandangan di atas ditengahi oleh al-Mubarakfuri bahwa sebenarnya pada hari jum’at ada dua mandi yang disunahkan: mandi ingin shalat jum’at dan mandi hari jum’at. Mandi hari jum’at dihukumi sunnah, sementara mandi menjelang shalat jum’at dihukumi sunnah muakkad, bahkan ada yang mewajibkan.

Dengan demikian, orang yang mandi sebelum shalat jum’at dia mendapatkan dua kesunahan, yaitu mandi hari jum’at dan mandi shalat jum’at. Sedangkan orang yang mandi setelah shalat jum’at, dia hanya mendapatkan kesunahan mandi hari jum’at.

Sunday, 10 September 2017

Alasan Dimakruhkan Puasa Hari Jum’at

Alasan Dimakruhkan Puasa Hari Jum’at - Hari Jum’at memang hari baik beramal. Pada hari itu dianjurkan memperbanyak amal shaleh dan amal baik. Namun perlu digarisbawahi, tidak semua amal baik dilakukan pada hari jum’at. Puasa misalnya, sebagian ulama memakruhkan puasa di hari jum’at, kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya.

Alasan Dimakruhkan Puasa Hari Jum’at

Tidak dimakruhkan bila puasa hari kamis kemudian melanjutkannya sampai hari jumat atau hari sabtu. Tapi kalau puasa khusus hari jum’at menurut sebagian ulama dimakruhkan. Ulama yang memakruhkan puasa hari jum’at ini merujuk pada hadis riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata:


لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا أَنْ يَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ يَصُومَ بَعْدَهُ



“Janganlah kalian puasa hari jum’at kecuali kalau sebelum atau sesudahnya juga puasa” (HR: al-Bukhari)

Hadis di atas mengindakasikan puasa khusus hari jum’at dilarang oleh Nabi SAW, kecuali kalau sebelum atau sesudahnya puasa. Menurut al-Nawawi, mayoritas ulama memakruhkan puasa khusus hari jum’at. Sementara pandangan lain berpendapat bahwa puasa khusus hari jum’at tidak makruh selama tidak malas dan tetap semangat beribadah di hari jum’at.

Dalam pandangan al-Nawawi, puasa khusus jum’at dimakruhkan karena pada hari itu dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti dzikir, do’a, baca al-Qur’an, dan shalawat. Dianjurkan tidak puasa agar kuat melakukan ibadah tersebut. Kemakruhan puasa khusus jum’at disamakan dengan anjuran tidak puasa bagi orang yang wukuf di Arafah.

Sumber tulisan:

Nur al-Lama’ah fi Khashaish al-Jum’ah karya Jalaluddin al-Suyuthi.

Saturday, 9 September 2017

Makna "Agomo Iku Noto Apike Koyo Opo"

Makna "Agomo Iku Noto Apike Koyo Opo" - Abah KH. ABDUL GHOFUR, pengasuh Pondok Pesantren  Sunan Drajat Lamongan dan Mustasyar PWNU Jawa Timur sering mengajarkan kepada para santrinya : "Agomo iku Noto Apike Koyok Opo"

Makna "Agomo Iku Noto Apike Koyo Opo"


Dalam kalimat beliau: “Agomo iku noto, apike koyok opo“. Memiliki arti “Agama itu mengatur bagusnya bagaimana”. Hukum yang mengenai beberapa kasus dapat berubah status hukumnya. Dengan tujuan mengatur bagusnya bagaimana. Seperti beberapa contoh kasus, misalnya: bank, amputasi, operasi caesar, dan foto.

Bank, hukum mulanya tentu haram karena mengandung unsur riba. Tetapi menurut beliau, kalau tidak ada Bank maka kehidupan dunia tidak dapat berjalan. Bisakah Anda membayangkan jika di dunia ini tidak ada bank? Segala sesuatu akan menjadi ribet dan tatanan dunia akan kacau. Sehingga hukum adanya Bank menjadi diperbolehkan.

Amputasi juga sebenernya haram pada dasarnya. Akan tetapi apabila tidak dilakukan maka akan lebih membahayakan, sehingga malah menjadi suatu keharusan untuk dilakukan.

Begitu pula dengan operasi caesar. Hukum awalnya adalah haram. Akan tetapi jika tidak dilaksanakan malah mengancam keselamatan sang bayi atau ibunya. Sehingga hukumnya berubah menjadi wajib untuk dilaksanakan.

Hukum adanya foto sebenarnya adalah haram. Sesuai dengan Hadits Nabi yang melarang menggambar atau menciptakan patung dari makhluk ciptaan Tuhan yang bernyawa. Namun adanya foto membuat kehidupan di dunia dapat berjalan dengan lancar, maka hukum berfoto, mencetak foto, dan menyimpannya menjadi halal.

Yang perlu diingat pepatah “Agomo noto, apike koyok opo” ini janganlah disalahgunakan untuk menghalalkan atau menyepelekan hukum perkara-perkara lainnya. Tentunya pepatah ini hanya berlaku untuk kasus-kasus tertentu. Kemudian, yang boleh menerapkannya adalah hanyalah Ulama’ lewat fatwa atau keputusan muktamar melalui kajian Al Qur’an, As-Sunnah (Hadits), Ijma’, dan Qiyas yang mendalam.

Semoga beliau selalu sehat panjang umur & barokah. Amin Ya Allah

Sumber : MuslimModerat Net

Wednesday, 6 September 2017

Bekas Sujud ialah Kekhusyu'an, Jidat Hitam Adalah Tanda Riya'

Bekas Sujud ialah Kekhusyu'an, Jidat Hitam Adalah Tanda Riya' - Perbanyaklah sujud (dg sholat) namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak TAMPAN. Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka membenci adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.

Bekas Sujud ialah Kekhusyu'an, Jidat Hitam Adalah Tanda Riya'


عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟


Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)


عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.



Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).


عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.



Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.



Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).


عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.



Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari ATSARIS SUJUUD (bekas sujud)’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapalen’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapalen’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Bahkan dalam kitab Hasiyah as-Showi,

وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود


“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan TUKANG RIYA’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” dalam sebuah hadits disebutkan sungguh saya benci seseorang yang saya lihat diantara kedua matanya terdapat bekas sujud (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Sumber : Ngaji.web.id

Tuesday, 5 September 2017

Mengenal Apa Itu Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi

Mengenal Apa Itu Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi - Dalam dunia pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia dibagi menjadi 3 jenis pendidikan. Yakni Pendidikan Vokasi, Pendidikan Akademik, Dan Pendidikan Profesi. Apa itu pendidikan Vokasi, Pendidikan Akademik, Dan Pendidikan Profesi.
Mengenal Apa Itu Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi
 Gambar Ilustrasi Seorang Dokter

Apa itu Pendidikan Vokasi ?


Jika sobat sekolah SMK mungkin pernah mendengar kata Vokasi. Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan yang menitikberatkan dalam hal praktek daripada teori. 

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang konsentrasi kurikulumnya berhubungan dengan dengan praktikum atau skill, atau keahlian terapan.

Jenjang pendidikan vokasi di perguruan tinggi diselenggarakan dalam tingkatan jenjang diploma: baik diploma satu, diploma dua dan diploma tiga dan diploma empat (setara S-1). Khusus untuk diploma satu dan diploma dua, saat ini penyelenggaranya adalah Akademi Komunitas.

Akademi Komunitas adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. 

Gelar Pendidikan Vokasi


Untuk pendidikan vokasi, gelarnya berdasarkan jenjang pendidikan :
  • Diploma satu  mendapatkan gelar Ahli Pratama (A.P.)
  • Diploma dua mendapatkan gelar  Ahli Muda (A.Ma.)
  • Diploma tiga mendapatkan gelar Ahli Madya (A.md)
  • Diploma empat mendapat gelar Sarjana Sain Terapan (S.ST) 

Apa itu Pendidikan Akademik ?


Pendidikan Akademik merupakan sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni  tanpa masuk ke dalam ranah bidang vokasi secara langsung (secara kurikulum).

Penyelenggaran Pendidikan Akademik dalam Perguruan Tinggi dapat berupa dengan tingkatan jenjang berupa :
  • Program pendidikan Sarjana  (S1)
  • Program pendidikan Magister (S2)
  • Program pendidikan Doktor' (S3)

Lulusannya mendapatkan gelar akademik sarjana, magister, dan doktor sesuai dengan disiplin ilmu yang ditempuh.

Contoh  gelar akademik  yang didapatkan : lulusan sarjana di Sarjana Kedokteran Gigi bergelara S.KG, jurusan teknik informatika bergelar S.Kom, S Sarjana Kedokteran (S.Ked), Sarjana teknik (S.T.) dan sebagainya. 

Sedangkan untuk gelar magister dimulai dengan sebutan Magister, kemudian diikuti jurusan yang ditempuh, misal jurusan Informatika bergelar M.Kom, magister di fakultas teknik (M.T) dan sebagainya

Untuk pendidikan doktor, gelar ditulis dengan Dr.(huruf D ditulis dengan huruf besar, berbeda dengan "dr" untuk dokter yang huruf d-nya ditulis dalam huruf kecil)

Apa itu Pendidikan Profesi ?


Kulyah Kedokteran kok tidak dapat gelar Dokter ? Pernahkah kita berfikir seperti itu ? Atau mungkin anda pernah mendengar di kedokteran gigi, gelar sarjananya adalah Sarjana Kedokter Gigi (S.K.G), setelah mengambil koas baru mendapatkan gelar profesi drg. (dokter gigi). Nah gelar-gelar tersemenguasai keahlian khusus. Lulusan pendidikan profesi mendapatkan gelar profesi

Pendidikan profesi mempersiapkan mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Pendidikan profesi ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di pendidikan tinggi.

Lulusan pendidikan profesi akan mendapatkan gelar profesi. Gelar profesi menunjukkan keahlian khusus yang dimiliki. Berikut ini gelar profesi yang ada di Indonesia; Ak. (akuntan), Apt. (apoteker), B.K.P (konsultan pajak), dr. (dokter), drg. (dokter gigi), drh. (dokter hewan), Gr. (guru), Ir. (insinyur), Kons. (konselor), Ners (perawat), Peksos (pekerja sosial), Physio. (fisioterapi), dan Psi. (psikolog). Sarjana Farmasi (S.Farm.) dapat melanjutkan pendidikan profesi Apoteker, maka gelar profesinya adalah S.Farm.,Apt. 

Seseorang yang telah bergelar Sarjana Ekonomi (S.E), maka dapat menempuh pendidikan profesi Akuntan, maka dia bergelar S.E., Ak. Setelah bergelar Sarjana Keperawatan (S.Kep), seseorang menempuh pendidikan profesi Ners, maka akan mendapatkan gelar Ns.

Friday, 25 August 2017

Apa Guna Kita Berdoa ?

Apa Guna Kita Berdoa? - Seorang anak balita, bergegas ke toilet karena ingin pipis. Sesampai di depan pintu toilet, ia berdiri membeku, kemudian mengalirlah air kencing membasahi celananya hingga ke lantai.

“Kenapa kamu tidak langsung masuk toilet, malah kencing di situ?” Tanya orangtuanya geram.

“Maaf, saya lupa doa masuk toilet. Karena mencoba mengingat-ngingat doa itu, akhirnya terkencing di depan pintu,” kata si anak polos. Begitulah cerita seorang kawan tentang anaknya, yang membuat saya tertawa geli.

Selain doa-doa dalam salat, sejak kecil, kaum muslim memang biasanya diajari berbagai macam doa. Ada doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur dan bangun tidur, doa sebelum belajar, doa untuk ayah dan ibu, dan lain-lain. Ketika sudah dewasa, doa-doa semakin banyak. Ada doa selamat, doa meminta ampun, doa untuk pengantin hingga doa sebelum berhubungan suami istri.

Apa Guna Kita Berdoa ?


Doa-doa tersebut umumnya dalam bahasa Arab. Ada yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis Nabi, dan ada pula yang digubah oleh para ulama. Bagi anak-anak, doa-doa itu diajarkan oleh guru di sekolah atau orangtua di rumah. Kadang-kadang kalimat Arabnya saja yang diajarkan tanpa diberi tahu maknanya. Namun, karena bahasa Arab dianggap sakral dalam Islam, nuansa religiusnya tetap terasa.

 
Kegemaran akan doa-doa ini berlanjut hingga dewasa.  Di Banua kita, salah satu tipe ulama tradisional yang disukai masyarakat adalah ulama yang sering dengan murah hati membagikan aneka bacaan dan doa kepada jamaahnya untuk diamalkan. Apalagi kalau sang ulama berkenan menuliskan bacaan dan doa itu di atas kertas, lengkap dengan terjemahannya, lalu diperbanyak dalam bentuk fotokopi.


Orang mungkin bertanya, mengapa tidak membeli buku-buku doa saja yang melimpah di pasar? Bagi mereka, doa yang diajarkan langsung oleh ulama jauh lebih mantap karena diberikan berdasarkan ijazah, yakni izin spiritual untu mengamalkannya. Izin itu berantai panjang dari guru ke gurunya, dan terus sampai kepada Nabi Muhammad sendiri atau kepada seorang ulama besar di masa lampau.

Di kalangan orang-orang yang katanya pintar, doa sering dikritik. Bagi seorang ateis, doa tak berarti apa-apa selain ungkapan ketidakberdayaan manusia. Bagi seorang rasionalis, doa dianggap tak berguna, karena yang dapat mengubah hidup manusia bukanlah ucapan, melainkan tindakan. Percuma berdoa siang dan malam, kalau tak bekerja. Sebaliknya, orang-orang berhasil kalau bekerja keras, meski tak berdoa.

Tetapi menurut Dale Carnegie, doa justru sangat berguna. Pertama, dengan berdoa, orang merasa tidak sendirian dalam hidupnya. Ada Tuhan yang selalu menyertainya. Kedua, dalam keadaan kalut, orang biasanya bingung, tak benar-benar jelas mengenai apa sebenarnya masalah yang dia hadapi. Melalui doa, masalah itu akan menjadi jelas. Ketiga, doa sebenarnya mendorong manusia untuk bertindak.

Bagi sufi seperti Fritjhof Schuon (Muhammad Isa Nuruddin), doa adalah ketika hati naik menggantikan otak, lalu otak tertidur dalam damai yang suci. Doa adalah sarana yang menghubungkan antara yang lahir dan yang batin, yang relatif dan yang mutlak. Doa adalah perjuangan meluluhkan ego, hingga manusia terbebas dari sikap pongah dan sombong. Doa membuat manusia melihat dirinya apa adanya.

Tentu saja, doa dalam pandangan sufi bukanlah doa yang diucapkan laksana mantra tanpa penghayatan akan maknanya. Bukan pula doa bersajak indah yang dibaca lantang di depan publik, seolah ditunjukkan kepada Tuhan, tapi sebenarnya ditujuakan kepada para hadirin agar terpesona. Bukan pula doa politik, yang memuji-muji dan dan menjilat penguasa. Doa sejati adalah doa yang tulus ikhlas, terbit dari hati.

Pada akhirnya, doa yang tulus mungkin bukanlah doa yang dapat mengubah takdir, yaitu ketetapan-ketetapan Tuhan atas hidup manusia dan alam semesta, melainkan doa yang menyiapkan diri kita untuk menyongsong hidup, apapun takdir yang akan terjadi nanti. Doa yang bermakna barangkali adalah doa yang berhasil mentransformasikan diri kita menjadi lebih baik, bukan mengubah yang tak dapat diubah.

Seperti kata Muhammad Iqbal, your prayer is that your destiny be changed. My prayer is that, you your self be changed. Doamu adalah agar nasibmu diubah. Doaku adalah agar dirimu sendiri yang diubah.

(Penulis Mujiburrahman, Guru Besar di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, IAIN Antasari Banjarmasin. Alumni Pesantren Al-Falah Banjarbaru. Wakil Rektor IAIN Antasari 2013-1017. Artikel ini diambil dari buku Humor, Perempuan dan Sufi [Quanta, 2017] atas seizin penulisnya) Via Islami.Co

Thursday, 24 August 2017

Lafal Dzikir Nabi di Hari Arafah

Lafal Dzikir Nabi di Hari Arafah - Arafah merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam, khususnya jemaah haji. Pada hari itu, jemaah haji berbondong-bondong datang ke padang Arafah untuk melaksanakn wukuf. Sebagaimana diketahui, wukuf termasuk rukun haji yang paling penting.

Lafal Dzikir Nabi di Hari Arafah

Pada hari itu, dianjurkan memperbanyak dzikir dan do’a. Di antara dzikir yang diajurkan dibaca ialah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir

“Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Dzikir di atas dikutip dari hadis yang diriwayatkan al-Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW berkata:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik doa ialah doa hari Arafah dan sebaik-baik lafal yang Aku ucapkan beserta Nabi-nabi sebelumku ialah, La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir: tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR: al-Tirmidzi)

Friday, 18 August 2017

Tentang Waktu


Tentang Waktu

Tentang Waktu

Terasa lambat bagi mereka yang menunggu
Terlalu lama untuk mereka yang merasakan kesedihan
Cepat berlalu bagi yang mereka yang berbahagia
Tidak dibutuhkan bagi mereka yang sedang jatuh cinta
Dan waktu adalah keabadian bagi mereka yang bersyukur

Thursday, 3 August 2017

Profil Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak

Profil Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak - Bukalapak, sebuah situs marketplace yang sedang booming saat ini. Di bukalapak kita bisa menjadi penjual dan juga bisa bisa membeli berbagai barang. Dibalik kesuksesan Bukalapak ini ada seseorang yang gigi memperjuangkan hadirnya marketplace ini. Dialah Achmad Zaky. Ahmad Zaky merupakan pendiri Bukalapak.com yang mana merupakan salah satu situs ecommerse terbesar di Indonesia. 

Profil Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak


Achmad Zaky lahir di Sragen Jawa Tengah pada 24 Agustus 1986. Bakat dalam dunia informatika sudah ada sejak kecil. Sejak masih sekolah dasar ia sudah suka dengan dunia komputer. 


Pada tahun 1997 Ahmad Zaky sudah mengenal dunia pemograman. Dia pun banyak membaca buku komputer. Pamannya yang juga turut serta mengenalkan dunia komputer dan internet kepadanya. Pamannya suka memberikan buku-buku tentang komputer kepadanya. Pada saat sekolah di SMAN 1 Solo dia menjadi wakil sekolahnya untuk mengikuti olimpiade Sains Nasional dalam bidang komputer dan ia pun sukses menjadi juara tingkat nasional.

Dengan bakat dan kecerdasan yang di milikinya membawa Zaky ke ITB. Zaky diterima masuk di kampus ITB pada tahun 2004 dan mengambil jurusan Teknik Informatika. Di kampus inipun Achmad Zaky pun tergolong mahasiswa yang cerdas yang dibuktikan pada semester awal ia memperoleh IPK 4.O0. 

Di kampus ITB pun ia banyak meraih prestasi dalam berbagai hal. Misalnya saja dia meraih juara 2 di Indosat Wireless Innovation Contest, menyabet Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards). Kesempatan belajar ke luar negeri pun datang kepadanya. Ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah Amerika Setikat dan menjadi wakil dari ITB di Harvard National Model United Nations.

Perjalanan Mendirikan Bukalapak


Setelah lulus Achmad Zaky mendirikan bisnis konsultasi di bidang teknologi komputer. Ia dipercaya menangani pembangunan sistem IT di perusahaan yang ada di Indonesia. Ia juga pernah mengerjakan pengerjaaan pembuatan software quick count (hitung cepat) dari sebuah stasiun swasta. 

Dibalik itu semua ia ingin menjadi lebih bermanfaaat lagi. Akhirnya ia terdorong untuk mendirikan bukalapak. Dimana dengan adanya bukalapak ini ia bisa mengembangkan bisnis UKM (Usaha Kecik Menengah).

Hingga saat ini bukalapak merupakan salah situs favorit dimana kita bisa bertransaksi secara aman dan nyaman. Semoga biografi Achmad Zaky, pendiri bukalapak ini bisa menginspirasi kita agar lebih bermanfaat lagi.

Wednesday, 2 August 2017

Biografi Opick, Penyanyi Religi Indonesia

Biografi Opick, Penyanyi Religi Indonesia - Jika kita pernah menonton sinetron yang bertemakah religi mungkin sudah tidak asing lagi dengan lagunya Opick. Opick merupakan salah satu penyanyi religi di Indonesia yang terbilang sukses. 

Biografi Opick, Penyanyi Religi Indonesia


Terlahir dengan nama asli Aunur Rofiq Lil Firdaus dan lahir di Jember Jawa Timur pada 16 Maret 1974 dari pasangan. Orang tua Opick bernama Dra Lilik Sholehah dan Abdul Ghofur. Walaupun semasa kecil terbilang anak yang bandel namun dia dikenal sebagai anak yang rajin. 

Dibesarkan dikeluarga yang kental dengan nilai agama membuat seorang Opick menjadi orang yang paham akan ilmu agama. Kakeknya Opick merupakan seorang Kiai yang cukup ternama di daerahnya yang bernama KH. Abdul Mukti.

Bakat menyanyi Opick sudah terlihat sejak dia masih sekolah SMP. Saat SMP dia mampu memainkan alat-alat musik. Bahkan mendirikan sebuah band. Setelah tamat sekolah SMA Opick pindah ke Jakarta untuk mengejar cita-citanya. 

Bermodalkan dengan rekaman lagu yang serba terbatas dan menawarkan lagu-lagunya seorang opcik mencoba memulai usaha agar lebih dikenal di dunia musik. Namun hal itu sia-sia. Tidak ada label yang mau menerimanya. Pada tahun 1993 tepatnya di daerah di Gang Sawo, Rawamangun Jakarta Opick aktif di teater di daerah tersebut. Di lingkungan tersebut seorang Opcik di kenal sebagai seorang Santri. Hal inilah yang membuatnya greget, dia menyesal karena kurang dalam mempelajari ilmu agama.

Opick mempunyai kebiasaan unik yakni menyanyi di pinggir jalan setelah subuh sampai sekitar jam 7 pagi. Alasan mengapa melakukannya adalah karena ia ingin mencari inspirasi dari tempat ia nongkrong tersebut. Hal ini ia lalukan sampai 3 tahun. 

Akhirnya ia membuat group band yang bernama Timor Band yang beraliran cadas. Akan tetapi hal ini malah membuatnya banyak di protes banyak orang dan akhirnya membuat band tersebut bubar. 

Setelah berpikir panjang akhirnya Opick merubah aliran musik yang ia dalami. Akhirnya ia mencoba membuat lagu bertemakan religi. Berkat usahanya yang ingin sukses di dunia musik akhirnya lagu-lagu opcik banyak di sukai banyak orang.

Pada tahun 2005-an Opick mengeluarkan album pertama, Istighfar dan sukses di pasaran yan meraih dobel platinum. Selanjutnya 2006 ia meluncurkan album keduanya bernama Semesta bertasbih. Pada album berikutnya, Ya Rahman (2007), Cahaya Hati (2008), Di Bawah Langit-Mu (2009), dan pada akhir Juli 2010 bersama produser Nadahijrah-Forte Records, Opick meluncurkan album bertajuk Shollu Ala Muhammad.


Karya-karya dari Opick


    Pasar Malam Di Kepalamu (1999)
    Tak Ada Habisnya (2003)
    Istighfar (2005)
    Semesta Bertasbih (2006)
    Ya Rahman (2007)
    Cahaya Hati (2008)
    Di Bawah Langit Mu (2009)
    Shollu Ala Muhammad (2010)
    The Best of Opick (2011)
    Salam Ya Rosulullah (2012)

Film


    Kun Fayakuun (2008)
    Di Bawah Langit (2010)

Saturday, 29 July 2017

Kiai Palsu di Suatu Acara

Kiai Palsu di Suatu Acara - Sekian tahun tinggal di pesantren, Jon Koplo dan Tom Gembus merasa jenuh juga. Seperti layaknya remaja lain, dua penghuni sebuah pondok pesantren di Ceper, Klaten, ini juga ingin refreshing meski harus nglimpekke (sembunyi-sembunyi) kyai-kyai pengasuh mereka. Kebetulan di hari ke-10 Bulan Muharam lalu, di kampung sebelah ada acara pengajian dan pemberian santunan anak yatim disertai hiburan. Mereka pun ngacir ke sana.

Kiai Palsu di Suatu Acara


Memasuki tempat acara, beberapa among tamu sudah berjejer rapi berpakaian jas dan berdasi. Nah, cerita lucunya di sini. Ada satu orang laki-laki yang berpenampilan ala kyai, pakai baju koko, peci putih plus serban merah kotak-kotak. Jon Koplo dan Tom Gembus segera ikut bersalaman seperti tamu-tamu yang lain.

Giliran sampai di depan laki-laki “kyai” tadi, dengan keduanya penuh takzim dikecupnya tangan sang “kyai”, layaknya santri bersalaman dengan kyainya di pondok. Selesai bersalaman, Koplo dan Gembus duduk di kursi yang telah disediakan,tepatnya di pojok kanan paling belakang. Tak dinyana dan tak diduga, tiba-tiba “kyai” tadi duduk di samping Koplo dan Gembus. Bagi mereka, duduk bersanding dengan seorang ulama adalah suatu kebanggaan. Wuihhh…

Acara demi acara terlaksana. Setelah sambutan-sambutan, ternyata ada sebuah acara tradisi, yakni rayahan duit receh untuk anak-anak kecil. Dan tak disangka-sangka, tiba-tiba saja sang “kyai” yang sedari tadi duduk manis, ujug-ujug (tiba-tiba) meloncat-loncat kegirangan dan berlari menghambur ikut ngrayah (mengambili) duit bersama anak-anak kecil. Sontak Koplo dan Gembus kaget bukan kepalang.

“We lhadalah Mbus, tak kira iki mau kyai tenan je. Tiwas mundhuk-mundhuk, jebule wong ora genep. Isin aku ...” (arti: “Ya ampun Mbus, kukira orang itu kyai betulan. Sudah hormat sekali kita, ternyata orang gila. Malu aku…”) celetuk Koplo dengan nada kesal. Mereka pun ngakak bareng menertawakan diri sendiri.