Friday, 10 August 2018

KETIKA AGAMA KEHILANGAN TUHAN - PUISI GUS MUS

KETIKA AGAMA KEHILANGAN TUHAN - PUISI GUS MUS



Dulu agama menghancurkan berhala.
Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya.

Dulu orang berhenti membunuh karena agama.
Sekarang orang saling membunuh karena agama.

Dulu orang saling mengasihi karena beragama.
Kini orang saling membenci karena beragama.

Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu.

Lalu yang berubah apanya?

Manusia nya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya.
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja.

Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya,yg paling cerdas di antara orang2 lainnya,
Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.

Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian.
Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, krn diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus.

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan.
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 agama.

Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan.
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.

Esensi beragama telah dilupakan.
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yg berbau agama telah didewa-dewakan,tak kan pernah dianggap salah,tak pernah ditolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan.

Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.
Agama kini diper-Tuhan-kan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.

Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.

Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang2 yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan.

Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?

Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.

Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.
Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat-ayat dan aturan agama.

Wednesday, 6 June 2018

Cara Membedakan Orang Puasa Atau Tidak

Cara Membedakan Orang Puasa Atau Tidak - Selepas buka puasa bersama pada sebuah acara, seorang kiai bertanya kepada Banser yang bernama Jalu. Obrolan itu didengarkan juga oleh teman-temannya Jalu yang juga Banser.

Cara Membedakan Orang Puasa Atau Tidak


“Jalu, kamu kan sering bertemu dengan banyak orang, dan sering pergi ke pasar...” kata kiai. 

“Iya, Kiai, ada yang bisa dibantu?” 

“Di bulan puasa seperti ini, sebagai seorang Banser yang tajam pencimuannya, bagaimana caranya kamu membedakan orang yang puasa sama orang yang tidak puasa?”

“Dari gaya jalannya, kiai. Biasanya kelihatan lunglai,” katanya. 

“Bukan!  Kamu Banser kalau puasa emang kalau berjalan kelihatan lunglai? ”

Banser terdiam. Tapi dia menjawab dengan pertanyaan berbeda. 

“Dari, perutnya, kiai. Kalau gembrot, berarti tida puasa!”

“Ngawur. Banyak orang gembrot yang puasa.”

“Gimana dong, Kiai?”

“Nyerah?”

“Iya.”

“Dari betisnya.”

“Kok, bisa?”

“Karena, orang yang tidak puasa, kalau makan di warteg cuma kelhiatan betisnya doang. (Abdullah Alawi)

Orang Tak Berpuasa Terlihat dari BetisnyaIlustrasi (via Pinterest)
Selepas buka puasa bersama pada sebuah acara, seorang kiai bertanya kepada Banser yang bernama Jalu. Obrolan itu didengarkan juga oleh teman-temannya Jalu yang juga Banser.

“Jalu, kamu kan sering bertemu dengan banyak orang, dan sering pergi ke pasar...” kata kiai. 

“Iya, Kiai, ada yang bisa dibantu?” 

“Di bulan puasa seperti ini, sebagai seorang Banser yang tajam pencimuannya, bagaimana caranya kamu membedakan orang yang puasa sama orang yang tidak puasa?”

“Dari gaya jalannya, kiai. Biasanya kelihatan lunglai,” katanya. 

“Bukan!  Kamu Banser kalau puasa emang kalau berjalan kelihatan lunglai? ”

Banser terdiam. Tapi dia menjawab dengan pertanyaan berbeda. 

“Dari, perutnya, kiai. Kalau gembrot, berarti tida puasa!”

“Ngawur. Banyak orang gembrot yang puasa.”

“Gimana dong, Kiai?”

“Nyerah?”

“Iya.”

“Dari betisnya.”

“Kok, bisa?”

“Karena, orang yang tidak puasa, kalau makan di warteg cuma kelhiatan betisnya doang. (Abdullah Alawi) via Nu Or Id

Tuesday, 5 June 2018

Urutan Negara Terkaya di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk ?

Urutan Negara Terkaya di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk ? Beberapa waktu yang lalu di sosial media banyak yang share tentang masalah hutang negara. Memang negara Indonesia memiliki hutang, namun jangan salah. Hutang negara ini digunakan untuk kemajuan negara misalnya membangun infrastruktur negara misalnya jalan tol, bendungan dan lainnya. Tentunnya semua itu bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat. 

The World Bank sebagai lembaga keungan internasional yang mana mampu memberikan pinjaman ke negara berkembangan yang mana tujuan dari peminjaman ini adalah untuk kemajuan negara tersebut. 

Pada akhir tahun 2017 yang lalu Bank Dunia merilis daftar negara terkaya yang mana dilihat dari jumlah Pendapatan nasioan bruto per kapita pada tahun 2016. Penasaran ? Kira-kira negara mana saja ya ?

Urutan Negara Terkaya di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk ?

Luxemburg


Luxemburg adalah salah satu negara terkecil di Eropa. Pendapatan Domestik Bruto per capita sebesar US$110.664,8 atau setara dengan Rp1.438.642.400 (nilai tukar rupiah Rp 14.000 per USD). Dengan demikian, bisa dikatakan penduduknya memiliki pendapatan diatas satu miliar rupiah setiap tahunnya.emoticon-Genit

Ekonomi yang stabil, berpendapatan tinggi mencirikan pertumbuhan yang moderat, inflasi rendah, dan tingkat pengangguran yang rendah pula. Sektor industri, yang hingga belakangan ini didominasi oleh baja, kini semakin beranekaragam dan mencakup pula kimia, karet, dan produk-produk lainnya. Dalam beberapa dasawarsa terakhir, pertumbuhan dalam sektor finansial telah lebih dari menggantikan penurunan dalam baja.

Sektor jasa, khususnya perbankan, menyumbangkan proporsi yang bertumbuh dari ekonomi. Agrikultur didasarkan pada pertanian kecil yang dimiliki keluarga-keluarga. Luxemburg secara khusus mempunyai hubungan dagang dan finansial yang erat dengan Belgia dan Belanda, dan sebagai anggota Uni Eropa juga menikmati keuntungan-keuntungan dari pasar Eropa yang terbuka. 

Norwegia


Negara ini berada diurutan kedua tentunya menjadi hal yang sangat membanggakan bagi sebuah negeri yang berada di semenanjung skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia. Dengan GDP Percapita sebesar US$102.832 atau setara dengan Rp 1.336.816.000 per tahunnya.

Norwegia memiliki sebuah pulau bernama Bouvet yang terletak di Samudera Atlantik. Luas total Norwegia adalah 385,525 km² dan populasi sebesar 4.9 juta. Norwegia merupakan negara dengan kepadatan penduduk terendah kedua di Eropa. Ibukotanya adalah Oslo. Norwegia memiliki cadangan minyak bumi, gas alam, mineral, makanan laut, air segar yang luas. Norwegia juga penghasil minyak dan gas alam per kapita terbesar di luar Timur Tengah.

Qatar


Jika selama ini kita menganggap Qatar menjadi negara paling kaya ternyata salah. Qatar merupakan sebuah negara emirat di Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab di Asia Barat. Satu-satunya batas darat mereka adalah Arab Saudi di selatan dan sisanya berbatasan dengan Teluk Persia. Teluk ini juga yang memisahkan Qatar dari negara pulau Bahrain.


Qatar adalah negara dengan pendapatan ekonomi tinggi, ditopang oleh cadangan gas alam dan minyaknya yang terbesar ketiga sedunia. Negara ini masuk dalam negara berpendapatan per kapita tertinggi sedunia. Qatar digolongkan sebagai negara yang memiliki indeks pembangunan manusia sangat tinggi dan paling baik diantara negara Arab lainnya. Qatar juga memegang pengaruh yang cukup penting di dunia. Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, menjadi negara Arab pertama yang mendapatkannya.


Inilah yang menjadikannya sebagai salah satu negara terkaya dengan GDP Percapita sebesar US$ 93,714.1 atau sebesar Rp 1.218.283.300, yang menempatkannya diurutan ke tiga setelah Luksemburg dan Norwegia.

Thursday, 24 May 2018

Memanfaatkan Yang Gratis Untuk Berdakwah

Memanfaatkan Yang Gratis Untuk Berdakwah - Saat ini teknologi telah mampu merubah yang biasanya rumit menjadi mudah. Misalnya saja dahulu untuk berkirim surat harus melalui Pos, namun sekarang ada email. Ada pula WhatsApp yang mampu mengirim dokument, foto dan lainnya yang mana hal ini sangat membantu kita. 

Dan untuk bisa menikmati kecanggihan teknologi ini tidaklah butuh dana yang banyak. Dengan uang ratusan ribu saja kita bisa memiliki smartphone dengan fitur yang canggih dan bisa membantu kita dalam aktifitas harian. Apalagi perkembangan sosial media saat ini yang mana membuat orang berbondong-bondong memasuki dunia internet yang tanpa batas. 

Memanfaatkan Yang Gratis Untuk Berdakwah


Kecanggihan teknologi saat ini memang memiliki sisi positif. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk hal dakwah. Dakwah menggunakan internet memang efektif. Coba saja kita lihat di sosial media instagram, banyak ustad dan dai yang menjadi terkenal akibat videonya sering di share di sosial media. 

Hal ini harusnya digunakan juga oleh pondok pesantren yang ada di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi kita bisa mengenalkan dunia pesantren seperti apa. Dan juga kita bisa berbagi ilmu di internet. Misalnya saja membuat radio online dan TV online. 

Untuk membuat radio online dan TV Online mudah kok. Coba saja cari di google bagaimana cara membuat radio online. Untuk TV Online malah sangat mudah sekali, tidak usah kita membeli ini itu. Cukup daftar saja kita bisa berdakwah di internet, caranya menggunakan fitur gratis di sosial media yakni YOUTUBE DAN INSTAGRAM. Dengan instagram dan Youtube kita menyiarkan secara langsung bagaimana pengajian itu berlangsung. Kenapa menggunakan Youtube ? Alasannya adalah mudah dan simpel, gratis dan juga mudah ditonton oleh banyak orang. Karena pada umumnya masyarakat sudah mengenal youtube sebagai media yang dapat menampilkan video atau bahkan siaran langsung. 

Coba kita lihat TV Nasional sekelas NET TV dan Kompas saja bisa live di youtube, yang dari Pesantren harusnya mencontoh hal ini sebagai sarana dakwahnya. Apalagi instagram yang  popular di kalangan remaja. Remaja yang banyak follower instagramnya dan menyiarkan pengajian langsung, tentunya bermanfaatkan bukan ?

Dalam hal tulisan pun seharusnya kalangan pesantren bisa memanfaatkan internet sebagai sarana dakwah. Menulis artikel yang bermanfaat, misalnya tentang hukum fiqih, kajian hadist, Al Quran dan lainnya. Untuk menulis artikel bisa dengan sistem layaknya organisasi, cukup satu website saja dan penulisnya bisa banyak. Bagi yang sudah paham dunia website mungkin akan paham ini. Hal ini tujuannya agar website yang berisi ilmu dari pesantren yang menulis tidak hanya satu orang saja. Karena terkadang seseorang ahli dalam hal fiqh namun belum tentu paham ilmu lainnya. 

Semoga saja ke depan ada banyak pesantren yang aktif di dunia internet. Karena saya sendiri setiap hari browsing dan saya perhatikan banyak pesantren kurang paham hal ini. Mungkin di anggap remeh, padahal zaman sekarang zaman teknologi. Pendaftaran di kota bisa menggunakan cara online, kapan pesantren bisa daftar secara online ? Apalagi pesantren yang sudah memiliki lembaga pendidikan dalam teknologi seperti SMK misalnya, harusnya mereka memanfaatkan ilmu yang dipelajari sebagai sarana dakwah. Semoga bermanfaat. 

Monday, 2 April 2018

SEJARAH SHOLAWAT BADAR YANG DISUSUN OLEH KH. ALY MANSHUR SANTRI PESANTREN LIRBOYO

SEJARAH SHOLAWAT BADAR YANG DISUSUN OLEH KH. ALY MANSHUR SANTRI PESANTREN LIRBOYO
SEJARAH SHOLAWAT BADAR YANG DISUSUN OLEH KH. ALY MANSHUR SANTRI PESANTREN LIRBOYO


Shalawat Badar berisi pujian-pujian kepada Rasulullah Saw. dan Ahli Badar (para sahabat yang mati syahid dalam perang Badar). Berbentuk syair, dan dinyanyikan dengan lagu khas. Shalawat ini digubah oleh Kiai Ali Mansur, salah seorang cucu dari KH. Muhammad Shiddiq Jember, pada tahun 1960. Kiai Ali Mansur saat itu menjabat kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi, sekaligus menjadi ketua PCNU di tempat yang sama. Proses terciptanya shalawat ini penuh dengan misteri dan teka-teki.

KH. Ali Mansur Siddiq terinspirasi dari sebuah kitab yang berjudul Mandzumah Ahl al-Badar al-Musamma Jaliyyat al-Kadar fi Fadhail Ahl al-Badar karya al-Imam as-Sayyid Ja’far al-Barzanji. Dan sebelum menulis syair shalawat Badar Kiai Ali bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih bersorban hijau.

Pada suatu malam, Kiai Ali tidak bisa tidur. Hatinya merasa gelisah karena memikirkan situasi politik yang semakin tidak menguntungkan NU. Orang-orang PKI semakin leluasa mendominasi kekuasaan dan berani membunuh kiai-kiai di pedesaan. Karena memang kiailah pesaing utama PKI di tempat itu.

Sambil terus merenung, Kiai Ali terus memainkan penanya di atas kertas, menulis syair-syair dalam Bahasa Arab. Dia memang dikenal mahir membuat syair sejak masih belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri. Kegelisahaan Kiai Ali berbaur dengan rasa heran, karena malam sebelumnya dia bermimpi didatangi para habib berjubah putih-hijau. Semakin mengherankan lagi, karena pada saat yang sama istrinya mimpi bertemu Rasulullah Saw.

Keesokan harinya mimpi itu ditanyakan pada Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi. Habib Hadi menjawab, “Ya Akhiy, itu Ahli Badar!” Kedua mimpi aneh dan terjadi secara bersamaan itulah yang mendorong dirinya menulis syair, yang kemudian dikenal dengan Shalawat Badar.

Keheranan muncul lagi karena keesokan harinya banyak tetangga yang datang ke rumahnya sambil membawa beras, daging dan lain sebagainya, layaknya akan mendatangi orang yang akan punya hajat mantu. Mereka bercerita, bahwa pada pagi-pagi buta pintu rumah mereka didatangi orang berjubah putih yang memberitahukan di rumah Kiai Ali Mansur akan ada kegiatan besar. Mereka diminta membatu. Maka mereka pun membantu sesuai dengan kemampuannya.

“Siapa orang yang berjubah putih itu?” pertanyaan itu terus mengiang dalam benak Kiai Ali tanpa jawab. Namun malam itu banyak orang bekerja di dapur untuk menyambut kedatangan tamu, yang mereka sendiri tidak tahu siapa, dari mana dan untuk apa.

Pagi-pagi sekali menjelang matahari terbit, serombongan habaib berjubah putih-hijau dipimpin Habib Ali bin Abdurrrahman al-Habysi dari Kwitang, Jakarta, datang ke rumah Kiai Ali Mansur. “Alhamdulillah…” ucap Kiai Ali ketika melihat rombongan yang datang adalah para habib yang sangat dihormati keluarganya.

Setelah berbincang basa-basi sebagai pengantar, membahas perkembangan PKI dan kondisi politik nasional yang semakin tidak menguntungkan, Habib Ali menanyakan topik lain yang tidak diduga Kiai Ali, “Ya Akhiy, mana syair yang Ente buat kemarin? Tolong Ente bacakan dan lagukan di hadapan kami-kami ini!”

Tentu saja Kiai Ali terkejut, sebab Habib Ali tahu apa yang dikerjakannya semalam. Namun ia memaklumi, mungkin itulah karomah yang diberikan Allah kepadanya. Sebab dalam dunia kewalian, pemandangan seperti itu bukanlah perkara yang aneh dan perlu dicurigai.

Segera saja Kiai Ali mengambil kertas yang berisi shalawat Badar hasil gubahannya semalam, lalu melagukannya di hadapan mereka. Kiai Ali juga memiliki suara yang bagus. Di tengah alunan suara shalawat Badar itu para habib mendengarkannya dengan khusyuk. Tak lama kemudian mereka meneteskan air mata karena haru.

Di dalam kunjungan tersebut tercatat dalam buku kecilnya Kiai Ali, kejadian tersebut pada hari Rabu pagi tanggal 26 September tahun 1962 jam 8 pagi. Pada kesempatan itu dibacakan Maulid al-‘Azab dan ceramah agama. Diantara yang memberikan ceramahnya adalah Habib Ali al-Habsyi Kwitang, Habib Muhammad bin Ali al-Habsyi Kwitang dan Habib Salim Bin Jindan.

Di dalam rombongon tersebut ikut diantaranya Habib Ali bin Husein Alattas Bungur, Habib Ahmad bin Ghalib al-Hamid Surabaya, Habib Umar Assegaf Semarang dan banyak lagi yang lainnya para pembesar ulama pada waktu itu.

Selesai mendengarkan shalawat Badar yang dikumandangkan Kiai Ali Mansur, Habib Ali segera bangkit. “Ya Akhi! Mari kita perangi genjer-genjer PKI itu dengan shalawat Badar!” serunya bernada mantap. Setelah Habib Ali memimpin doa, lalu rombongan itu memohon diri. Sejak saat itu terkenallah shalawat Badar sebagai bacaan warga NU untuk membangkitkan semangat melawan orang-orang PKI.

Untuk lebih mempopulerkannya, Habib Ali mengundang para habib dan ulama termasuk Kiai Ali Mansur dan KH. Ahmad Qusyairi, paman Kiai Ali Mansur, ke Jl. Kwitang, Jakarta. Di waktu itu pula Habib Ali meminta Kiai Ali untuk kembali membacakan sholawat Badar di hadapan jamah yang hadir. Sehingga membuat shalawat Badar menjadi masyhur tersebar luas di mana-mana, apalagi shalawat tersebut setelahnya selalu dibaca di awal majelisnya Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Setelah itu Habib Ali al-Habsyi meminta kepada para muridnya untuk mencetak teks shalawat tersebut dan dibagi-bagikan kepada para jamaahnya. Dicetak pertama kali di Percetakan Alaydrus Jakarta. Dan hingga saat ini sholawat Badar berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat Jakarta, Jawa, dan seluruh Nusantara bahkan penjuru Dunia.

Teks Shalawat Badar

صَـلَاةُ اللهِ سَـلَامُ الله # عَـلَى طَـهَ رَسُـوْلِ الله

صَـلَاةُ اللهِ سَـلَامُ الله # عَـلَى يـس حَبِيْـبِ الله

تَوَسَّـلْنَا بِـبِـسْـمِ الله # وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ الله

وَكُــلِّ مُجَـاهِـدٍ لله # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلأُمـَّة # مِـنَ اْلأَفـَاتِ وَالنِّـقْـمَة

وَمِنْ هَـمٍّ وَمِنْ غُـمَّـة # بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ # جَـمِيْعَ اَذِيـَّةٍ وَاصْرِفْ

مَـكَائِـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ # بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا # مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا

وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا # بِأَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ # وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ

وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ # بِأَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

وَكَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَا الْعُـمْرِ # وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَا الْفَـقْـرِ

وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ # جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ

فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ # بِأَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

أَتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ # وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ

فَوَسِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ # بَلِ اجْعَلْـنَا عَلَى الطَّيْبـَةْ

اَيـَا ذَا الْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَلله

وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ # بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَاتِى

Wallahu A’lam Bishawab.

sumber : suarapesantren.net

Monday, 19 March 2018

Santri Trensains Ikut Dampingi Presiden Jokowi ke Australia

Santri Trensains Ikut Dampingi Presiden Jokowi ke Australia - Santri SMA Trensains Tebuireng berkesempatan mengikuti program Outstanding Youth for the World (OYTW) ke-7 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI). OYTW 2018 ini melibatkan 18 pelajar SMA dari berbagai sekolah di Indonesia guna promosi dan peningkatan citra Indonesia di luar negeri serta perumusan kebijakan luar negeri. Kegiatan  OYTW ini berlangsung sejak tanggal 12-19 Maret 2018.
Santri Trensains Ikut Dampingi Jokowi ke Australia

“Alhamdulillah 2 santri Trensains Tebuireng berkesempatan mengikuti program yang diselenggarakan Kemlu RI, Outstanding Youth for the World ke-7 yang diikuti 18 pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap promosi dan peningkatan citra Indonesia di Australia pada 12-19 Maret 2018,” ungkap Kepala SMA Trensains Tebuireng, Ustadz Ainur Rofiq.
Program OYTW 2018 telah dibuka pada 12 Maret 2018 di gedung Kemlu RI, selama 2 hari (12-13/03/18) dilakukan pembekalan dari Kemlu RI mengenai apa saja yang harus di lakukan di Australia.
“Senang banget karena saya memang belum pernah pergi ke Jakarta, Jakarta itu indah, banyak gedungnya apalagi kalau malam bagus banget, tapi sayangnya sering macet. Apalagi kesempatan emas yang tidak disangka-sangka telah diberikan kepada saya untuk berangkat ke Australia dan tidak lupa untuk terus bersyukur kepada Allah,” ungkap Dedi salah satu peserta OYTW dari Trensains Tebuireng saat dihubungi via whatsApp.
Diagendakan peserta OYTW 2018 bersama Menlu (Menteri Luar Negeri) di Sydney, Australia, akan berdialog interaktif dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia serta bertemu komunitas Islam Australia, komunitas Islam Indonesia yang menetap di Australia, dan komunitas beragama di Australia.
Kepala SMA Trensains Tebuireng sangat berharap Dedi dan Icha yang berkesempatan mengikuti OYTW 2018 memberikan kesan yang baik pada Kemlu RI. Diagendakan mereka akan tiba di Jombang pada 20 Maret 2018 dan akan mempresentesikan pengalaman selama di Australia di depan para santri dan civitas Trensains Tebuireng. via Tebuireng.Online

Friday, 16 March 2018

Apakah Shalat Jumat bagi Wanita Menggantikan Shalat Dhuhur ?

Apakah Shalat Jumat bagi Wanita Menggantikan Shalat Dhuhur - Umumnya shalat Jumat di sebagian besar masjid diikuti hanya oleh jamaah laki-laki. Tapi kita dapati pula di beberapa masjid di Tanah Air shalat Jumat diikuti juga jamaah perempuan. Kaum hawa mengambil tempat khusus di dalam masjid, mendengarkan khutbah, lalu mengikuti seluruh rangkaian prosesi sembahyang berjamaah dua rakaat hingga selesai.

Apakah Shalat Jumat bagi Wanita Menggantikan Shalat Dhuhur - Umumnya shalat Jumat di sebagian besar masjid diikuti hanya oleh jamaah laki-laki. Tapi kita dapati pula di beberapa masjid di Tanah Air shalat Jumat diikuti juga jamaah perempuan


Kita tahu, shalat Jumat fardhu ‘ain dilaksanakan secara berjamaah bagi setiap laki-laki muslim mukallaf yang bukan musafir atau sedang ada halangan lain. Sementara bagi perempuan tidak. Pertanyaannya, bila kaum perempuan yang mengikuti shalat Jumat, apakah hal itu menggugurkan kewajiban shalat dhuhur mereka? Dengan bahasa lain, apakah shalat Jumat bagi wanita cukup menggantikan shalat dhuhur (tak perlu shalat dhuhur lagi)? Lalu, manakah yang lebih utama bagi mereka: shalat dhuhur berjamaah bersama wanita lain atau shalat Jumat?

Pertanyaan yang sama juga pernah terlontar di forum Muktamar ke-3 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, pada 28 September 1928. Para muktamirin saat itu menjawab, “shalat Jumat bagi kaum wanita itu cukup sebagai pengganti shalat dhuhur, dan bagi kaum wanita tidak cantik, tidak banyak aksi, dan tidak bersolek itu sebaiknya ikut menghadiri shalat Jumat.”


Jawaban tersebut mengacu pada keterangan dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin yang menyatakan: 

 مَسْأَلَةٌ: يَجُوْزُ لِمَنْ لاَ تَلْزَمُهُ الْجُمُعَةُ كَعَبْدٍ وَمُسَافِرٍ وَامْرَأَةٍ أَنْ يُصَلِّيَ الْجُمُعَةَ بَدَلاً عَنِ الظُّهْرِ وَتُجْزِئُهُ بَلْ هِيَ أَفْضَلُ  لِأَنَّهَا فَرْضُ أَهْلِ الْكَمَالِ وَلاَ تَجُوْزُ إِعَادَتُهَا ظُهْرًا بَعْدُ حَيْثُ كَمُلَتْ شُرُوْطُهَا.


“Diperkenankan bagi mereka yang tidak berkewajiban Jum’at seperti budak, musafir, dan wanita untuk melaksanakan shalat Jum’at sebagai pengganti Zhuhur, bahkan shalat Jum’at lebih baik, karena merupakan kewajiban bagi mereka yang sudah sempurna memenuhi syarat dan tidak boleh diulangi dengan shalat Zhuhur sesudahnya, sebab semua syarat-syaratnya sudah terpenuhi secara sempurna.” (Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, [Mesir: Musthafa al-Halabi, 1371 H/1952 M], h. 78-79).

Dengan demikian , kaum perempuan yang sudah melaksanakan shalat Jumat tak perlu lagi menunaikan shalat dhuhur. Bahkan, perempuan lebih utama mengikuti jamaah shalat Jumat daripada shalat dhuhur meskipun berjamaah bersama perempuan lain, dengan syarat mereka bukan orang-orang yang sangat potensial mengundang syahwat bagi kaum laki-laki, baik karena penampilannya maupun tingkahnya. Wallâhu a‘lam. (Mahbib via NU Online)

Tertidur saat Khutbah Jumat, Bolehkah Langsung Shalat tanpa Wudhu Lagi?

Tertidur saat Khutbah Jumat, Bolehkah Langsung Shalat tanpa Wudhu Lagi? - Rasa kantuk bisa datang kapan saja, tidak mengenal waktu. Terlebih saat kondisi capek di siang hari, termasuk saat pelaksanaan shalat Jumat atau di tengah-tengah mendengarkan  khutbah Jumat. Batalkah wudlunya jamaah yang tertidur tersebut dan sahkah shalat Jumatnya?

Tertidur saat Khutbah Jumat, Bolehkah Langsung Shalat tanpa Wudhu Lagi? - Rasa kantuk bisa datang kapan saja, tidak mengenal waktu. Terlebih saat kondisi capek di siang hari, termasuk saat pelaksanaan shalat Jumat atau di tengah-tengah mendengarkan  khutbah Jumat. Batalkah wudlunya jamaah yang tertidur tersebut dan sahkah shalat Jumatnya?


Dalam fiqih mazhab Syafi’i, tidur yang tidak sampai membatalkan wudlu’ adalah tidur dengan posisi duduk disertai merekatkan pantat di lantai atau alas duduknya. Sehingga bila tidur tidak dilakukan dalam posisi tersebut, semisal duduk tengkurap, berdiri, tidur telentang, tidur miring atau posisi lainnya, maka dapat menyebabkan batalnya wudlu’. 

Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi mengatakan:

وَالثَّانِيْ النَّوْمُ عَلَى غَيْرِ هَيْئَةِ الْمُتَمَكِّنِ وَفِيْ بَعْضِ نُسَخِ الْمَتْنِ زِيَادَةُ مِنَ الْأَرْضِ بِمَقْعَدِهِ وَالْأَرْضُ لَيْسَتْ بِقَيِّدٍ وَخَرَجَ بِالْمُتَمَكِّنِ مَا لَوْ نَامَ قَاعِدًا غَيْرَ مُتَمَكِّنٍ أَوْ نَامَ قَائِمًا أَوْ عَلَى قَفَاهُ وَلَوْ مُتَمَكِّنًا


“Yang kedua (dari hal yang membatalkan wudlu’) adalah tidur selain tidurnya orang yang duduk merekatkan pantatnya. Dalam sebagian naskah terdapat tambahan redaksi dari lantai yang menjadi alas duduknya. Lantai dalam konteks ini tidak menjadi acuan. Mengecualikan dari ketentuan merekatkan pantat yaitu tidur dalam posisi duduk namun tidak merekatkan pantat atau tidur berdiri atau menyandarkan tengkuk meskipun disertai merekatkan pantat”. (Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi, Fathul Qarib al-Mujib, hal.6, Semarang-Toha Putera).

Baca juga: Apakah Shalat Jumat bagi Wanita Menggantikan Shalat Dhuhur?
Setidaknya kesimpulan ini berlandaskan dua dalil hadits Nabi. Yang pertama hadits riwayat Abu Dawud sebagai berikut:

اَلْعَيْنَانِ وِكَاءُ السَّهِ فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ


“Dua mata adalah penjaga lubang dubur, maka barangsiapa tidur berwudlulah.” (HR. Abu Dawud)

Berkaitan dengan hadits tersebut, Syekh al-Khatib al-Syarbini menjelaskan:

وَالْمَعْنَى فِيهِ أَنَّ الْيَقِظَةَ هِيَ الْحَافِظَةُ لِمَا يَخْرُجُ ، وَالنَّائِمُ قَدْ يَخْرُجُ مِنْهُ الشَّيْءُ ، وَلَا يَشْعُرُ بِهِ وَغَيْرُ النَّوْمِ مِمَّا ذُكِرَ أَبْلَغُ مِنْهُ فِي الذُّهُولِ الَّذِي هُوَ مَظِنَّةٌ لِخُرُوجِ شَيْءٍ مِنْ الدُّبُرِ كَمَا أَشْعَرَ بِهِ الْخَبَرُ 


Makna hadits tersebut adalah bahwa kondisi terjaga (dari tidur) dapat menjaga perkara yang keluar dari pantat. Orang yang tidur terkadang keluar dari dirinya sesuatu yang membatalkan wudlu’ saat ia tidak sadarkan diri. Selain tidur dari kondisi yang telah disebutkan (ayan, gila dan lain sebagainya) lebih parah dari tidur dalam hal kacaunya pikiran yang merupakan potensi untuk keluarnya sesuatu dari dubur sebagaimana dijelaskan oleh hadits.” (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, Beirut, Dar al-Fikr, 1987, juz 1, halaman 34)

Hadits di atas diarahkan kepada kondisi tidur yang tidak disertai merekatkan pantat di lantai.

Hadits yang kedua adalah riwayat Imam Muslim sebagai berikut:

قَالَ أَنَسٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ


“Sahabat Anas berkata, para sahabat Nabi tertidur kemudian melaksanakan shalat dan mereka tidak berwudlu’. (HR.Muslim).

Hadits riwayat Imam Muslim ini diarahkan pada kondisi tidur seseorang yang duduk merekatkan pantatnya di alas tidurnya, sebagai salah satu pengamalan kaidah ushul fiqih yaitu “mengompromikan di antara dua dalil” saat ada dua dalil yang terkesan bertentangan.

Syekh Khatib al-Syarbini mengatakan:

وَحُمِلَ عَلَى نَوْمِ الْمُمَكِّنِ جَمْعًا بَيْنَ الْحَدِيثَيْنِ


“Hadits sahabat Anas ini diarahkan kepada kondisi tidurnya seseorang yang merekatkan pantatnya di lantai, untuk mengompromikan dua hadits.” (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, Beirut, Dar al-Fikr, 1987, juz 1, halaman 34)

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bila seseorang tidur dalam posisi yang membatalkan, akan berakibat pada ketidakabsahannya shalat Jumat yang ia kerjakan. Sebab salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats. Agar tetap sah solusinya adalah mengambil wudlu’ terlebih dahulu sebelum melanjutkan shalat Jumatnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat.

 (M. Mubasysyarum Bih via nu Online)

Thursday, 15 March 2018

Biografi Khofifah Indar Parawansa

Biografi Khofifah Indar Parawansa - Sosok yang satu ini akhir-akhir banyak dibacarakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur.  Ia sosok Khofifah Indar Parawansa. Mengapa banyak orang membicarakan beliau ? 

Alasan banyak orang membicarakan beliau adalah karena beliau merupakan Calon Gubernur Jawa Timur saat ini (2018). Beliau saat ini berpasangan dengan Kang Emil Dardak yang mana merupakan bupati Trenggalek. 

Siapa sebenarnya sosok Khofifah Indar Parawansa ini ? Seperti apa biografinya, Simak di artikel ini.


Biografi Khofifah Indar Parawansa 

Biografi Khofifah Indar Parawansa

Terlahir di kota Surabaya tepatnya pada 19 Mei 1965. Sebelum mencalonkan menjadi Gubernur beliau ini merupakan Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja. Beliau merupakan lulisan Ilmu Politik UNAIR (Universitas Airlangga) Surabaya yang lulus pada tahun 1990. 

Pendikan kebanyakan beliau tempuh di Surabaya. Yakni SD Taquam SD Taquma (1972-1978) kemudian melanjutkan ke SMP Khodijah – Surabaya pada tahun 1978-1981. Setelah itu beliau melanjutkan ke SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984) dan setelah lulus beliau kulyah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991) serta kulyah juga di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989) dan untuk S2 beliau melanjutkan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997).

Karit politk beliau sudah tidak diragukan lagi. Di bawah ini kami kutip dari wikipedia tentang karir politiknya :

  • Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992–1997)
  • Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995–1997)
  • Anggota Komisi II DPR RI (1997–1998)
  • Wakil Ketua DPR RI (1999)
  • Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
  • Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999–2001)
  • Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999–2001)
  • Ketua Komisi VII DPR RI (2004–2006)
  • Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004–2006)
  • Anggota Komisi VII DPR RI (2006)
  • Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014–2018)

Wednesday, 14 March 2018

Larangan Bercadar Di Lingkungan Kampus ???

Larangan Bercadar Di Lingkungan Kampus ??? Kini orang-orang gaduh membicarakan cadar, siang maupun malam. Di warung kopi sampai forum seminar. 

Pasalnya sebuah kampus Islam melarang mahasiswinya bercadar. Pro dan kontra terjadi. Ormas yang mengatasnamakan Islam berunjuk rasa ke kampus itu. 

Rupanya informasi semacam itu sampai juga ke kaki gunung Bongkok, di sebuah perkampungan terpencil. Itu berkat media sosial. 

Di kampung itu, ada seorang ajengan muda, Rijaludin namanya. Akrab disapa Ajengan Jalu. Ia pandai bergaul dan energik. Karena pernah tinggal di kota, meski tinggal di kampung, ia terbilang pengguna media sosial aktif.

Larangan Bercadar Di Lingkungan Kampus


Suatu hari, seorang anak muda, tetangganya, yang bersekolah di kota kabupaten bertanya tentang pro dan kontra cadar itu kepada Ajengan Jalu.    

“Ajengan, seandainya anakmu kuliah di kampus yang melarang bercadar, bagaimana sikapmu?” 

“Saya akan melarang anak saya bercadar. Bahkan kerudung pun pasti saya larang!".

“Wah, kenapa demikian? Bukankah itu syari'at Islam?" tanya anak muda itu, kaget bukan main.

“Meskipun syariat Islam, tetap saya akan melarangnya.”

“Kenapa?” 

“Karena Islam tidak menyuruh begitu,” jawab Ajengan Jalu. “Kan anak saya laki-laki semua. Saya haramkan memakai kerudung, apalagi bercadar,” jelasnya. 

(Abdullah Alawi) via NU Online

Monday, 5 March 2018

Ayo ngeblog daripada Update di Sosial Media

Ayo ngeblog daripada Update di Sosial Media - Sosial media sebagai magnet internet sering saya ungkapkan. Memang perkembangan dunia internet saat ini tidak lepas yang namanya sosial media.
Ayo ngeblog daripada Update di Sosial Media

Ada banyak sekali sosial media yang bisa kita gunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Di sosial media memang kita bisa melakukan banyak hal. Misalnya saja menulis tentang suatu ilmu atau trik tertentu.
Memang bagus tapi kurang efektif karena ada kelemahan yakni kadang terbatas pertemanan saja yang mengtahuinya. Atau juga seiring berjalannya waktu maka status sosial media tersebut akan tenggelam karena adanya status baru.
Jika memiliki bakat menulis ilmu, tutorial, itu mengeluarkan gagasan dan sebagainya sebaiknya tulis saja di blog.
Di blog kita bisa banyak menulis tanpa ada batasan. Pembaca tidak hanya teman di sosial media tapi juga orang banyak. Karena cakupannya lebih luas dan mudah ditemukan oleh mesin pencari.
Ada banyak sekali manfaatnya kita ngeblog. Dengan ngeblog kita tidak hanya belajar menulis tapi juga belajar bagaimana cara menggunakan internet, blogging, SEO, dan lainnya

Yuks ngeblog 😉